Sep 16, 2026
Nasional

Bea Cukai — Menkeu Suahasil Nazara Pastikan Arah Kebijakan Tetap Konsisten

Di tengah dinamika transisi dan penyesuaian kepemimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan, ketegasan arah kebijakan menjadi fondasi penting untuk menjaga

Bea Cukai — Menkeu Suahasil Nazara Pastikan Arah Kebijakan Tetap Konsisten

Di tengah dinamika transisi dan penyesuaian kepemimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan, ketegasan arah kebijakan menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas penerimaan negara. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ke Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, tidak mengubah tugas pokok dan fungsi instansi yang dipimpinnya. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dipastikan tetap melangkah sesuai dengan amanat undang-undang serta target strategis APBN yang telah ditetapkan.

Konsistensi Tugas di Tengah Transisi Kepemimpinan

Djaka menyampaikan bahwa arahan dari Menkeu Suahasil Nazara justru menekankan keberlanjutan program-program strategis yang sedang berjalan. Menurutnya, tidak ada pergeseran radikal dalam struktur prioritas kerja Bea Cukai, melainkan penguatan pada aspek transparansi, efisiensi, dan efektivitas penegakan hukum di lapangan.

"Tugas dari Menkeu baru enggak ada yang berubah. Kita tetap fokus pada arahan utama: mengamankan penerimaan negara, memperketat pengawasan perbatasan, dan memfasilitasi perdagangan nasional," tegas Djaka Budhi Utama saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Penegasan ini memberikan sinyal positif bagi pelaku industri dan pasar keuangan. Kepastian regulasi serta konsistensi kebijakan merupakan pilar utama dalam menjaga kepercayaan para pelaku usaha serta investor global di tanah air.

Fokus Utama: Penerimaan Negara dan Pengawasan Perbatasan

Dalam menjalankan mandatnya, DJBC memikul empat pilar fungsi utama yang saling berkaitan erat. Menkeu Suahasil Nazara meminta agar seluruh jajaran Bea Cukai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebocoran penerimaan negara, terutama dari sektor barang kena cukai dan praktik impor ilegal yang merugikan produsen lokal.

Berikut adalah fokus empat pilar fungsi utama DJBC yang terus diperkuat di bawah arahan Kemenkeu:

Pilar Fungsi DJBC Fokus & Implementasi Kebijakan
Revenue Collector Mengoptimalkan target penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai secara transparan dan akuntabel.
Trade Facilitator Mendorong efisiensi arus logistik ekspor-impor untuk mendukung daya saing ekonomi nasional.
Industrial Assistance Memberikan insentif dan fasilitas kepabeanan yang tepat sasaran bagi industri dalam negeri.
Community Protector Memberantas peredaran narkotika, barang selundupan, serta pakaian bekas impor ilegal.

Selain upaya pencapaian target fiskal, pengetatan pengawasan di jalur-jalur rawan perbatasan menjadi prioritas mendesak. Djaka menambahkan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas instansi—seperti dengan TNI, Polri, Bakamla, dan Kejaksaan—akan diperkuat untuk menutup celah penyelundupan di wilayah perbatasan darat, udara, maupun maritim.

Tantangan Optimalisasi Target Fiskal 2025

Menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global dan dinamika perdagangan internasional, jajaran Bea Cukai dituntut untuk bekerja lebih responsif. Penguatan digitalisasi sistem kepabeanan melalui optimalisasi platform Indonesia National Single Window (INSW) terus didorong agar proses pemeriksaan dokumen dan fisik barang menjadi lebih cepat, terukur, dan minim potensi penyalahgunaan wewenang.

Modernisasi sistem kepabeanan menjadi kunci utama untuk menyeimbangkan antara fungsi pengawasan yang ketat dan kemudahan berusaha bagi para pelaku industri. Di samping itu, Menkeu Suahasil Nazara juga menginstruksikan agar perbaikan integritas internal pegawai terus dijaga tanpa toleransi terhadap pelanggaran kode etik.

Dengan arah kebijakan yang tetap konsisten ini, Ditjen Bea dan Cukai optimistis mampu menuntaskan target anggaran negara, sekaligus menciptakan ekosistem perdagangan yang adil dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User