Sep 16, 2026
Nasional

Kemenag Dorong Kolaborasi Budaya Indonesia-Tiongkok untuk Peradaban Global

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi menyerukan pentingnya penguatan kerja sama kebudayaan dan keagamaan antara Indonesia

Kemenag Dorong Kolaborasi Budaya Indonesia-Tiongkok untuk Peradaban Global

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi menyerukan pentingnya penguatan kerja sama kebudayaan dan keagamaan antara Indonesia dan Tiongkok. Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas budaya antar kedua negara berpotensi besar menjadi pilar utama dalam membangun peradaban global yang damai, inklusif, dan harmonis di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks.

Menurut Prof. Kamaruddin, Indonesia dan Tiongkok memiliki keterikatan sejarah dan kebudayaan yang sangat panjang. Hubungan bilateral yang telah terjalin selama berabad-abad ini bukan sekadar relasi perdagangan atau investasi semata, melainkan juga pertukaran nilai-nilai kemanusiaan, seni, dan tradisi sosial. Kemenag menilai bahwa penguatan diplomasi budaya (soft power) menjadi instrumen krusial dalam mempererat rasa saling percaya (mutual trust) antar-masyarakat kedua negara.

Analisis Strategis Diplomasi Budaya dan Moderasi Beragama

Dalam lanskap hubungan internasional modern, pendekatan kebudayaan sering kali menjadi fondasi yang lebih tangguh dibandingkan kerja sama ekonomi atau politik yang dinamis. Prof. Kamaruddin menekankan bahwa kekayaan keberagaman etnis dan agama di Indonesia, serta warisan peradaban Tiongkok yang luhur, dapat disinergikan melalui berbagai program dialog interfaith dan simposium kebudayaan.

"Keberagaman budaya dan agama bukanlah faktor pemisah, melainkan kekayaan intelektual dan spiritual yang sanggup merajut perdamaian dunia," ujar Sekjen Kemenag Prof. Kamaruddin Amin. Ia menambahkan bahwa gagasan moderasi beragama yang gencar digaungkan Indonesia sangat selaras dengan semangat hidup berdampingan secara damai yang menjadi cita-cita bersama peradaban dunia.

Sektor Kerja Sama Fokus Utama Diplomasi Dampak Bagi Peradaban Global
Kebudayaan & Pendidikan Pertukaran pelajar, festival seni, riset riset bersama Meningkatkan pemahaman toleransi dan integrasi sosial antar-bangsa
Moderasi Beragama Dialog lintas iman, diplomasi nilai-nilai perdamaian Mencegah radikalisme dan memperkuat iklim perdamaian dunia
Ekonomi & Infrastruktur Investasi strategis, jalur perdagangan bilateral Menyediakan stabilitas pertumbuhan ekonomi kawasan Asia

Tahapan Pengembangan Kerja Sama Lintas Bangsa

Guna merealisasikan visi peradaban global tersebut, Kementerian Agama merumuskan langkah-langkah strategis yang mengombinasikan pendekatan edukatif, keagamaan, dan sosial-budaya. Langkah ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat di kedua negara:

  1. Penguatan Forum Dialog Lintas Agama: Menggelar konferensi tahunan yang melibatkan tokoh agama, akademisi, dan praktisi budaya dari Indonesia dan Tiongkok guna mendiskusikan nilai-nilai kemanusiaan universal.
  2. Pertukaran Pemuda dan Pelajar: Memperluas program beasiswa serta pertukaran mahasiswa dan santri untuk mempelajari kebudayaan, bahasa, dan sistem pendidikan di masing-masing negara.
  3. Riset Kebudayaan Nusantara-Tiongkok: Mendorong perguruan tinggi keagamaan untuk melakukan studi komparatif terkait jejak historis akulturasi budaya Tionghoa-Nusantara yang telah berlangsung sejak era Laksamana Cheng Ho.

Kemenag mencatat bahwa lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia saat ini sedang menempuh studi di berbagai universitas terkemuka di Tiongkok. Sementara itu, minat akademisi Tiongkok untuk mempelajari kebudayaan serta bahasa Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan hingga 25 persen dalam tiga tahun terakhir. Data ini membuktikan potensi besar diplomasi pendidikan dan kebudayaan sebagai perekat hubungan kedua bangsa.

Menatap Masa Depan Peradaban yang Inklusif

Kolaborasi kebudayaan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran seremoni diplomatik, melainkan menjelma menjadi aksi nyata dalam merespons berbagai krisis global, seperti ketimpangan sosial dan potensi konflik antarkelompok. Sinergi antara Indonesia—sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia—dan Tiongkok—sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia—dapat menjadi fondasi kokoh bagi tatanan dunia yang berkeadilan.

"Pembangunan peradaban global yang berkelanjutan membutuhkan komitmen kolektif. Ketika dua bangsa besar saling menghargai akar budayanya, maka stabilitas dan kedamaian dunia akan jauh lebih mudah diwujudkan,"

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User