Sep 16, 2026
Nasional

Selat Sunda — Tim SAR Kesulitan Cari 5 Jurnalis Hilang Akibat Kabut Tebal

LAMPUNG, Apaberita.com — Upaya pencarian terhadap 5 jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari terakhir operasi resmi Tim Search

Selat Sunda — Tim SAR Kesulitan Cari 5 Jurnalis Hilang Akibat Kabut Tebal

LAMPUNG, Apaberita.com — Upaya pencarian terhadap 5 jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari terakhir operasi resmi Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan pada Minggu (26/5). Proses evakuasi dan penyisiran masif yang melibatkan ratusan personel kini menghadapi kendala sangat berat akibat kabut tebal yang menyelimuti kawasan perairan, memangkas jarak pandang tim penyelamat hingga di bawah 100 meter.

Kelima insan pers tersebut sebelumnya melakukan perjalanan laut dalam rangka tugas peliputan khusus mengenai pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan maritim. Namun, kapal motor yang mereka tumpangi mendadak hilang kontak (lost contact) setelah dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda jalur pelayaran vital antara Pulau Jawa dan Sumatra tersebut.

Kronologi dan Perkembangan Operasi Pencarian

Sejak laporan kedaruratan diterima pada awal pekan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta perhimpunan nelayan lokal telah melakukan penyisiran secara intensif. Berikut adalah urutan kronologis upaya operasi pencarian selama tujuh hari terakhir:

  1. Hari Ke-1: Kapal jurnalis dinyatakan hilang kontak pada koordinat terakhir di sekitar perairan Pulau Sebesi. Tim SAR menerjunkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan penyisiran awal.
  2. Hari Ke-2 hingga Ke-3: Penemuan serpihan kayu kapal dan 2 unit rompi pelampung yang dikonfirmasi milik rombongan jurnalis di kawasan perairan selatan. Area pencarian langsung diperluas.
  3. Hari Ke-4 hingga Ke-6: Perluasan radius pencarian hingga 35 mil laut. Penggunaan teknologi multibeam echosounder dan helikopter dikerahkan meski harus berhadapan dengan gelombang laut setinggi 3,5 meter.
  4. Hari Ke-7 (Hari Terakhir): Fokus penyisiran berada di sektor perbatasan Selat Sunda dan Samudra Hindia, namun terhambat total oleh ketebalan kabut dan jarak pandang ekstrem.

Analisis Hambatan dan Evaluasi Data Lapangan

Koordinator Operasi SAR menyatakan bahwa tantangan terbesar pada hari penutupan ini murni disebabkan oleh faktor meteorologi yang tidak menentu. Kabut tebal yang turun di permukaan laut menciptakan risiko tinggi bagi keselamatan armada kapal penyelamat jika dipaksakan bermanuver dekat gugusan karang.

"Kabut tebal yang turun sejak dini hari menutupi seluruh permukaan perairan Selat Sunda. Jarak pandang kapal patroli kami kurang dari 100 meter, yang sangat berisiko bagi keselamatan navigasi armada penyelamat," tegas Alamsyah, Koordinator Field Operasi Basarnas di lokasi.

Berikut adalah perbandingan data teknis cakupan operasi pencarian selama dua fase utama pelaksanaan penyelamatan:

Parameter Operasi Fase Awal (Hari 1-3) Fase Akhir (Hari 4-7)
Radius Penyisiran 15 Mil Laut 35 Mil Laut
Jumlah Personel Gabungan 45 Personel 120 Personel
Rata-rata Tinggi Gelombang 1.5 - 2.0 Meter 2.5 - 3.5 Meter
Kondisi Jarak Pandang 3 - 5 Kilometer < 100 Meter (Terselimut Kabut)

Langkah Selanjutnya dan Respons Organisasi Kewartawanan

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR standar dilaksanakan selama 7 hari. Apabila hingga penutupan sore ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian aktif berpotensi ditutup dan dilanjutkan dengan status pemantauan pasif.

Sementara itu, perwakilan asosiasi jurnalis nasional terus memantau proses ini dari posko utama di Pelabuhan Merak. Mereka mengharapkan adanya keajaiban serta meminta koordinasi terus berjalan dengan para nelayan tradisional. "Kami sangat menghargai kerja keras Tim SAR Gabungan. Walaupun pencarian aktif berakhir, kami memohon bantuan armada nelayan yang melaut untuk tetap sigap melapor jika menemukan petunjuk sekecil apa pun," tutur Budi Santoso, perwakilan dari koalisi keselamatan jurnalis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User