BAZNAS Salurkan Rp 871 Juta untuk Penguatan Ekonomi Umat di Gresik

GRESIK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 871 juta bagi masyarakat di Kabupaten G...

BAZNAS Salurkan Rp 871 Juta untuk Penguatan Ekonomi Umat di Gresik

GRESIK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 871 juta bagi masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga program unggulan, yakni Zmart, Badan Usaha Milik Masjid (BUMi Masjid), dan Santripreneur.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar hadir dan menyaksikan langsung penyerahan bantuan kepada para penerima manfaat. Ia memberikan apresiasi atas langkah BAZNAS yang dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas.

"Kami mengapresiasi BAZNAS yang terus menghadirkan program pemberdayaan konkret di tingkat akar rumput. Zakat yang dikelola secara profesional terbukti mampu menjadi instrumen pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat," ujar Muhaimin dalam keterangannya.

Rincian Tiga Program Pemberdayaan

Berdasarkan keterangan resmi, bantuan sebesar Rp 871 juta itu dialokasikan untuk tiga program. Pertama, Zmart, yakni program penguatan usaha ritel mikro milik mustahik berupa toko kelontong yang dikelola dengan pendampingan manajemen modern. Kedua, BUMi Masjid, yaitu pembentukan badan usaha milik masjid agar rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga motor penggerak ekonomi jamaah. Ketiga, Santripreneur, program inkubasi kewirausahaan bagi para santri di lingkungan pondok pesantren.

Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyatakan penyaluran di Gresik merupakan bagian dari upaya berkelanjutan lembaganya mengubah mustahik menjadi muzakki melalui pemberdayaan produktif.

"Dana zakat tidak berhenti sebagai santunan konsumtif. Kami menindaklanjutinya menjadi modal usaha, pendampingan, dan akses pasar sehingga penerima manfaat mampu mandiri secara ekonomi," kata Noor Achmad.

Apresiasi terhadap Kolaborasi Pemerintah dan BAZNAS

Muhaimin menegaskan, kolaborasi antara kementeriannya dan BAZNAS akan terus diperkuat. Ia menilai model pemberdayaan berbasis masjid dan pesantren memiliki daya jangkau luas karena kedua institusi tersebut berakar kuat di masyarakat.

"Masjid dan pesantren adalah simpul kekuatan ekonomi umat. Bila dikelola dengan tata kelola yang baik, keduanya dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif," ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan program pemberdayaan serupa dapat direplikasi di daerah lain. Menurutnya, sinergi antara dana zakat, program pemerintah, dan kearifan lokal merupakan kunci mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Gresik sebagai Wilayah Strategis Pemberdayaan

Kabupaten Gresik dipilih sebagai lokasi penyaluran mengingat wilayah tersebut memiliki basis pesantren yang kuat serta sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang. Kombinasi keduanya dinilai menjadi modal sosial yang potensial bagi keberhasilan program.

Para penerima manfaat Zmart memperoleh dukungan berupa renovasi gerai, pengisian barang dagangan, serta pelatihan pencatatan keuangan. Sementara itu, melalui BUMi Masjid, pengurus masjid menerima bantuan modal untuk mengelola unit usaha seperti koperasi jamaah dan layanan kebutuhan pokok. Adapun program Santripreneur memberikan pelatihan keterampilan usaha dan modal awal bagi santri yang telah menyelesaikan pendidikannya.

Komitmen Perluasan Program

BAZNAS menyatakan komitmennya memperluas jangkauan ketiga program tersebut ke berbagai daerah di Indonesia. Lembaga negara tersebut mencatat potensi zakat nasional mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, sehingga penghimpunan dan pendayagunaan yang optimal diyakini mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Penyaluran bantuan di Gresik itu diakhiri dengan dialog antara Muhaimin, jajaran BAZNAS, pengurus masjid, serta para penerima manfaat mengenai tindak lanjut pendampingan usaha agar bantuan yang diberikan benar-benar berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User