Batam Perkuat Layanan HIV demi Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien
Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau, meluncurkan program penguatan layanan HIV/AIDS secara menyeluruh pada Jumat (9/5/2025) di Aula Kantor Wali Kota Batam. Program ini bertujuan untuk meningkat...
Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau, meluncurkan program penguatan layanan HIV/AIDS secara menyeluruh pada Jumat (9/5/2025) di Aula Kantor Wali Kota Batam. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV) melalui deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, serta pendampingan psikososial. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut melakukan pemeriksaan maupun berkonsultasi apabila memiliki faktor risiko. “Stigma adalah musuh kita bersama. Kami pastikan seluruh layanan gratis dan rahasia. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang hidup sehat dan produktif,” ujar Wali Kota Rudi.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr. Didi Kusmarjadi, M.Kes., memaparkan data bahwa hingga Desember 2024 terdapat 1.840 kasus HIV aktif di Batam dengan estimasi 2.300 ODHIV. Dari jumlah tersebut, baru 78% yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. “Target kami pada 2025 adalah cakupan ARV mencapai 95% sesuai target UNAIDS 95-95-95. Untuk itu, kami membuka 22 titik layanan tes HIV gratis di puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit,” jelas Didi.
Integrasi Layanan dan Pendekatan Komunitas
Langkah strategis utama program ini adalah integrasi layanan HIV dengan layanan kesehatan primer lainnya, seperti kesehatan ibu dan anak, TB, dan penyakit menular seksual. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batam, Ns. Rosmery, S.Kep., menjelaskan bahwa setiap puskesmas kini memiliki “Pojok VCT” (Voluntary Counseling and Testing) yang dilengkapi konselor terlatih serta alat tes cepat dengan hasil 15 menit. “Jika reaktif, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah atau RS Budi Kemuliaan untuk konfirmasi dan inisiasi ARV dalam dua hari kerja,” katanya.
Selain fasilitas fisik, Dinkes Batam menggandeng LSM peduli HIV seperti Yayasan Pelangi Kasih dan Komunitas Teman Sehat untuk memperkuat peer support. Ketua Yayasan Pelangi Kasih, Lisna Dewi, menyebut pihaknya menyediakan shelter bagi ODHIV yang mengalami kekerasan atau diskriminasi keluarga. “Kami mendampingi sekitar 120 ODHIV setiap bulannya. Dukungan psikososial terbukti meningkatkan kepatuhan minum ARV hingga 87%,” ujar Lisna.
Edukasi Publik dan Eliminasi Stigma
Program ini juga menekankan edukasi publik melalui kampanye “Batam Bebas Stigma HIV 2026”. Pemerintah kota menggandeng influencer lokal, tokoh agama, dan media. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Batam, Zulham Achtar, mengatakan akan melibatkan 1.200 kader PKK dan pemuda dalam pelatihan deteksi dini dan anti-stigma. “Kita ingin mengubah persepsi bahwa HIV bukan aib. Ini penyakit kronis yang bisa dikelola seperti diabetes,” ucap Zulham.
Anggaran program ini, menurut Sekretaris Daerah Batam, Jefridin Hamid, mencapai Rp 18,5 miliar yang bersumber dari APBD 2025 dan hibah Global Fund. Dana tersebut mencakup pengadaan ARV, reagen tes, serta honor konselor. “Kami pastikan pengelolaan dana akuntabel dengan pengawasan Inspektorat dan partisipasi masyarakat,” tegas Jefridin. Ke depan, Batam menargetkan zero new infection dan zero AIDS-related death pada 2030, sejalan dengan komitmen global Fast-Track Cities yang telah ditandatangani Batam sejak 2022.
[TAGS]: HIV Batam, layanan HIV, ODHIV, eliminasi stigma, ARV, Dinkes Batam, Global Fund, Fast-Track Cities [SOCIAL_TWEET]: Batam perkuat layanan HIV: 22 titik tes gratis, integrasi dengan layanan primer, dan shelter pendampingan. Wali Kota: Stigma musuh bersama. Target 95% ARV 2025! #HIV #Batam #EndStigma [SOCIAL_FB]: Untuk meningkatkan kualitas hidup ODHIV, Pemkot Batam resmikan 22 pojok VCT, gratis dan rahasia. Dinkes juga gandeng LSM untuk pendampingan psikososial serta edukasi 1.200 kader. Semua agar Batam capai zero new infection 2030. Simak liputan lengkapnya. [SOCIAL_TG]: 🏥 Batam serius tangani HIV. 22 titik tes gratis, hasil 15 menit. 78% ODHIV sudah jalani ARV, target 95% tahun ini. Stigma harus dihapus demi akses kesehatan setara. [SOCIAL_THREADS]: Di Batam, tes HIV bisa dilakukan di 22 puskesmas/klinik secara gratis dan rahasia. Pojok VCT dengan konselor siap membantu. Kampanye “Batam Bebas Stigma 2026” juga digencarkan lewat kader PKK. Karena HIV bukan aib, tapi penyakit kronis yang bisa dikelola. #HIVAwareness #EndingAIDS
Comments (0)