Ayah Wajib Hadir dalam Pengasuhan, Pesan Mensos di Hari Keluarga Nasional

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebuah kewajiban. Pesan ini disampaikan sa

Jul 08, 2026 - 18:38
0 0
Ayah Wajib Hadir dalam Pengasuhan, Pesan Mensos di Hari Keluarga Nasional

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebuah kewajiban. Pesan ini disampaikan saat ia memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di lingkungan kantor Kementerian Sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Peringatan tahun ini sengaja mengangkat tema 'Ayah Wajib Hadir', yang menurutnya merupakan refleksi mendalam tentang arah pembangunan keluarga Indonesia ke depan.

"Tema ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak. Ini menjadi refleksi bahwa pembangunan keluarga yang berkualitas memerlukan kemitraan yang setara antara ayah dan ibu dalam menjalankan fungsi keluarga," ujar Gus Ipul di hadapan peserta upacara, Senin (29/6/2026).

Kemitraan Setara sebagai Fondasi Keluarga Berkualitas

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa paradigma lama yang menempatkan ayah semata-mata sebagai pencari nafkah sudah harus ditinggalkan. Kehadiran ayah secara fisik dan emosional dalam keseharian anak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan psikologis buah hati. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan keterlibatan ayah yang aktif cenderung memiliki kemampuan problem-solving yang lebih baik, rasa percaya diri yang tinggi, serta lebih tangguh menghadapi tekanan.

Kemitraan setara antara ayah dan ibu dalam menjalankan fungsi keluarga menjadi kunci. Pengasuhan bukan lagi domain eksklusif ibu. Mulai dari mengganti popok, mendampingi belajar, hingga menjadi pendengar yang baik bagi anak, semua itu merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dinegosiasikan. Tema 'Ayah Wajib Hadir' hadir sebagai pengingat bahwa ketidakhadiran figur ayah dapat menciptakan celah emosional yang sulit terisi, bahkan berpotensi memicu berbagai permasalahan sosial di kemudian hari.

Momentum Perubahan Budaya Pengasuhan

Harganas ke-33 diharapkan menjadi momentum perubahan budaya pengasuhan di Indonesia. Pemerintah melalui kementerian terkait terus mendorong kebijakan yang ramah keluarga, termasuk cuti ayah yang memadai dan fleksibilitas kerja bagi para orang tua.

Perayaan ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi panggung untuk menyamakan persepsi bahwa keluarga yang kuat berawal dari peran yang seimbang antara ayah dan ibu. Investasi terbaik bangsa ada pada generasi penerus yang dibesarkan dalam kehangatan keluarga utuh, di mana ayah benar-benar hadir dalam setiap langkah pertumbuhan mereka.

Media kami, Apaberita.com, melaporkan langsung dari lingkungan peringatan tersebut bahwa antusiasme pegawai dan pemangku kepentingan yang hadir menunjukkan kesadaran kolektif yang semakin tumbuh akan pentingnya peran ganda orang tua dalam membentuk karakter bangsa dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User