Australia Gelontorkan AUD 40 Juta Demi Perluas Peluang Bisnis RI

Jakarta, 13 Juli 2026 – Pemerintah Australia secara resmi menggelontorkan dana baru sebesar AUD 40 juta untuk memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Peluncuran program Ka...

Jul 13, 2026 - 20:59
0 0
Australia Gelontorkan AUD 40 Juta Demi Perluas Peluang Bisnis RI

Jakarta, 13 Juli 2026 – Pemerintah Australia secara resmi menggelontorkan dana baru sebesar AUD 40 juta untuk memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Peluncuran program Katalis 2.0, yang berada di bawah payung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA), berlangsung di Raffles Jakarta pada Senin (13/7).

Program ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang telah berhasil memperkuat hubungan bisnis kedua negara. “Dana sebesar AUD 40 juta ini dialokasikan untuk memperkuat fondasi yang sudah terbangun dan membuka lebih banyak peluang baru bagi dunia usaha,” ujar Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite, di sela acara peluncuran.

Fase pertama, Katalis 1.0, dinilai telah membawa hasil positif dengan memfasilitasi sejumlah proyek percontohan di sektor agribisnis, kesehatan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan itu menjadi pijakan bagi perluasan cakupan di fase kedua yang lebih ambisius.

Fokus pada Inklusivitas dan Pengembangan UKM

Dalam tahap lanjutan ini, pemerintah Australia menegaskan komitmennya untuk menjangkau sektor yang lebih luas, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM), bisnis yang dikelola perempuan, serta kelompok-kelompok yang kurang terwakili. Thistlethwaite menjelaskan, pendekatan inklusif menjadi landasan agar manfaat perdagangan bilateral tidak hanya dinikmati pemain besar, tetapi juga menjangkau akar rumput ekonomi.

“Kami ingin memastikan UKM dan wirausaha perempuan bisa memanfaatkan akses pasar yang dibuka lewat IA-CEPA. Program ini menyediakan pendampingan, pelatihan keterampilan, dan jaringan yang akan membuat mereka lebih kompetitif,” tambahnya. Pemerintah Australia juga berencana menghubungkan langsung pelaku usaha dari kedua negara melalui forum bisnis dan misi dagang yang terencana.

Menghapus Hambatan dan Mendorong Mobilitas

Salah satu titik berat Katalis 2.0 adalah upaya sistematis untuk mengurangi hambatan nontarif dan meningkatkan kemudahan mobilitas pengusaha. Thistlethwaite menyatakan bahwa Australia tengah menyusun kebijakan untuk mempermudah pergerakan pebisnis Indonesia yang ingin berkunjung, berinvestasi, maupun bekerja di Australia. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para pelaku usaha Indonesia untuk memperluas operasi mereka di Negeri Kanguru,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, kemudahan mobilitas akan menjadi katalisator yang mempercepat realisasi investasi dan alih teknologi. “Pergerakan orang dan ide adalah kunci ekonomi modern. Jika itu lancar, maka perdagangan dan investasi akan mengikuti,” tegasnya.

Konteks Global dan Komitmen Jangka Panjang

Roro menyampaikan bahwa peluncuran Katalis 2.0 hadir di tengah situasi global yang penuh gejolak. Gangguan rantai pasok dunia, percepatan transformasi digital, serta ketidakpastian ekonomi akibat dinamika geopolitik menuntut adanya kemitraan yang kokoh. “Kemitraan Indonesia-Australia melalui IA-CEPA menunjukkan bahwa keterbukaan, kepercayaan, dan kolaborasi adalah fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sejak IA-CEPA mulai berlaku pada 5 Juli 2020, volume perdagangan kedua negara mencatat tren positif. Meski sempat terimbas pandemi, pemulihan terjadi dengan cepat seiring implementasi sejumlah program kerja sama. Katalis 1.0 telah memfasilitasi puluhan proyek percontohan di bidang agribisnis, kesehatan, dan pendidikan vokasi. Kini, dengan anggaran yang lebih besar, pemerintah Australia optimistis fase baru ini akan melipatgandakan dampaknya.

Thistlethwaite menambahkan, pihaknya akan terus mengidentifikasi peluang nyata melalui IA-CEPA. “Kami tidak hanya bicara kemitraan, tetapi juga mewujudkan hasil konkret: investasi yang teraplikasi, lapangan kerja yang terbentuk, dan keterampilan yang meningkat,” katanya. Program ini, menurut dia, sejalan dengan visi jangka panjang Australia untuk menjadi mitra utama Indonesia di kawasan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan, menegaskan akan memastikan pelaku usaha nasional siap memanfaatkan setiap peluang yang lahir dari kerja sama ini. Roro berharap, Katalis 2.0 dapat menjadi jembatan bagi lebih banyak produk Indonesia menembus pasar Australia dan sebaliknya.

Peluncuran tersebut dihadiri oleh perwakilan dunia usaha, asosiasi industri, dan pemangku kepentingan terkait yang antusias menyambut fase baru ini. Para pelaku usaha berharap akses yang lebih luas akan mempercepat diversifikasi ekspor dan memperkuat rantai nilai kawasan. Kedua pihak menegaskan, IA-CEPA bukan sekadar perjanjian di atas kertas, melainkan peta jalan yang terus dijalankan untuk kemakmuran bersama.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User