Atasi Macet gegara Truk, Jalan Bojonegara Cilegon Bakal Dilebarkan

Cilegon, Apaberita.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi Banten akan segera melebarkan Jalan Raya Bojonegara di Kota Cilegon. Langkah ini diambil untuk mengurai kemaceta

Jul 07, 2026 - 22:54
0 0
Atasi Macet gegara Truk, Jalan Bojonegara Cilegon Bakal Dilebarkan

Cilegon, Apaberita.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi Banten akan segera melebarkan Jalan Raya Bojonegara di Kota Cilegon. Langkah ini diambil untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi akibat tingginya volume kendaraan berat di kawasan industri dan pelabuhan tersebut.

Ruas jalan nasional sepanjang 31,42 kilometer ini merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai titik strategis. Jalan tersebut menjadi akses utama bagi kendaraan dari dan menuju kawasan industri Bojonegara, area pertambangan, serta Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBT). Tidak hanya dilintasi truk-truk besar pengangkut material dan logistik, ruas ini juga menjadi jalur harian warga untuk beraktivitas, termasuk menuju sekolah, puskesmas, dan fasilitas umum lainnya.

Kemacetan Kronis di Jalur Nasional

Selama bertahun-tahun, warga Cilegon dan para pengguna jalan mengeluhkan kondisi lalu lintas yang semakin padat. Percampuran arus kendaraan berat dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum kerap memicu antrean panjang, terutama pada jam sibuk. Kondisi geometrik jalan yang sempit dan minimnya bahu jalan membuat truk-truk besar sulit bermanuver sehingga memperparah tundaan.

“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang,” ujar Gubernur Banten Andra Soni, Selasa (7/7/2026).

“Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang,” ujar Gubernur Banten Andra Soni, Selasa (7/7/2026).

Pernyataan itu menegaskan urgensi penanganan ruas Bojonegara yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas ekonomi di Banten bagian barat. Data dari Dinas Perhubungan setempat menunjukkan bahwa volume lalu lintas harian di jalur tersebut mengalami peningkatan signifikan seiring ekspansi industri dan aktivitas bongkar muat di pelabuhan. Banyak truk kontainer dan kendaraan pengangkut batu bara yang harus berbagi ruang dengan kendaraan warga, menciptakan potensi kecelakaan dan memperlambat waktu tempuh.

Pelebaran jalan direncanakan akan menambah kapasitas ruas dari dua lajur menjadi empat lajur dua arah di sejumlah titik rawan. Selain itu, pemerintah juga akan membangun jalur khusus kendaraan berat di segmen tertentu untuk memisahkan arus logistik dari kendaraan pribadi warga. Harapannya, langkah ini dapat memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Pemprov Banten, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, telah memasukkan usulan pelebaran ini dalam program strategis daerah. Kementerian PU pun disebut telah melakukan survei teknis awal untuk menentukan kebutuhan pembebasan lahan dan desain rekayasa lalu lintas yang paling efektif. Pendanaan proyek akan mengandalkan skema APBN dan APBD, dengan target pengerjaan dimulai setelah seluruh tahap perencanaan rampung pada tahun anggaran mendatang.

Dukungan Pelaku Usaha dan Warga

Pelaku industri di kawasan Bojonegara menyambut baik rencana ini. Mereka menilai bahwa kemacetan selama ini telah menambah beban biaya logistik akibat keterlambatan pengiriman barang. Sementara itu, warga berharap pelebaran jalan tidak hanya menguntungkan sektor industri tetapi juga menyediakan trotoar yang layak dan penerangan jalan yang memadai untuk aktivitas pejalan kaki dan pesepeda.

Dengan total panjang lebih dari 31 kilometer, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pekerjaan jalan terbesar di Banten. Pemerintah menargetkan, setelah pelebaran selesai, waktu tempuh dari pusat Cilegon menuju kawasan pelabuhan bisa dipangkas hingga 30 persen. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota terus dimatangkan agar pembangunan nantinya berjalan tanpa hambatan dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh pengguna jalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User