Oct 13, 2026
Politik

Asmara Abigail Riset Langsung Kehidupan Pemandu Lagu untuk Sumpah Darah

JAKARTA — Aktris Asmara Abigail kembali menandai kiprahnya di layar lebar melalui film horor terbaru berjudul Sumpah Darah yang digarap sutradara Cornelio Sunny. Dalam produksi tersebut, Asmara meme...

Asmara Abigail Riset Langsung Kehidupan Pemandu Lagu untuk Sumpah Darah

JAKARTA — Aktris Asmara Abigail kembali menandai kiprahnya di layar lebar melalui film horor terbaru berjudul Sumpah Darah yang digarap sutradara Cornelio Sunny. Dalam produksi tersebut, Asmara memerankan tokoh utama berlatar belakang profesi pemandu lagu atau Lady Companion (LC). Demi menghadirkan akurasi karakter, tim produksi melakukan riset lapangan dengan mendatangi sejumlah tempat hiburan malam secara langsung.

Sunny menyatakan bahwa observasi tersebut tidak dilakukan secara dangkal. Ia menegaskan bahwa jajaran pemain, asisten sutradara, hingga dirinya sendiri terlibat penuh dalam proses penelusuran realitas kehidupan para pemandu lagu yang menjadi dasar cerita film ini.

"Kami benar-benar melakukan riset ke LC sungguhan. Bahkan waktu itu Asmara ikut, asisten sutradara ikut, pemain ikut, saya juga ikut. Jadi gerak-gerik pemain sebagai LC kurang lebih berdasarkan riset nyata," kata Sunny dalam keterangan pers di Jakarta Utara, Sabtu (10/10).

Ia menambahkan bahwa kunjungan tersebut murni bertujuan sebagai studi pendalaman karakter. Menurutnya, tim produksi hanya mengamati secara saksama bagaimana interaksi dan aktivitas para pemandu lagu di lingkungan kerja mereka, sehingga tidak ada agenda lain di luar kebutuhan riset.

Interaksi Langsung Jadi Kunci Pendalaman Karakter

Bagi Asmara Abigail, pendekatan riset lapangan menjadi fondasi penting untuk membangun karakter yang meyakinkan. Ia mengungkapkan bahwa ia dan tim berkesempatan mengobrol langsung serta berinteraksi santai dengan sejumlah pemandu lagu di lokasi, yang jumlahnya sekitar empat hingga lima orang.

"Kami ajak ngobrol, makan kacang bersama. Menurut saya sebagai aktor, menjadi LC adalah tantangan tersendiri, dan menjadi LC yang believable juga tantangan yang tidak mudah," ujar Asmara.

Aktris yang dikenal melalui sejumlah film bergenre horor dan drama tersebut menegaskan bahwa akurasi gestur, cara berbicara, hingga atmosfer keseharian para pemandu lagu menjadi perhatian utamanya. Ia ingin penonton melihat sosok manusia utuh di balik profesi yang kerap dipandang sebelah mata.

Soroti Kompleksitas Pilihan Hidup Perempuan

Cornelio Sunny menjelaskan bahwa ketertarikannya mengangkat kisah pemandu lagu berangkat dari keinginan menyoroti kompleksitas pilihan hidup perempuan secara jujur. Menurutnya, dinamika di balik profesi tersebut sangat beragam dan tidak dapat direduksi menjadi satu narasi tunggal.

"Saya memutuskan mengangkat karakter LC karena banyak sekali LC yang sebenarnya tidak mengalami kekerasan dalam rumah tangga, tetapi hidupnya juga berada dalam situasi tertentu. Apakah dia memilih menjadi LC, apakah dia terpaksa menjadi LC. Hal itu yang saya gali," tutur Sunny.

Ia menambahkan bahwa pilihan perempuan untuk menjadi pemandu lagu juga sah-sah saja apabila memang didasari kebahagiaan. Menurutnya, ada perempuan yang memilih jalan tersebut dengan sadar, ada pula yang berada dalam kondisi sebaliknya.

"Pilihan perempuan juga sah-sah saja kalau mau jadi LC dan dia bahagia, itu tidak masalah. Yang saya berusaha filmkan adalah kenyataan bahwa ada yang memilih, ada yang bahagia, ada juga yang tidak," lanjutnya.

Pendekatan Visual Menolak Eksploitasi Sensualitas

Sunny menegaskan bahwa pendekatan visual dalam Sumpah Darah menolak mengeksploitasi sensualitas tubuh perempuan. Ia menyatakan bahwa kamera diarahkan pada ruang personal dan kehidupan para pemandu lagu di balik panggung pertunjukan.

"Dalam film ini, cara saya menggambarkan Asmara sebagai LC tidak diarahkan pada hal sensual. Yang saya gambarkan adalah kehidupan mereka di balik performa. Ketika tampil mereka mungkin seksi, tetapi ketika pulang, ada sisi lain yang jarang terlihat," tegasnya.

Melalui film ini, produksi berharap dapat membuka ruang diskusi publik mengenai realitas sosial yang jarang diangkat ke layar lebar. Kombinasi riset lapangan yang mendalam dan pendekatan naratif yang humanis diharapkan menghasilkan karya yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberi perspektif baru bagi penonton.

Film Sumpah Darah diproduksi oleh Bushi Bros Film dan menandai kerja sama lanjutan antara Cornelio Sunny dan Asmara Abigail. Keduanya menyatakan komitmen untuk menghadirkan karya yang berpihak pada kejujuran cerita dan kedalaman karakter, sejalan dengan perkembangan industri perfilman nasional yang semakin terbuka pada tema-tema sosial kontemporer.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User