Sep 16, 2026
Nasional

AS Akui Kerusakan Fasilitas Akibat Serangan Iran Tembus Rp3,2 Triliun

WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi merilis estimasi kerugian material menyusul gelombang serangan yang dilancarkan

AS Akui Kerusakan Fasilitas Akibat Serangan Iran Tembus Rp3,2 Triliun

WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi merilis estimasi kerugian material menyusul gelombang serangan yang dilancarkan milisi pro-Iran ke sejumlah instalasi militer dan aset diplomatik Negeri Paman Sam di kawasan Timur Tengah. Total nilai kerusakan infrastruktur dan alutsista tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp3,2 triliun (sekitar US$200 juta).

Laporan audit internal militer AS menunjukkan bahwa rentetan serangan yang melibatkan drone kamikaze (UAV) serta roket presisi tinggi berhasil menembus perimeter pertahanan di beberapa pangkalan strategis di kawasan Irak, Suriah, dan perbatasan Teluk. Kerusakan mencakup fasilitas radar canggih, hanggar penyimpanan pesawat nirawak, pos komando taktis, hingga barak personel militer.

Kronologi dan Eskalasi Serangan di Pangkalan Strategis

Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat seiring tingginya intensitas serangan proksi dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data operasional komando pusat, eskalasi berlangsung melalui beberapa tahapan krusial:

  1. Gelombang Pertama — Serangan Drone Terkoordinasi: Milisi pro-Iran meluncurkan kawanan drone bunuh diri secara serentak yang menargetkan pangkalan udara di Irak barat dan Suriah timur, mengakibatkan kerusakan berat pada landasan pacu dan sistem komunikasi darat.
  2. Serangan Presisi Roket Artileri: Salvo roket terarah menghantam area logistik dan fasilitas radar pertahanan udara, memicu ledakan sekunder pada gudang amunisi lokal.
  3. Kerusakan Aset Diplomatik dan Pendukung: Pecahan proyektil dan benturan langsung mengenai perimeter kompleks diplomatik serta pos pengawasan perimeter pangkalan militer AS.
"Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan-serangan asimetris ini membutuhkan perbaikan infrastruktur berskala besar dan pembaruan sistem pertahanan pangkalan udara," ujar juru bicara Departemen Pertahanan AS dalam keterangan resminya.

Dampak Operasional dan Anggaran Pertahanan

Besarnya nilai kerugian hingga Rp3,2 triliun ini memaksa militer Amerika Serikat untuk merombak alokasi anggaran operasional darurat di kawasan Komando Pusat (CENTCOM). Selain biaya rekonstruksi fisik, sebagian besar dana akan dialokasikan untuk memulihkan sistem pertahanan udara terpadu yang mengalami penurunan efektivitas akibat serbuan drone murah namun masif.

Para pengamat militer menilai bahwa taktik peperangan asimetris yang diterapkan kubu Iran terbukti menimbulkan beban finansial yang signifikan bagi AS. Meskipun sistem intersepsi seperti Patriot dan C-RAM berhasil menembak jatuh sebagian besar ancaman, biaya satu rudal pencegat jauh melampaui harga drone penyerang.

  • Fasilitas Vital Terdampak: Pos pemantauan intelijen, instalasi radar jarak jauh, dan hanggar pemeliharaan alutsista.
  • Langkah Evaluasi: Penggelaran sistem jamming elektronik portabel dan penambahan kubah proteksi lapis baja di pangkalan terdepan.
  • Tuntutan Kongres: Parlemen AS mendesak peninjauan ulang transparansi anggaran pertahanan di kawasan rawan konflik Timur Tengah.

Kini Pentagon terus memperkuat kesiapsiagaan operasional guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan sembari mempercepat proses rehabilitasi instalasi yang terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User