Api Besar di TPA Kalideres, Empat Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta — Kebakaran melanda area pembuangan sampah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Selasa (8/11) siang. Peristiwa ini memicu respons cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelama...

Api Besar di TPA Kalideres, Empat Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta — Kebakaran melanda area pembuangan sampah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Selasa (8/11) siang. Peristiwa ini memicu respons cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta yang langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam. Api berhasil dipadamkan setelah melalui proses pemadaman intensif, dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Berdasarkan laporan yang diterima, titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.45 WIB oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di wilayah RT 03/RW 08, Kalideres. Kepulan asap hitam membubung tinggi, membuat warga panik dan segera melaporkan ke petugas. “Laporan masuk pukul 13.52 WIB. Kami langsung mengerahkan unit terdekat dari Pos Kalideres,” ujar Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Budi Cahyono, melalui keterangan tertulis.

Empat unit mobil pemadam kebakaran dengan 16 personel dikerahkan ke lokasi. Dua unit berasal dari Pos Kalideres, satu unit tambahan dari Pos Cengkareng, dan satu unit lainnya dari Pos Grogol Petamburan untuk memperkuat pasokan air. Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.05 WIB dan langsung memulai proses pemadaman. Medan yang dipenuhi tumpukan sampah kering dan material mudah terbakar membuat api cepat menjalar, namun berkat strategi penyekatan aliran udara, petugas dapat mengendalikan situasi.

“Api cukup besar karena tertiup angin dan material sampah yang mudah terbakar. Kami lakukan teknik pendinginan bertahap agar api tidak merambat ke permukiman warga yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi,”

tambah Budi. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 15.20 WIB, dilanjutkan dengan tahap pembasahan sisa bara selama satu jam untuk memastikan tidak ada titik api baru.

Penyebab Sementara dan Investigasi

Hingga Selasa petang, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada kelalaian manusia. Kepala Seksi Investigasi Insiden Kebakaran Gulkarmat DKI Jakarta, Mulyono, menyebut bahwa puntung rokok yang dibuang sembarangan di tumpukan sampah kering menjadi kemungkinan terbesar. “Kita sudah memeriksa saksi dan olah TKP. Indikasi kuat ini dipicu oleh sumber api terbuka dari luar, bukan korsleting atau gas,” jelasnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Kalideres juga telah memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi sementara tim laboratorium forensik mengambil sampel sampah. Kawasan pembuangan ini memang kerap dijadikan lokasi illegal dumping oleh warga sekitar, sehingga volume sampah menumpuk dan belum tertangani rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Dampak dan Kondisi Terkini

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran sempat membuat aktivitas di Jalan Daan Mogot tersendat karena asap tebal yang menutupi jalan. Polisi lalu lintas memberlakukan rekayasa buka-tutup selama satu jam. Warga di permukiman padat penduduk dekat lokasi dievakuasi sementara ke Masjid Al-Ikhlas yang berjarak 200 meter. “Kami takut api meloncat, jadi ibu-ibu dan anak-anak kita arahkan ke tempat lebih aman. Syukurlah petugas cepat datang,” kata Ketua RT 03, H. Ahmad Suyanto (62).

Sekitar pukul 16.30 WIB, situasi dinyatakan kondusif. Tidak ada bangunan rumah yang terdampak. Namun, tiga unit warung semi-permanen di pinggir TPA hangus terbakar, dan pemiliknya mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangan. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pemerintah kelurahan setempat mendata korban dan akan mengajukan bantuan kepada dinas sosial.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalui akun media sosialnya menyatakan akan segera membersihkan area pembuangan sampah dan mempercepat jadwal pengangkutan ke Bantargebang. “Kami imbau warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area terbuka. Perilaku ini berbahaya dan sering memicu kebakaran,” tulis keterangan resmi.

Respons dan Antisipasi Ke Depan

Peristiwa ini mendorong Sudin Gulkarmat Jakarta Barat meningkatkan patroli di enam titik rawan kebakaran lahan kosong dan TPA liar. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dalam pesan singkatnya menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan sistem deteksi dini berbasis warga. “Kami akan perkuat koordinasi dengan RT/RW dan kader pemadam api. Warga dapat melaporkan segera melalui aplikasi Jakarta Aman,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membidangi keamanan dan ketertiban, Nurhasan, mendesak pemprov menertibkan praktik pembuangan sampah liar yang kerap menjadi sumber bencana. “Ini bukan kali pertama. Harus ada penindakan tegas dan penambahan TPS resmi yang terjadwal,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Kebakaran di TPA liar sudah menjadi fenomena berulang di wilayah padat penduduk Jakarta. Data Gulkarmat mencatat sepanjang tahun 2022, sedikitnya 14 insiden serupa terjadi, dengan penyebab utama faktor kelalaian. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah di lahan terbuka dan segera melapor jika melihat titik api atau asap. Petugas akan terus bersiaga menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau yang masih berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User