Apel Kebangsaan di Monas: 11 Ribu Peserta Serukan Persatuan
JAKARTA — Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Komando Daerah Militer Jaya menggelar Apel Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dengan melibatkan sekitar 11.000 peserta dari...
JAKARTA — Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Komando Daerah Militer Jaya menggelar Apel Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dengan melibatkan sekitar 11.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen bersama menjaga persatuan, kesatuan, dan keamanan Ibu Kota di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang.
Apel kebangsaan itu diikuti perwakilan organisasi kemasyarakatan, pengemudi ojek dalam jaringan, serikat buruh, mahasiswa, pelajar, serta komponen masyarakat lainnya. Para peserta berkumpul di kawasan Monas sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di lapangan silang Monas dengan tertib dan khidmat.
Menegaskan Komitmen Persatuan Bangsa
Dalam amanatnya, pimpinan apel menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat keamanan dan seluruh komponen bangsa dalam merawat nilai-nilai kebangsaan. Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kita berkumpul di sini bukan sekadar untuk mengikuti apel, melainkan untuk menegaskan kembali komitmen kita sebagai anak bangsa. Jakarta adalah barometer nasional, sehingga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota harus kita jaga bersama," ujar pimpinan apel dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberagaman suku, agama, dan latar belakang profesi yang hadir dalam apel tersebut mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat secara bersama-sama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ojek Daring hingga Buruh Suarakan Persatuan
Perwakilan pengemudi ojek dalam jaringan yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian di tengah aktivitas keseharian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.
"Kami setiap hari berada di jalan dan bertemu banyak orang. Karena itu, kami berkomitmen ikut menjaga suasana tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar," kata seorang perwakilan pengemudi ojek dalam jaringan yang mengikuti apel tersebut.
Hal senada disampaikan perwakilan buruh. Mereka menegaskan bahwa kalangan pekerja memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas keamanan, mengingat iklim usaha dan ketenagakerjaan sangat bergantung pada situasi yang aman, damai, dan kondusif.
"Buruh menginginkan Jakarta yang aman, damai, dan kondusif. Tanpa keamanan, perekonomian akan terganggu dan pada akhirnya pekerja juga yang merasakan dampaknya," ucap perwakilan serikat buruh tersebut.
Sinergi TNI-Polri dan Komponen Masyarakat
Apel kebangsaan ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan masyarakat sipil. Kedua institusi keamanan itu menyatakan akan terus menindaklanjuti kegiatan serupa sebagai bagian dari pembinaan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat Ibu Kota.
Berdasarkan keterangan panitia, kegiatan tersebut tidak hanya berisi upacara dan amanat, tetapi juga diisi dengan deklarasi bersama serta pembacaan ikrar kebangsaan oleh perwakilan peserta. Ikrar itu berisi komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, menolak segala bentuk provokasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah peserta tampak membawa atribut merah putih dan spanduk bertuliskan ajakan menjaga persatuan. Suasana apel berlangsung tertib hingga kegiatan dinyatakan selesai dan seluruh peserta membubarkan diri dengan aman serta lancar.
Menjaga Jakarta sebagai Barometer Nasional
Polda Metro Jaya menyatakan bahwa keamanan Ibu Kota memiliki arti strategis bagi stabilitas nasional. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, termasuk penyebaran kabar bohong dan ujaran kebencian di ruang publik.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh kabar bohong dan ujaran kebencian. Mari jaga Jakarta bersama-sama, karena Jakarta yang aman adalah cerminan Indonesia yang damai," demikian pernyataan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Apel kebangsaan di Monas itu ditutup dengan doa bersama lintas agama serta penegasan kembali komitmen seluruh peserta untuk terus merawat persatuan dan kesatuan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Comments (0)