Apaberita.com, Jakarta – Sebuah kerusuhan mengerikan terjadi di sebuah penjara di Sri Lanka pada Minggu malam (5/7/202
Menurut laporan AFP, bentrokan pecah antara para narapidana yang diduga berasal dari dua geng narkoba yang saling bermusuhan. Polisi setempat membenarkan bahwa lebih dari 100 orang lainnya mengalami
Menurut laporan AFP, bentrokan pecah antara para narapidana yang diduga berasal dari dua geng narkoba yang saling bermusuhan. Polisi setempat membenarkan bahwa lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan itu, dan mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Negombo yang terletak di utara ibu kota Kolombo. Peristiwa tragis ini sontak menarik perhatian publik dan media internasional, karena tingginya jumlah korban jiwa dalam satu malam.
"Kami menerima 19 jenazah, dan lebih dari 100 narapidana serta penjaga yang terluka saat ini sedang mendapat perawatan," ujar Direktur Rumah Sakit Pushpa Gamlath, seperti dilansir Apaberita.com dari AFP, Senin (6/7/2026).
Kronologi Bentrokan Antar Geng
Pihak berwenang belum mengungkapkan secara rinci penyebab pecahnya bentrokan, namun dugaan kuat mengarah pada perebutan kendali wilayah di dalam penjara. Dua geng narkoba tersebut diduga telah lama berselisih, dan ketegangan memuncak hingga akhirnya meletus menjadi kekerasan massal. Kerusuhan sempat berlangsung selama beberapa jam sebelum aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi. Para saksi mata di dalam penjara menyebut bahwa suara teriakan dan benturan benda keras terdengar dari blok tahanan, sementara asap mengepul dari beberapa area yang dibakar oleh narapidana.
Kondisi Penjara yang Memperburuk Situasi
Sri Lanka belakangan ini memang menghadapi permasalahan serius terkait kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan. Sejumlah penjara di negara itu dilaporkan dihuni hingga melebihi tiga kali lipat dari kapasitas yang seharusnya. Kondisi ini kerap memicu gesekan di antara narapidana, ditambah dengan maraknya peredaran narkoba di balik jeruji besi. Kerusuhan terakhir dengan jumlah korban jiwa yang signifikan terjadi pada 2020, ketika sebuah insiden menewaskan 11 orang. Para pengamat menilai bahwa akar masalah seperti overkapasitas dan minimnya pengawasan justru menyuburkan rivalitas geng yang berujung pada tragedi ini.
Kementerian Kehakiman dan Lembaga Pemasyarakatan Sri Lanka berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengusut tuntas insiden ini. "Kami sangat menyesalkan jatuhnya korban jiwa. Langkah pengamanan maksimum akan segera diterapkan untuk mencegah kejadian serupa," ujar seorang juru bicara kementerian dalam keterangan tertulis.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di penjara tersebut telah berangsur kondusif, namun puluhan petugas masih berjaga ketat. Para korban luka dilaporkan sebagian besar menderita luka bacok dan tusuk yang diakibatkan senjata tajam rakitan. Penjara yang menjadi lokasi kerusuhan belum disebutkan secara resmi, namun kantor berita AFP mengonfirmasi bahwa fasilitas itu berada di wilayah barat laut Sri Lanka, dekat dengan kota Negombo. Kerusuhan ini pun menambah daftar panjang kekerasan di penjara yang kerap dipicu kondisi overkapasitas dan rivalitas geng yang sulit dikendalikan.
Comments (0)