Apaberita.com - Iran telah memasuki masa berkabung nasional menyusul wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi pemakaman yang digelar lebih dari empat bulan setelah kematiannya dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ini diproyeksikan akan dihadiri jutaan pelayat. Otoritas setempat menyebut rangkaian upacara ini sebagai “pemakaman abad ini”, menandai salah satu peristiwa duka paling masif dalam sejarah Republik Islam tersebut.

Jenazah Khamenei akan disemayamkan mulai Jumat (3/7) di Mosalla Agung Teheran, sebuah kompleks ibadah raksasa yang menjadi pusat spiritual dan politik ibu kota. Publik diperkirakan akan memadati loka

Jul 08, 2026 - 04:33
0 0
Apaberita.com  - Iran telah memasuki masa berkabung nasional menyusul wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi pemakaman yang digelar lebih dari empat bulan setelah kematiannya dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ini diproyeksikan akan dihadiri jutaan pelayat. Otoritas setempat menyebut rangkaian upacara ini sebagai “pemakaman abad ini”, menandai salah satu peristiwa duka paling masif dalam sejarah Republik Islam tersebut.

Jenazah Khamenei akan disemayamkan mulai Jumat (3/7) di Mosalla Agung Teheran, sebuah kompleks ibadah raksasa yang menjadi pusat spiritual dan politik ibu kota. Publik diperkirakan akan memadati lokasi tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir selama beberapa hari sebelum upacara puncak kenegaraan digelar pada Sabtu (4/7) di kota yang sama. Upacara kenegaraan itu akan dihadiri para pejabat tinggi Iran serta sejumlah delegasi asing yang menyatakan solidaritasnya.

Setelah prosesi di Teheran, jasad mantan pemimpin tertinggi itu akan diberangkatkan menuju kota kelahirannya, Mashhad. Rencananya, pemakaman definitif akan dilangsungkan pada Kamis (9/7) di kompleks makam suci kota tersebut, yang selama ini menjadi destinasi ziarah utama umat Syiah. Keputusan memakamkan Khamenei di Mashhad, bukan di ibu kota, dinilai sarat makna simbolis: menegaskan ikatan kuat sang pemimpin dengan akar tradisional dan keagamaan bangsa Iran.

“Ini bukan sekadar upacara duka, melainkan pernyataan identitas dan perlawanan,” ujar seorang juru bicara penyelenggara dalam keterangan yang dilansir media kami.

Serangan yang merenggut nyawa Khamenei terjadi lebih dari empat bulan silam, memicu gelombang ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Masa transisi kekuasaan yang berlangsung sejak itu membuat prosesi pemakaman baru dapat diselenggarakan sekarang, sekaligus menjadi momen konsolidasi politik internal. Penyelenggara memperkirakan arus pelayat akan datang dari seluruh provinsi, bahkan dari komunitas Syiah di luar negeri, sehingga aparat keamanan telah menyiapkan pengamanan berlapis di sepanjang rute prosesi dan titik-titik vital.

Mosalla Agung Teheran sendiri memiliki kapasitas hingga ratusan ribu orang, namun aparat menyiagakan kawasan perluasan untuk mengantisipasi lonjakan massa. Pemerintah juga membuka posko kesehatan, dapur umum, dan titik distribusi air bagi para pelayat yang diperkirakan menginap demi mengikuti seluruh tahapan ritual. Sementara itu, di Mashhad, otoritas lokal telah memperluas area parkir dan menyediakan transportasi gratis dari stasiun kereta menuju kompleks pemakaman guna mengurangi kemacetan.

Para analis menyoroti bahwa pemakaman berskala besar ini tidak hanya menjadi penghormatan terakhir bagi figur sentral selama tiga dekade terakhir, tetapi juga panggung demonstrasi solidaritas nasional di tengah tekanan eksternal. “Pemakaman abad ini,” sebagaimana dijuluki pemerintah Iran, sekaligus menjadi pesan bahwa stabilitas dan ideologi revolusi tetap bertahan meskipun pemimpin tertinggi telah tiada. Seluruh rangkaian acara akan disiarkan langsung oleh televisi nasional, menyatukan jutaan warga yang tidak dapat hadir secara fisik dalam duka bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User