Angin Kencang Kembali Terjang Medan, Posko Bantuan Bencana Rusak

Medan, 22 Agustus — Angin kencang kembali menerjang wilayah Kota Medan pada Sabtu (22/8), sehingga posko bantuan yang didirikan untuk melayani warga korban hujan badai Selasa (18/8) lalu ikut terban...

Aug 23, 2026 - 23:47
0 0
Angin Kencang Kembali Terjang Medan, Posko Bantuan Bencana Rusak

Medan, 22 Agustus — Angin kencang kembali menerjang wilayah Kota Medan pada Sabtu (22/8), sehingga posko bantuan yang didirikan untuk melayani warga korban hujan badai Selasa (18/8) lalu ikut terbang diterbangkan angin. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa angin kencang yang melanda tidak disertai hujan.

"Iya terbang, badai," kata Yunita saat dikonfirmasi pada Sabtu (22/8).

Rangkaian cuaca ekstrem di Kota Medan terjadi beruntun dalam kurun sepekan. Hujan badai pada Selasa (18/8) sebelumnya telah merusak sejumlah rumah warga dan mendorong pemerintah daerah mendirikan posko bantuan sebagai pusat penanganan. Posko tersebut digunakan untuk menyalurkan bantuan serta mendata kebutuhan warga yang rumahnya rusak. Namun, pada Sabtu (22/8), angin kencang kembali datang dan ikut merusak posko yang masih beroperasi di lapangan. Bantuan yang disalurkan melalui posko tersebut ditujukan bagi warga yang rumahnya rusak akibat hujan badai pekan sebelumnya.

Posko Bantuan Terbang Diterbangkan Angin Kencang

Yunita menjelaskan, angin kencang yang terjadi pada hari itu berlangsung tanpa disertai hujan. Meski demikian, kekuatan angin mampu mengangkat material bangunan, termasuk seng penutup rumah warga dan tenda posko bantuan. Material seng menjadi bagian bangunan yang paling banyak terdampak dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, tim BPBD Kota Medan masih berada di lapangan untuk memastikan kondisi warga terdampak serta mencatat kerusakan yang timbul akibat terjangan angin. Kendati tidak disertai hujan, angin kencang tersebut tetap menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan sarana penanganan bencana yang sedang beroperasi.

Satu Anak Alami Luka di Kecamatan Medan Johor

Di wilayah Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, angin kencang tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Seorang anak perempuan bernama Naila Bilqis Aini (10) mengalami luka-luka setelah tertimpa seng rumah yang terbang diterbangkan angin.

Setelah kejadian tersebut, Naila segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Berdasarkan keterangan BPBD Kota Medan, korban mengalami luka pada bagian kepala hingga membutuhkan 10 jahitan. Yunita membenarkan bahwa luka yang dialami korban berada pada bagian kepala.

"Untuk luka korban di bagian kepala bocor dengan 10 jahitan," ujar Yunita.

Yunita menegaskan bahwa pendataan terhadap warga terdampak di Kecamatan Medan Johor terus dilakukan. Tim BPBD Kota Medan bersama jajaran kecamatan dan kelurahan berada di lokasi untuk mendampingi warga serta memastikan penanganan korban berjalan dengan baik.

Kerusakan Rumah di Kecamatan Medan Tuntungan

Selain Kecamatan Medan Johor, dampak angin kencang juga dirasakan warga di Kecamatan Medan Tuntungan. Yunita menyatakan bahwa sejumlah rumah di kecamatan tersebut mengalami kerusakan akibat terjangan angin. Berdasarkan pendataan awal, satu rumah mengalami kerusakan pada bagian depan dan tengah dengan 20 lembar seng yang rusak.

BPBD Kota Medan menegaskan bahwa data tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara. Jumlah kerusakan rumah dapat bertambah seiring dengan berlanjutnya proses pendataan di sejumlah titik yang terdampak angin kencang. Yunita menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan camat dan lurah setempat untuk mempercepat pendataan serta memastikan penanganan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Pendataan Kerusakan Masih Berlangsung

Yunita menambahkan, BPBD Kota Medan saat ini sedang melakukan pendataan menyeluruh terkait kerusakan rumah yang diakibatkan angin kencang tersebut. Proses pendataan dilakukan satu per satu di setiap lokasi terdampak. Data lengkap mengenai jumlah rumah rusak dan kebutuhan warga belum dapat direkap karena pendataan masih berlangsung hingga malam hari. Hasil pendataan tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

"Sedang didata satu per satu. Data lengkapnya belum direkap, sedang berlangsung pendataan malam ini," pungkas Yunita.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Medan masih melakukan pendataan di lapangan. Yunita bersama Camat Medan Johor, Bachtiar, terpantau berada di lokasi bencana untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak. Kehadiran keduanya di lapangan menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan dampak angin kencang di wilayah setempat. Perkembangan terbaru mengenai jumlah kerusakan rumah dan kebutuhan bantuan warga akan disampaikan kepada publik setelah proses pendataan selesai dan data berhasil direkap secara keseluruhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User