707 Ribu Warga Jakarta Terima KJP, 15 Ribu Lainnya KJMU
Jakarta — Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menegaskan lebih dari 707.000 warga Jakarta telah menerima bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), sementara lebih dari 15.000 warga lainnya m...
Jakarta — Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menegaskan lebih dari 707.000 warga Jakarta telah menerima bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), sementara lebih dari 15.000 warga lainnya memperoleh alokasi Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Pernyataan tersebut disampaikan Arifin dalam sambutannya pada acara Jakarta Bersholawat yang digelar di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Arifin menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan fisik bangunan, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan dukungan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata.
Komitmen pada Pembangunan Manusia
Arifin menyampaikan bahwa kebijakan Gubernur DKI Jakarta menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu prioritas utama pemerintahan. Ia menjelaskan, pembangunan yang hanya berorientasi pada proyek fisik tidak akan bermakna apabila tidak diiringi dengan peningkatan kualitas hidup warga, khususnya di bidang pendidikan.
"Pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur dan fisik bangunan. Dukungan terhadap pembangunan manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen pemerintah provinsi," kata Arifin di hadapan ribuan warga yang hadir.
Menurut Arifin, sejumlah program bantuan yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta merupakan bentuk nyata dari komitmen tersebut. Melalui berbagai instrumen kebijakan, pemerintah daerah berupaya memastikan warga yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap layanan pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
Lebih dari 707 Ribu Penerima KJP
Pada bagian lain sambutannya, Arifin memaparkan capaian program bantuan pendidikan yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Ia menyebutkan lebih dari 707.000 warga Jakarta telah mendapatkan bantuan melalui KJP. Program ini, menurut dia, menjadi wujud dukungan pemerintah daerah di sektor pendidikan bagi peserta didik dari keluarga yang membutuhkan.
"Dukungan di sektor pendidikan terus kami perkuat. Saat ini lebih dari 707.000 warga Jakarta telah menerima manfaat Kartu Jakarta Pintar," ungkapnya.
KJP sendiri merupakan salah satu instrumen bantuan biaya pendidikan yang menyasar pelajar dari keluarga tidak mampu pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Program yang dikelola Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini disalurkan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, dengan pendataan penerima manfaat yang terus diperbarui. Melalui mekanisme ini, pemerintah daerah berupaya memastikan anak-anak usia sekolah dapat terus mengenyam pendidikan tanpa terhambat persoalan biaya.
15 Ribu Mahasiswa Dialokasikan KJMU
Selain KJP, Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan bantuan melalui KJMU bagi warga Jakarta yang tengah menempuh pendidikan tinggi. Arifin menyatakan lebih dari 15.000 penerima manfaat KJMU telah dialokasikan untuk warga yang memenuhi ketentuan.
"Bantuan berupa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul dialokasikan bagi lebih dari 15.000 warga Jakarta yang melanjutkan studi di perguruan tinggi," jelasnya.
KJMU merupakan program lanjutan dari skema bantuan pendidikan bagi warga Jakarta yang menempuh pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kehadiran program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya kuliah sekaligus mendorong lebih banyak anak muda Jakarta melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Ijazah Tertahan Menjadi Perhatian
Dalam sambutannya, Arifin juga menyoroti persoalan yang kerap dihadapi sejumlah keluarga, yakni tertahannya ijazah peserta didik di sekolah akibat keterbatasan kemampuan keuangan untuk melunasi kewajiban. Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta ikut hadir memberikan bantuan untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Ada anak-anak kita yang ijazahnya tertahan di sekolah karena belum mampu melunasi kewajiban untuk mengambilnya. Pemerintah provinsi turut memberikan bantuan untuk persoalan ini," pungkasnya.
Acara Jakarta Bersholawat yang berlangsung di kawasan Monas tersebut dihadiri ribuan warga yang memadati Lapangan IRTI. Suasana khidmat menyelimuti kawasan itu sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari pembacaan shalawat hingga doa bersama. Kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menjadi sarana pemerintah daerah menyampaikan perkembangan program-program sosial secara langsung kepada masyarakat.
Serangkaian bantuan yang disampaikan Arifin menegaskan arah kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik, tetapi juga menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi kemajuan ibu kota. Dengan berbagai program tersebut, pemerintah daerah diharapkan terus memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses pendidikan, sejalan dengan arah pembangunan yang menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus tujuan pembangunan.
Comments (0)