Andika Perkasa: Kepercayaan Publik ke Polri Naik Bukti Pembenahan Konsisten
Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa memberikan apresiasi tinggi terhadap peningkatan tingkat kepercayaan publik, citra positif, dan kepuasan masyarakat terhadap pelayan
Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa memberikan apresiasi tinggi terhadap peningkatan tingkat kepercayaan publik, citra positif, dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri. Hal ini merujuk pada hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Litbang Kompas. Menurut Andika, capaian ini merupakan buah nyata dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta dedikasi seluruh jajaran dalam menjalankan pembenahan di berbagai sektor.
“Yang jelas, Bapak Kapolri menunjukkan leadership yang sangat luar biasa. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat. Ini bukan sesuatu yang mudah karena diperoleh dari suara masyarakat melalui metode survei yang kredibel,” ujar Andika kepada awak media di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Andika menilai bahwa hasil survei semacam ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan langsung dari aspirasi masyarakat. Metodologi ilmiah yang digunakan, dengan pemilihan responden secara acak, menjadikan data tersebut semakin valid dan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Lebih jauh, ia menyoroti reputasi Litbang Kompas sebagai lembaga survei yang memiliki kredibilitas tinggi sehingga hasilnya layak dijadikan acuan dalam mengukur kinerja institusi penegak hukum.
Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, peningkatan kepercayaan publik tersebut tidak terlepas dari sejumlah program strategis yang digulirkan Kapolri Jenderal Sigit. Mulai dari penguatan transparansi penanganan perkara, perbaikan ekosistem pelayanan publik berbasis digital, hingga pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh langkah ini terintegrasi dalam upaya besar membangun Polri yang lebih profesional, modern, dan tepercaya (Presisi).
Andika menekankan bahwa di tengah tantangan berat yang dihadapi institusi kepolisian—seperti tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi dan sorotan media yang tajam—mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan publik merupakan indikator keberhasilan yang patut diapresiasi. “Ini menunjukkan bahwa pembenahan berjalan konsisten, tidak setengah-setengah. Publik bisa merasakan langsung dampak positifnya,” imbuhnya.
Beberapa bulan terakhir, survei serupa memang mencatat tren positif pada citra Polri. Selain Litbang Kompas, lembaga survei lain juga mengonfirmasi adanya peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian, khususnya di sektor pelayanan SIM, SKCK, dan pengaduan online. Respons cepat terhadap laporan masyarakat serta penindakan tegas terhadap personel yang melanggar kode etik menjadi dua faktor kunci yang mendorong persepsi baik tersebut.
Andika berharap momentum ini tidak hanya menjadi capaian sesaat, melainkan dijadikan pijakan untuk transformasi yang lebih mendalam. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut mengawal proses pembenahan Polri agar institusi Bhayangkara benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang paripurna. “Kepercayaan publik adalah aset paling berharga bagi institusi penegak hukum. Sekali didapat, harus terus dijaga dengan kerja keras dan integritas,” pungkasnya.
Comments (0)