Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Radius Aman Ditetapkan Tiga Kilometer
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan erupsi sebanyak dua kali pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Kejadian tersebut berlangsung di perairan Selat Sunda, La...
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan erupsi sebanyak dua kali pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Kejadian tersebut berlangsung di perairan Selat Sunda, Lampung, dan langsung ditindaklanjuti oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah setempat. Dalam rapat koordinasi darurat yang digelar pada pukul 21.00 WIB, keputusan untuk menetapkan radius bahaya sejauh tiga kilometer dari pusat kawah disahkan dan ditetapkan sebagai zona merah yang dilarang didatangi masyarakat.
Keputusan Rapat Koordinasi dan Status Bahaya
Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, PVMBG menyatakan bahwa status gunung api telah dinaikkan ke Level III atau Siaga. Kepala PVMBG, Kasbani, menegaskan bahwa peningkatan status tersebut merupakan langkah preventif setelah apparat pengamatan mencatat adanya guguran lava dan kolom abu vulkanik yang terpantau pada pukul 19.35 WIB dan 20.18 WIB. Dalam rapat yang berlangsung tertutup di Kantor PVMBG Bandung tersebut, tim ahli geologi menindaklanjuti data seismik yang menunjukkan tremor harmonik berkelanjutan dengan amplitudo mencapai 30 milimeter.
"Kami telah menetapkan radius larangan mendekat sejauh tiga kilometer dari pusat aktivitas vulkanik. Masyarakat di sekitar pesisir Lampung dan Banten diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya secondary seperti lahar hujan dan gelombang pasang," ujar Kasbani dalam keterangan resmi usai Rapat Koordinasi.
Keputusan yang disahkan dalam rapat tersebut juga mencakup penjagaan ketat di titik-titik evakuasi darurat yang telah disiapkan di Desa Sebali dan sejumlah wilayah pesisir lainnya. Tim SAR gabungan ditempatkan dalam posisi siaga untuk memastikan mobilitas warga dapat dikendalikan dengan cepat jika terjadi eskalasi.
Pemantauan Intensif dan Respons Fraksi DPRD
Sementara itu, pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara real-time melalui stasiun seismik dan CCTV termal yang terpasang di Pulau Sertung dan Pulau Rakata. Data yang dihimpun menunjukkan deformasi tubuh gunung mengalami perubahan yang signifikan sejak pekan lalu, dengan percepatan inflasi mencapai lima sentimeter per hari. Tim vulkanolog menyatakan bahwa tekanan magma di dalam kubah lava masih berada pada tingkat tinggi, sehingga kemungkinan terjadi erupsi eksplosif lanjutan tidak dapat diabaikan.
Di sisi politik, kebijakan tanggap darurat tersebut mendapat perhatian serius dari berbagai Fraksi di DPRD Provinsi Lampung. Dalam agenda Pleno paripurna yang digelar secara insidentil pada Selasa dini hari, sejumlah anggota dewan menyatakan perlunya sinkronisasi anggaran penanggulangan bencana antara pemerintah pusat dan daerah. Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Golkar secara bersamaan menegaskan bahwa pemda harus segera menyalurkan dana tak terduga sesuai dengan mekanisme yang berlaku, tanpa menunggu proses administrasi yang berbelit.
"Pleno tadi malam menghasilkan kesepakatan agar Bupati dan Gubernur segera menindaklanjuti rekomendasi PVMBG dengan menerbitkan peraturan darurat tertulis. Kami tidak ingin terulangnya keterlambatan respons seperti pada kejadian tahun-tahun sebelumnya," tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung, Budi Santoso, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Lampung.
Lebih lanjut, dalam rapat koordinasi lanjutan yang diikuti oleh unsur TNI, Polri, dan dinas terkait, pihak keamanan menyatakan telah mengerahkan dua kapal patroli untuk mengawasi pergerakan nelayan di sekitar perairan Krakatau. Langkah tersebut ditetapkan untuk mencegah adanya korban jiwa akibat kelalaian warga yang nekat mendekati zona berbahaya.
Imbauan Evakuasi dan Kesiapsiagaan
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, sebagai wilayah terdekat dengan pusat aktivitas, telah membuka posko pengungsian di tiga titik utama. Jumlah warga yang berada dalam radius tiga kilometer tercatat sebanyak 2.450 jiwa yang tersebar di lima dusun pesisir. Kepala BPBD Lampung Selatan, dr. H. Ahmad Rifai, M.Si., menegaskan bahwa proses evakuasi bersifat sukarela namun sangat disarankan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007, pemda setempat berwenang melakukan relocasi sementara jika parameter keamanan telah terpenuhi. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat erupsi tersebut. Namun, tim vulkanolog tetap berjaga di pos pengamatan darurat yang didirikan di Tanjung Lesung untuk memastikan setiap perubahan aktivitas dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah mitigasi yang tepat.
PVMBG kembali menyatakan bahwa masyarakat harus mengutamakan keselamatan dengan mematuhi seluruh keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi. Seluruh akses menuju area konservasi Gunung Krakatau ditutup total hingga batas waktu yang akan dievaluasi kembali setelah aktivitas gunung api menunjukkan penurunan yang stabil selama 48 jam ke depan.
Comments (0)