Akui Bukan Tentara, Pemotor Jajah Trotoar di Depok Ungkap Profesi Aslinya

KOTA DEPOK, Apaberita.com — Kasus viral seorang pemotor yang nekat melintasi trotoar dan melawan arus di Jalan Kartini, Kota Depok, akhirnya menemui titik terang. Sosok yang sebelumnya mengaku seba

Jul 08, 2026 - 04:32
0 0
Akui Bukan Tentara, Pemotor Jajah Trotoar di Depok Ungkap Profesi Aslinya

KOTA DEPOK, Apaberita.com — Kasus viral seorang pemotor yang nekat melintasi trotoar dan melawan arus di Jalan Kartini, Kota Depok, akhirnya menemui titik terang. Sosok yang sebelumnya mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu akhirnya buka suara dan menyampaikan klarifikasi resmi di hadapan aparat berseragam. Pengakuan mengejutkan pun terungkap: ia bukanlah seorang prajurit.

Syaiful Anwar, pria yang sebelumnya sempat membuat heboh media sosial dan menjadi perbincangan warga Depok, secara tegas membantah bahwa dirinya adalah bagian dari institusi militer. Dalam kesempatan klarifikasi yang digelar pada Minggu (5/7/2026), Syaiful mengungkapkan jati diri dan profesi sebenarnya yang selama ini ia jalani.

"Saya Syaiful Anwar, pekerja marketing. Ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa," ungkap Syaiful dengan nada penyesalan saat berdiri di samping anggota TNI yang mendampingi proses klarifikasi tersebut.

Pengakuan tersebut sekaligus mematahkan klaim sepihak yang sempat ia lontarkan dalam video amatir yang beredar luas. Dalam rekaman yang menjadi viral itu, Syaiful terlihat bersitegang dengan pejalan kaki yang menegur tindakannya. Ketika dimintai pertanggungjawaban, ia dengan enteng menyebut dirinya sebagai tentara, sebuah pengakuan yang kini terbukti hanya akal-akalan untuk lepas dari situasi.

Trotoar Jalan Kartini yang menjadi lokasi kejadian memang dikenal sebagai jalur pejalan kaki yang cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk. Aksi Syaiful yang mengendarai sepeda motor di atas trotoar sambil melawan arus lalu lintas jelas membahayakan keselamatan pejalan kaki dan melanggar aturan berlalu lintas. Lebih dari itu, tindakan mengaku-ngaku sebagai anggota TNI merupakan pelanggaran serius yang dapat mencoreng wibawa institusi negara.

Dalam pernyataan maafnya, Syaiful menyampaikan penyesalan mendalam atas dua kesalahan besar yang telah ia perbuat. Pertama, ia meminta maaf kepada seluruh jajaran dan institusi TNI karena telah mencemarkan nama baik korps berseragam cokelat tersebut. Kedua, ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pejalan kaki yang merasa dirugikan dan terancam keselamatannya akibat ulahnya menerobos trotoar.

Meski Syaiful telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, publik masih menanti langkah selanjutnya dari aparat berwenang. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa setiap tindakan di jalan raya harus mengutamakan keselamatan bersama, dan mengaku sebagai aparat negara tanpa hak adalah tindakan yang dapat berimplikasi hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User