Oct 13, 2026
Politik

53 Jemaah Umrah Makassar Batal Terbang ke Madinah

MAKASSAR — Sebanyak 53 calon jemaah umrah yang akan diberangkatkan oleh PT Mudah Menuju Baitullah batal terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah pene...

53 Jemaah Umrah Makassar Batal Terbang ke Madinah

MAKASSAR — Sebanyak 53 calon jemaah umrah yang akan diberangkatkan oleh PT Mudah Menuju Baitullah batal terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah penerbangan lanjutan menuju Madinah mengalami pembatalan. Rencana keberangkatan puluhan jemaah tersebut tertunda dan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai penundaan keberangkatan rombongan calon jemaah umrah tersebut. Menurutnya, seluruh calon jemaah semula dijadwalkan menempuh rute Makassar–Kuala Lumpur dengan maskapai Malaysia Airlines MH846 sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.

"Sebanyak 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah mengalami penundaan keberangkatan dan tidak diberangkatkan pada penerbangan tersebut," kata Ruly kepada wartawan di Makassar.

Ruly menjelaskan, penerbangan Malaysia Airlines MH846 dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Kuala Lumpur pada hari tersebut mengangkut total 83 penumpang. Dari jumlah itu, tercatat 30 penumpang reguler dan 52 orang merupakan calon jemaah umrah. Data tersebut menjadi dasar pemantauan operasional penerbangan oleh otoritas bandara.

Penerbangan Lanjutan ke Madinah Dibatalkan

Berdasarkan keterangan Ruly, rombongan calon jemaah umrah tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Madinah karena penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 dengan rute Kuala Lumpur–Madinah juga mengalami pembatalan terbang. Kondisi itu membuat seluruh rencana perjalanan ibadah umrah rombongan tersebut tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal semula.

Ia menerangkan, pada hari yang sama tidak terdapat maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Madinah maupun Jeddah. Karena itu, calon jemaah umrah dari Makassar harus menempuh rute transit melalui Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum diberangkatkan ke tanah suci.

"Untuk hari ini, hanya terdapat penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur dengan penumpang sebanyak 83 orang. Dari 83 penumpang itu, tercatat 30 reguler dan 52 orang adalah calon jemaah umrah," ujarnya.

Ruly menyatakan, pihak pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus memantau perkembangan informasi terkini. Bandara juga disebut berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi potensi dampak terhadap operasional penerbangan.

Imbauan kepada Jemaah dan Keluarga

Dalam rapat koordinasi internal, pihak bandara mengimbau seluruh calon jemaah umrah dan keluarga agar senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing. Langkah itu dinilai penting agar jemaah memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal keberangkatan serta ketentuan perjalanan yang berlaku.

"Kami mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal keberangkatan dan ketentuan perjalanan," imbuh Ruly.

Pengelola bandara menegaskan bahwa pemantauan terhadap dinamika penerbangan internasional akan dilakukan secara berkelanjutan. Koordinasi lintas instansi disiapkan untuk memastikan setiap perubahan jadwal dapat diinformasikan secara cepat kepada penumpang, termasuk rombongan calon jemaah umrah yang terdampak.

Dampak terhadap Rencana Keberangkatan

Pembatalan penerbangan lanjutan tersebut berdampak langsung terhadap rencana keberangkatan 53 calon jemaah umrah yang telah menunggu di Bandara Sultan Hasanuddin. Penundaan ini menuntut penjadwalan ulang oleh pihak penyelenggara perjalanan agar jemaah dapat diberangkatkan pada kesempatan berikutnya.

Hingga informasi terakhir, belum terdapat keterangan resmi mengenai jadwal pengganti bagi rombongan calon jemaah umrah PT Mudah Menuju Baitullah. Pihak bandara menyerahkan proses penjadwalan ulang kepada maskapai dan penyelenggara perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menegaskan komitmennya menjaga kelancaran pelayanan penumpang selama periode penyesuaian jadwal penerbangan internasional. Seluruh pihak diminta menunggu informasi resmi agar tidak terjadi penumpukan penumpang di area keberangkatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User