50 Ribu Pengguna Shopee Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Jakarta
Jakarta — Shopee Indonesia, salah satu platform e-commerce terbesar di Tanah Air, pada Minggu, 27 Juli 2026, menyelesaikan inisiatif pelestarian pesisir dengan menanam 2.000 bibit mangrove di kawasa...
Jakarta — Shopee Indonesia, salah satu platform e-commerce terbesar di Tanah Air, pada Minggu, 27 Juli 2026, menyelesaikan inisiatif pelestarian pesisir dengan menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan hutan mangrove Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan puncak dari program partisipatif yang melibatkan 50 ribu pengguna platform dalam kurun waktu satu bulan terakhir, di mana setiap pengguna dapat berkontribusi melalui donasi poin atau pengumpulan koin virtual yang tersedia di aplikasi.
Penanaman dilakukan secara serentak di lahan konservasi seluas dua hektare yang berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang hadir dalam seremoni penanaman menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta seperti ini menjadi kunci percepatan rehabilitasi ekosistem pesisir yang terus mengalami tekanan akibat abrasi dan aktivitas pembangunan. “Kami mengapresiasi langkah Shopee yang tidak hanya memberikan dana, tetapi juga merangkai partisipasi publik secara digital. Model ini bisa direplikasi oleh korporasi lain untuk menjawab tantangan lingkungan perkotaan,” ujar pejabat tersebut dalam sambutannya.
Mekanisme Partisipasi Pengguna
Head of Public Policy & Government Relations Shopee Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima di lokasi, menyatakan bahwa 50 ribu pengguna yang terlibat berasal dari 34 provinsi. Mereka berpartisipasi melalui dua cara: mengumpulkan koin "Shopee Tebar Kebaikan" setiap kali bertransaksi, atau menggunakan fitur "Donasi Hutan Mangrove" yang diluncurkan khusus pada periode 20 Juni hingga 20 Juli 2026. Setiap 5.000 koin yang terkumpul setara dengan satu bibit mangrove, dan dalam tempo satu bulan terkumpul dana yang cukup untuk 2.000 bibit beserta biaya perawatan selama tiga tahun pertama.
“Kami tidak sekadar mengajak masyarakat membeli bibit. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap transaksi yang dilakukan di platform kami dapat berdampak positif bagi lingkungan. Angka 50 ribu partisipan adalah bukti bahwa kesadaran publik soal lingkungan sudah sangat tinggi dan kami hanya memfasilitasi,” tegasnya.
Dampak Ekologis dan Strategis
Berdasarkan data teknis dari tim konservasi yang terlibat, 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina yang ditanam akan mampu menyerap hingga 12 ton karbon dioksida per tahun setelah mencapai usia produktif dalam lima tahun ke depan. Selain fungsi penyerapan karbon, kawasan mangrove hasil rehabilitasi ini ditargetkan menjadi habitat bagi 40 spesies burung dan 15 spesies biota laut yang sebelumnya mulai jarang ditemukan di perairan Teluk Jakarta.
Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang turut memantau kegiatan ini menyebut bahwa penanaman mangrove di Jakarta Utara memiliki urgensi tinggi. “Pantai Jakarta kehilangan hampir 60 persen tutupan mangrove dalam dua dekade terakhir. Setiap 1.000 bibit yang berhasil tumbuh dewasa dapat mengurangi potensi banjir rob hingga 30 persen di kawasan pesisir sekitarnya. Intervensi korporasi seperti ini sangat kita perlukan,” ungkapnya.
Komitmen Keberlanjutan Shopee
Program penanaman mangrove ini bukanlah yang pertama digelar Shopee. Pada tahun 2025, platform ini juga menanam 1.500 bibit mangrove di Semarang dan Surabaya dengan melibatkan 35 ribu pengguna. Realisasi di Jakarta kali ini menandai eskalasi target partisipasi publik dan lokasi konservasi, sejalan dengan peta jalan keberlanjutan perusahaan yang menargetkan keterlibatan 1 juta pengguna dalam program lingkungan pada 2028.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis yang digelar sebelum penanaman, disepakati bahwa seluruh bibit akan dipantau setiap bulan melalui sistem pemantauan berbasis drone dan sensor kelembaban tanah yang dipasang di lokasi. Data pertumbuhan akan dilaporkan kepada publik melalui kanal resmi Shopee sebagai bentuk transparansi. Keputusan ini diambil untuk menindaklanjuti temuan bahwa tingkat keberhasilan hidup mangrove tanpa pemantauan ketat seringkali hanya mencapai 40 persen.
Sejumlah anggota Fraksi DPRD DKI Jakarta yang menghadiri kegiatan ini menyatakan dukungannya terhadap model kolaborasi multipihak. “Ini adalah contoh konkret bagaimana swasta, pemerintah, dan masyarakat bisa duduk bersama mengerjakan satu agenda. Kami akan dorong agar ada payung hukum yang mempermudah terus inisiatif serupa,” ujar seorang legislator dari Komisi D yang menangani bidang lingkungan hidup.
Kegiatan berakhir dengan pelepasan 50 ekor anakan burung kuntul dan penyemaian simbolis oleh perwakilan pengguna Shopee yang diundang langsung dari lima provinsi dengan partisipasi tertinggi. Shopee juga mengumumkan bahwa program donasi serupa akan kembali dibuka pada kuartal keempat tahun ini dengan target lokasi di Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau.
Comments (0)