MAGELANG — Sebanyak 167 orang di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah diduga mengonsumsi es buah. Dari jumlah tersebut, 98 orang di antaranya menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara sisanya mendapatkan penanganan rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan setempat. Gejala yang paling dominan dilaporkan adalah diare dan muntah-muntah yang muncul secara bersamaan dalam waktu berdekatan.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga dengan menurunkan tim kesehatan lintas sektor. Ia menyatakan bahwa seluruh pasien yang dirawat telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, dan pemantauan terhadap kondisi korban terus dilakukan secara berkala oleh instansi terkait.
"Kami memastikan seluruh korban mendapatkan layanan kesehatan yang optimal. Tim medis kami diterjunkan untuk memantau perkembangan kondisi para pasien, dan kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab pasti kejadian ini," ujar Grengseng saat meninjau pasien di RSUD Merah Putih, Rabu (14/10/2026).
Tim Kesehatan Dikerahkan ke Lokasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban berasal dari beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang. Mereka diduga mengonsumsi es buah yang dijual pada sebuah kegiatan yang berlangsung sebelum gejala mulai muncul. Dinas Kesehatan setempat bersama Puskesmas di wilayah terdampak telah membuka pos layanan untuk mempermudah warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Magelang juga menyatakan telah mengambil sampel sisa makanan dan bahan baku untuk diuji di laboratorium. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyebab keracunan, apakah bersumber dari bahan baku, proses pengolahan, atau kondisi kebersihan pada saat penyajian. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat menjadi dasar penetapan langkah penanganan lebih lanjut.
Ratusan Warga Jalani Perawatan
Data sementara menunjukkan dari 167 orang yang melaporkan gejala, 98 di antaranya harus dirawat di rumah sakit karena kondisi yang membutuhkan pengawasan medis. Sejumlah pasien dilaporkan mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare yang berlangsung terus-menerus. Tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terus memberikan cairan serta obat sesuai indikasi klinis masing-masing pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memetakan sebaran kasus dan mengidentifikasi sumber penularan. Penyelidikan itu mencakup wawancara dengan pasien, penelusuran riwayat konsumsi, serta pemeriksaan terhadap lokasi penjualan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala serupa. Penanganan dini sangat menentukan kesembuhan pasien," tegasnya.
Pemkab Koordinasi Lintas Instansi
Pemerintah Kabupaten Magelang menyatakan akan menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta instansi penegak ketertiban untuk membahas hasil temuan sementara. Rapat tersebut juga akan merumuskan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang, termasuk penguatan pengawasan terhadap produk pangan yang dijual di ruang publik.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengabaikan kejadian ini. Ia menyatakan akan menindaklanjuti setiap rekomendasi dari hasil penyelidikan, termasuk kemungkinan penetapan status tertentu apabila diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Keputusan apapun akan kami ambil berdasarkan hasil kajian dan rekomendasi dari instansi teknis. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga," tutur Grengseng.
Pemerintah daerah membuka saluran informasi bagi warga yang ingin melaporkan keluhan kesehatan berkaitan dengan kejadian tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tim medis dan instansi terkait masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan serta memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama produk yang dijual pada kegiatan keramaian. Higienitas pengolahan dan penyajian menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.
Comments (0)