14 Daerah di Jateng Tetapkan Siaga Kekeringan, 129 Juta Liter Air Disiapkan

Sebanyak 14 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan menyusul meluasnya dampak kemarau panjang yang mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat....

Jul 13, 2026 - 17:44
0 0

Sebanyak 14 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan menyusul meluasnya dampak kemarau panjang yang mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah setempat telah menggelar serangkaian langkah mitigasi terpadu, termasuk meningkatkan alokasi bantuan air bersih menjadi 129 juta liter sepanjang musim kemarau tahun ini.

Keputusan penetapan status siaga tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan yang digelar di Semarang pada awal pekan ini. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah bersama kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Rincian Wilayah Terdampak dan Dasar Penetapan Status

Keempat belas daerah yang telah menetapkan status siaga kekeringan tersebar di berbagai wilayah eks-karesidenan di Jawa Tengah. Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta.

Penetapan status siaga darurat di masing-masing daerah didasarkan pada hasil asesmen lapangan yang menunjukkan penurunan signifikan ketersediaan air permukaan dan air tanah. Sejumlah desa di wilayah tersebut dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi dasar.

Keputusan Kepala Daerah masing-masing wilayah menetapkan status siaga melalui surat keputusan yang dikeluarkan setelah mempertimbangkan rekomendasi teknis dari BPBD setempat. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, dalam keterangan tertulisnya, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mekanisme standar penanganan bencana yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Strategi Distribusi 129 Juta Liter Air Bersih

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan komitmennya untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di seluruh wilayah terdampak kekeringan. Total alokasi bantuan yang disiapkan mencapai 129 juta liter, jumlah yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 100 juta liter.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan armada tangki yang dimiliki pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta dukungan dari lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta. "Kami telah menyiapkan mekanisme dropping air bersih yang terkoordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih distribusi antarwilayah. Setiap daerah telah memetakan desa-desa prioritas berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan air," ujarnya.

Distribusi diprioritaskan pada desa-desa yang masuk dalam kategori rawan kekeringan tinggi dan sangat tinggi berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BPBD. Data menunjukkan bahwa sedikitnya 835 desa di 144 kecamatan di Jawa Tengah masuk dalam kategori wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Koordinasi Lintas Sektor dan Pelibatan Berbagai Pihak

Menindaklanjuti penetapan status siaga di 14 daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk mengaktifkan posko penanggulangan kekeringan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Posko ini berfungsi sebagai pusat komando, kendali, dan koordinasi penyaluran bantuan serta pemantauan situasi di lapangan secara real-time.

BPBD Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa koordinasi lintas sektor melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan kebencanaan. "Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan melalui laporan berkala dari BPBD kabupaten/kota. Jika diperlukan, kami siap memperpanjang masa tanggap darurat dan menambah kuota bantuan air bersih," tegas Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah turut diterjunkan untuk melakukan pengawasan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat. Pemeriksaan sampel air dilakukan secara berkala guna memastikan air yang disalurkan memenuhi standar kesehatan dan layak konsumsi.

Dampak Kekeringan terhadap Sektor Pertanian dan Ekonomi

Selain mengancam ketersediaan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga, kemarau panjang juga mulai berdampak pada sektor pertanian di sejumlah wilayah. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah melaporkan bahwa ratusan hektare lahan pertanian di beberapa kabupaten mulai mengalami kekurangan pasokan air irigasi. Kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi dan palawija, pada musim tanam kali ini.

Pemerintah daerah di wilayah terdampak telah mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan. Beberapa daerah juga mulai mengoperasikan pompa air untuk menyedot cadangan air dari sungai-sungai yang masih memiliki debit memadai.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan melaporkan segera jika mengalami krisis air bersih melalui aparat desa atau posko penanggulangan bencana terdekat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User