XLSmart Rebut Frekuensi Emas 700 MHz, Tebus Rp 1 Triliun
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menuntaskan lelang spektrum pita 700 MHz dan 2,6 GHz yang berlangsung ketat pada awal 2026. Dalam prose
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menuntaskan lelang spektrum pita 700 MHz dan 2,6 GHz yang berlangsung ketat pada awal 2026. Dalam proses yang diikuti oleh tiga operator seluler besar—XL Axiata (kini bagian dari XLSmart), Telkomsel, dan Indosat—XLSmart muncul sebagai pemenang yang paling agresif. Perusahaan hasil merger XL Axiata dan Smartfren ini mengamankan frekuensi 700 MHz dengan total penawaran mencapai Rp 1 triliun, mengamankan apa yang disebut sebagai “frekuensi emas” untuk perluasan 5G di Indonesia.
Lelang Dua Pita Strategis
Lelang ini dibagi dalam beberapa blok. Pita 700 MHz (band rendah) menawarkan jangkauan luar biasa hingga ke pelosok, ideal untuk pemerataan akses 5G. Sementara pita 2,6 GHz (band menengah) menyediakan kapasitas tinggi di wilayah perkotaan. Komdigi menerapkan mekanisme lelang tertutup dan terbuka untuk menjaga transparansi.
“Proses lelang berlangsung sangat kompetitif. Setiap peserta menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan infrastruktur digital nasional,”ujar pejabat Komdigi yang enggan disebutkan namanya.
Kronologi Penawaran
- Putaran pertama (awal kuartal I 2026): Ketiga operator menyampaikan penawaran awal. XLSmart langsung mematok angka Rp 850 miliar untuk blok utama 700 MHz.
- Putaran kedua (pertengahan kuartal I 2026): Telkomsel dan Indosat menaikkan tawaran. XLSmart merespons dengan penawaran final Rp 1 triliun, mengunci kemenangan di blok pilihan.
- Pengumuman resmi (awal 2026): Komdigi menetapkan XLSmart sebagai pemenang mayoritas blok 700 MHz, Telkomsel memenangi sebagian besar pita 2,6 GHz, dan Indosat mengamankan blok tersisa.
Mengapa Frekuensi Emas Ini Krusial?
Spektrum 700 MHz dijuluki “frekuensi emas” karena karakteristik propagasinya yang unggul. Sinyal pada frekuensi rendah ini mampu menembus gedung tebal, menjangkau pedesaan, dan membutuhkan lebih sedikit BTS per kilometer persegi. Bagi XLSmart yang kini menggabungkan basis pelanggan XL dan Smartfren, spektrum ini menjadi tulang punggung strategi pemerataan 5G ke daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). “Kami tidak hanya ingin 5G hadir di Jakarta. Dengan 700 MHz, kami bisa membawa pengalaman digital setara sampai ke pelosok Nusantara,” tegas Direktur Utama XLSmart.
Dampak Finansial dan Pasar
Nilai Rp 1 triliun itu disetor dalam dua tahap: 50 persen di muka dan sisanya dalam waktu 60 hari. Analis keuangan menilai langkah ini berani tetapi strategis mengingat potensi pendapatan dari use case 5G seperti Internet of Things (IoT), telemedicine, dan smart farming. Pasar merespons positif: saham XL Axiata dan Smartfren naik rata-rata 2,3 persen dalam sepekan setelah pengumuman.
Konsumen Bertanya: Kapan Sinyal 5G Meluas?
XLSmart menargetkan komersialisasi 5G berbasis 700 MHz mulai kuartal IV 2026 di 10 kota besar, lalu berekspansi ke 150 kabupaten pada 2027. Sambil menunggu, pelanggan tetap dapat menikmati peningkatan kualitas 4G karena spektrum ini juga memperkuat carrier aggregation.
[SOCIAL_TWEET]: XLSmart menebus frekuensi emas 700 MHz dengan Rp 1 triliun dalam lelang Komdigi! Langkah strategis ini bakal bikin 5G merambah ke berbagai pelosok. Siap-siap menikmati internet kencang dari kota sampai desa. #XLSmart #5GIndonesia #FrekuensiEmas[SOCIAL_TG]: 📡 XLSmart resmi rebut frekuensi 700 MHz dengan penawaran Rp 1 triliun! Frekuensi emas ini akan jadi kunci perluasan 5G ke pelosok. Target komersial: akhir 2026. 🔥
Comments (0)