Oct 07, 2026
Nasional

Tambang Emas Runtuh di Parigi Moutong

PARIGI MOUTONG, Sulawesi Tengah - Tragedi kembali terjadi di wilayah pertambangan emas ilegal Sulawesi Tengah, setelah sebuah tambang emas yang berada di w

Tambang Emas Runtuh di Parigi Moutong

PARIGI MOUTONG, Sulawesi Tengah - Tragedi kembali terjadi di wilayah pertambangan emas ilegal Sulawesi Tengah, setelah sebuah tambang emas yang berada di wilayah Parigi Moutong runtuh pada Kamis, 25 Februari 2021. Peristiwa ini langsung memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan berbagai instansi, guna mencari para pekerja yang saat itu masih tertimbun reruntuhan tanah dan bebatuan.

Berbeda dari tambang berizin yang memiliki struktur pengamanan, lokasi yang menjadi tempat kejadian merupakan salah satu dari banyak tambang emas liar yang kerap beroperasi di kawasan tersebut. Kondisi geografis yang curam, ditambah dengan penggalian yang dilakukan secara tidak terstruktur, menjadi salah satu faktor yang kerap memicu terjadinya longsor di area pertambangan ilegal. Hal inilah yang turut menjadi sorotan usai insiden tersebut.

Insiden Terjadi di Tengah Aktivitas Penambangan

Berdasarkan keterangan dari pihak berwenang, runtuhnya tambang emas tersebut terjadi saat sejumlah pekerja tengah melakukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut. Tanpa adanya sistem penyangga yang memadai, dinding tambang yang terbuat dari tanah labil tidak mampu menahan beban, sehingga sejumlah besar material longsor dan menimbun area kerja dalam waktu yang relatif singkat.

Warga setempat yang pertama kali menyaksikan peristiwa tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian ke aparat terdekat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Kepolisian, TNI, serta relawan yang berada di wilayah tersebut.

Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Mengingat medan yang berat serta potensi longsor susulan, tim penyelamat memanfaatkan berbagai peralatan, mulai dari alat berat, peralatan manual, hingga alat pendeteksi suara untuk melokalisasi posisi para korban yang diduga masih tertimbun.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Hujan yang sempat turun di kawasan tersebut turut meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga tim terpaksa harus memperlambat laju kerja demi menjamin keselamatan para penyelamat. Upaya ini dilakukan secara bergantian, dengan para petugas yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama insiden hingga hari-hari berikutnya.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan para korban, namun kondisi medan dan risiko longsor susulan menjadi tantangan terbesar bagi tim di lapangan," ungkap salah satu perwakilan Basarnas yang terlibat dalam operasi tersebut.

Selain fokus terhadap pencarian, tim juga menyediakan kebutuhan medis bagi para petugas, mengatur jalur logistik, serta memberikan dukungan psikologis bagi keluarga korban yang telah berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Keseluruhan upaya ini menjadi bukti kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat setempat.

Tragedi yang Mengingatkan Bahaya Tambang Ilegal

Insiden runtuhnya tambang emas di Parigi Moutong kembali menyoroti maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Minimnya pengawasan, rendahnya penerapan keselamatan kerja, serta dorongan ekonomi menjadi beberapa alasan mengapa praktik ini masih terus berlanjut hingga saat ini.

Berbagai pihak kembali menyerukan agar penegakan hukum terhadap tambang ilegal dapat diperketat, disertai dengan upaya pemberdayaan ekonomi alternatif bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut. Pasalnya, tragedi semacam ini kerap berulang akibat tidak adanya standar keselamatan yang diterapkan di lokasi-lokasi pertambangan liar.

Poin Penting dari Tragedi Ini

  • Lokasi dan Waktu: Tambang emas ilegal di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, runtuh pada Kamis, 25 Februari 2021.
  • Upaya Penyelamatan: Dilakukan secara gabungan oleh Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat dengan menggunakan alat berat maupun peralatan manual.
  • Faktor Penyebab: Penggalian tidak terstruktur, tanah yang labil, serta minimnya penerapan keselamatan kerja.
  • Dampak yang Ditingkatkan: Potensi longsor susulan yang turut mempersulit proses pencarian dan penyelamatan.
  • Pesan yang Dapat Diambil: Perlu adanya penegakan hukum dan solusi ekonomi untuk mengurangi praktik tambang emas ilegal.

Tragedi ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga korban, sekaligus pengingat keras akan harga yang harus dibayar akibat mengabaikan keselamatan dan regulasi. Dengan kejadian serupa yang kerap terulang, harapan terbesar adalah agar peristiwa ini dapat menjadi momentum untuk menciptakan pertambangan yang jauh lebih aman, legal, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User