Sep 16, 2026
Nasional

Xi Jinping Tegaskan Isu Palestina Kunci Utama Perdamaian Timur Tengah

Di tengah eskalasi konflik yang tak kunjung mereda di kawasan Timur Tengah, Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan posisi geopolitik Beijing dalam fo

Xi Jinping Tegaskan Isu Palestina Kunci Utama Perdamaian Timur Tengah

Di tengah eskalasi konflik yang tak kunjung mereda di kawasan Timur Tengah, Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan posisi geopolitik Beijing dalam forum internasional. Saat berbicara di hadapan para pemimpin kelompok BRICS di New Delhi, Xi menyatakan secara terbuka bahwa konflik Palestina-Israel bukan sekadar pertempuran regional biasa, melainkan simpul utama yang menentukan masa depan stabilitas kawasan tersebut.

Pernyataan tegas ini disampaikan di tengah dorongan kuat dari negara-negara berkembang agar komunitas internasional segera mengambil langkah konkret. Menurut Xi, mengabaikan hak-hak mendasar bangsa Palestina hanya akan melanggengkan siklus kekerasan yang merugikan semua pihak. Oleh karena itu, penghentian pertikaian dan pengembalian hak berdaulat Palestina menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi dalam arsitektur keamanan global.

Diplomasi China dan Solusi Dua Negara

Dalam pidatonya, Xi Jinping menyoroti pentingnya konsistensi dalam menegakkan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beijing secara konsisten mendorong penerapan Solusi Dua Negara (Two-State Solution) berdasarkan garis perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh.

"Persoalan Palestina adalah inti dari seluruh situasi di Timur Tengah. Tanpa penyelesaian yang adil, permanen, dan menyeluruh terhadap isu ini, stabilitas serta perdamaian yang hakiki di kawasan tidak akan pernah terwujud," tegas Xi Jinping saat menyampaikan pandangannya kepada para anggota BRICS.

China menilai bahwa keadilan bagi rakyat Palestina telah lama tertunda. Konflik berkepanjangan telah menelan puluhan ribu korban jiwa serta memicu krisis kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, diplomasi multilateral seperti yang diusung BRICS dianggap menjadi instrumen penting untuk menyeimbangkan dinamika politik global yang selama ini dinilai cenderung berpihak.

Peran Strategis Blok BRICS dalam Geopolitik Global

Kelompok BRICS—yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta anggota barunya—kini semakin memantapkan posisinya sebagai kekuatan penyeimbang dominasi Barat. Dalam isu Timur Tengah, BRICS menyerukan gencatan senjata secepatnya dan pembukaan koridor bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Berikut adalah perbandingan pendekatan diplomasi antara blok BRICS dan pendekatan konvensional dalam merespons krisis di Timur Tengah:

Aspek Diplomasi Pendekatan Blok BRICS Pendekatan Konvensional Barat
Fokus Penyelesaian Mendorong Solusi Dua Negara dan kedaulatan penuh Palestina. Negosiasi bilateral yang lambat dan sering kali timpang.
Peran PBB Mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB. Sering memanfaatkan hak veto untuk menghadang resolusi.
Akses Kemanusiaan Menuntut gencatan senjata permanen tanpa syarat. Gencatan senjata sementara dengan berbagai persyaratan.

Pendekatan multipolar ini mendapat simpati luas dari negara-negara di belahan bumi selatan (Global South). Banyak negara menganggap bahwa kepemimpinan diplomasi tradisional telah gagal menciptakan solusi jangka panjang yang berkeadilan bagi bangsa Palestina.

Dampak Kemanusiaan dan Masa Depan Perdamaian

Tidak dapat dimungkiri bahwa krisis di kawasan tersebut telah melumpuhkan infrastruktur dasar dan memporak-porandakan kehidupan warga sipil. China berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat serta berpartisipasi aktif dalam rekonstruksi pascakonflik. Keterlibatan aktif Beijing ini menunjukkan ambisi besar untuk menjadi mediator perdamaian yang dipercaya oleh semua pihak di Timur Tengah.

Sejarah mencatat bahwa diplomasi Beijing sebelumnya berhasil menjembatani rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Iran. Pengalaman sukses tersebut membuat langkah China dalam isu Palestina dipandang memiliki bobot politis yang sangat signifikan. Komunitas internasional kini menanti sejauh mana seruan Xi Jinping di forum BRICS mampu menggerakkan tindakan kolektif nyata guna mengakhiri penderitaan di tanah Palestina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User