WNA Australia Tewas di Rudenim Ngurah Rai, Diduga Bunuh Diri

Seorang warga negara asing asal Australia berinisial CJMH (32) ditemukan tewas di dalam kamar mandi ruang detensi Imigrasi (Rudenim) Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Rabu dini hari (14/5/2025). Kepala...

Seorang warga negara asing asal Australia berinisial CJMH (32) ditemukan tewas di dalam kamar mandi ruang detensi Imigrasi (Rudenim) Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Rabu dini hari (14/5/2025). Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Sugito, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, deteni tersebut diduga bunuh diri. “Kami mendapati yang bersangkutan sudah dalam kondisi tergantung di ventilasi kamar mandi sekitar pukul 02.15 WITA. Saat ditemukan, petugas langsung melakukan evakuasi dan memanggil tim medis, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Sugito dalam jumpa pers di Denpasar, Kamis (15/5/2025).

CJMH sebelumnya ditahan sejak 28 April 2025 karena overstayer (melebihi batas izin tinggal) selama 87 hari. Ia dijadwalkan menjalani deportasi pada akhir Mei setelah proses administrasi selesai. Kasus ini langsung memicu sorotan terkait sistem pengawasan dan dukungan psikologis bagi deteni di lingkungan imigrasi.

Kronologi dan Investigasi

Berdasarkan keterangan Kepala Rudenim Ngurah Rai, I Made Arya Wijaya, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Hasil visum luar dari RS Bhayangkara menunjukkan luka jeratan di leher sesuai dengan dugaan gantung diri. Tidak ditemukan luka lain yang mencurigakan,” jelas Arya. Pihaknya telah memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan korban masuk ke kamar mandi sekitar pukul 01.40. Selama 30 menit tidak ada pergerakan sampai petugas jaga menaruh curiga karena lampu kamar tetap menyala.

Kepolisian Resor Kota Denpasar telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan enam orang saksi, termasuk tiga deteni yang menempati blok yang sama. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Wisnu Prabowo, menyatakan kasus ini ditangani dengan prosedur kematian tidak wajar. “Kami masih mendalami motif, termasuk kemungkinan tekanan psikologis. Ponsel dan barang pribadi korban sedang diperiksa forensik,” katanya.

Sorotan Pengawasan dan Standar Detensi

Peristiwa ini memicu perhatian dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menegaskan perlunya audit segera terhadap fasilitas dan prosedur pengawasan di seluruh rudenim. “Setiap kematian dalam penahanan negara harus diusut tuntas. Kami akan turunkan tim ke Ngurah Rai untuk memastikan apakah ada kelalaian atau pelanggaran SOP detensi,” tegas Beka.

Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Silmy Karim, menyampaikan duka cita dan memerintahkan Inspektorat Jenderal untuk melakukan investigasi internal. “Kami akan evaluasi menyeluruh terhadap pola jaga, akses layanan kesehatan mental, dan desain fisik ruang detensi agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya melalui siaran pers. Data Ditjen Imigrasi mencatat, sepanjang 2024 terdapat 1.240 deteni di 13 rudenim seluruh Indonesia, namun baru 40% yang memiliki akses rutin ke konselor psikolog.

Pihak Kedutaan Besar Australia di Jakarta telah dihubungi dan tengah mengurus pemulangan jenazah. Juru bicara Kedubes Australia, Sarah Mitchell, menyatakan menghormati proses hukum di Indonesia dan berharap investigasi berjalan transparan. “Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan kepolisian untuk memperoleh informasi lengkap,” ucapnya.

[TAGS]: Rudenim Ngurah Rai, bunuh diri deteni, WNA Australia, overstayer, pengawasan imigrasi, Komnas HAM, Ditjen Imigrasi [SOCIAL_TWEET]: WNA Australia ditemukan tewas di Rudenim Ngurah Rai diduga bunuh diri. Komnas HAM desak audit sistem detensi, Ditjen Imigrasi janji evaluasi menyeluruh. #BunuhDiri #Imigrasi #HAM [SOCIAL_FB]: Seorang deteni asal Australia tewas di kamar mandi Rudenim Ngurah Rai, Denpasar, Rabu dini hari. Diduga bunuh diri, korban adalah overstayer yang akan dideportasi. Kasus ini membuka kembali diskusi tentang pengawasan dan dukungan psikologis di fasilitas imigrasi. Komnas HAM turunkan tim investigasi. Selengkapnya baca di sini. [SOCIAL_TG]: 🚨 Kasus kematian deteni di Rudenim Ngurah Rai: CJMH (32) dari Australia diduga bunuh diri. Polisi dalami motif, Komnas HAM panggil evaluasi. Imigrasi sebut baru 40% rudenim punya akses konseling. [SOCIAL_THREADS]: Kematian deteni Australia di Rudenim Ngurah Rai menimbulkan pertanyaan serius tentang standar detensi kita. Komnas HAM minta audit, Ditjen Imigrasi akui hanya 40% rudenim yang punya layanan konseling psikologis. Harus ada reformasi pengawasan. #HumanRights #ImmigrationDetention

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User