PPLS Antisipasi Perubahan Arus Lumpur Sidoarjo, Kerahkan Empat Kapal Keruk

Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi perubahan arus aliran lumpur yang kini bergerak ke sisi barat. Kondisi ini merupakan dampak alamiah dari penu...

Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi perubahan arus aliran lumpur yang kini bergerak ke sisi barat. Kondisi ini merupakan dampak alamiah dari penurunan tanah (subsidence) yang terjadi tidak hanya pada tanggul, tetapi juga wilayah di sekitarnya. Dalam rapat koordinasi terbaru, PPLS menetapkan optimalisasi empat unit kapal keruk guna menjaga stabilitas tanggul dan mencegah luapan yang berpotensi menggenangi permukiman warga.

“Perubahan arah aliran ini sudah kami prediksi berdasarkan pemantauan geoteknik. Penurunan tanah di area barat memicu akumulasi lumpur yang lebih cepat sehingga perlu pengerukan intensif,” ujar Kepala Pelaksana PPLS, Dr. Ir. Hendro Susanto, M.Sc., di kantor PPLS, Porong, Sidoarjo, Rabu (14/5/2025). PPLS mencatat volume lumpur yang tertampung di Kolam Penampungan Utama (KPU) saat ini mencapai 42 juta meter kubik, dengan laju penambahan sekitar 80.000 meter kubik per hari.

Pengerukan Empat Titik Vital

Keempat kapal keruk akan difokuskan di titik-titik vital: KPU-1 sisi barat, saluran penghubung ke Kali Porong, area tanggul Jatirejo, dan pintu air Watutulis. General Manager Operasional PPLS, Agus Prihantoro, menjelaskan bahwa kapal keruk berkapasitas 400 meter kubik per jam itu akan beroperasi 24 jam secara bergilir. “Dengan empat kapal, target pengerukan 25.000 meter kubik per hari bisa tercapai. Ini penting karena jika aliran ke barat tidak dikendalikan, tanggul bisa overload,” jelas Agus.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Tim Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang melakukan survei mikroseismik pada April 2025. Survei menunjukkan adanya patahan minor di kedalaman 200 meter yang memengaruhi distribusi tekanan lumpur ke arah barat laut. Hasil ini diperkuat data Badan Geologi Kementerian ESDM yang mencatat penurunan tanah di Desa Jatirejo mencapai 12 cm per bulan.

Dampak Sosial dan Kesiapsiagaan

Pergeseran aliran lumpur membawa kekhawatiran bagi ribuan warga di Kecamatan Porong dan Krembung. Camat Porong, Muhammad Fathoni, menyatakan telah mensosialisasikan peta risiko kepada 14 desa. “Kami tidak ingin panik, tapi kewaspadaan harus ditingkatkan. Posko siaga 24 jam sudah diaktifkan di tiga titik,” katanya. BPBD Kabupaten Sidoarjo juga menyiagakan 200 personel dan perahu karet di sepanjang tanggul barat.

Di sisi lain, PPLS menegaskan bahwa anggaran optimalisasi pengerukan mencapai Rp 78 miliar yang bersumber dari APBN 2025 melalui Kementerian PUPR. “Dana ini mencakup operasional kapal, perbaikan tanggul, dan kompensasi lahan terdampak. Kami pastikan transparan dan tepat sasaran,” tegas Hendro. Tim pengawas dari BPKP dan akademisi UNEJ akan mengawal penggunaan anggaran tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa akibat perubahan arus, namun dua hektare tambak di Dusun Ketanjeng terendam lumpur setinggi 20 cm. Pemprov Jawa Timur merespons dengan menjanjikan bantuan benih ikan dan pembangunan tanggul sekunder sepanjang 1,2 km. “Ini solusi jangka pendek. Untuk permanen, kita tunggu hasil kajian menyeluruh dari PPLS dan perguruan tinggi,” ujar Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, saat meninjau lokasi, Selasa (13/5/2025).

[TAGS]: lumpur Sidoarjo, PPLS, kapal keruk, tanggul, subsidence, mitigasi bencana, Sidoarjo, Kementerian PUPR [SOCIAL_TWEET]: PPLS kerahkan empat kapal keruk antisipasi perubahan arus lumpur ke barat. Survei ITS temukan patahan minor picu tekanan lumpur. #LumpurSidoarjo #PPLS #Mitigasi [SOCIAL_FB]: Untuk menjaga tanggul barat dari tekanan lumpur, PPLS mengoptimalkan empat kapal keruk di titik vital. Perubahan arus ini akibat penurunan tanah yang terekam hingga 12 cm per bulan. Ribuan warga Porong dan Krembung diminta tetap waspada, sementara Pemprov Jatim siapkan tanggul sekunder. Simak pantauan lengkapnya. [SOCIAL_TG]: ⚠️ PPLS tingkatkan pengerukan lumpur di sisi barat. 4 kapal keruk disiagakan 24 jam. Volume lumpur capai 42 juta m³, tambah 80.000 m³/hari. Warga diimbau siaga penuh. [SOCIAL_THREADS]: PPLS turunkan empat kapal keruk di titik kritis tanggul barat Sidoarjo. Survei ITS: patahan minor di 200 m kedalaman mempercepat pergeseran aliran lumpur. Warga Jatirejo waspada, BPBD siagakan 200 personel. #LumpurSidoarjo #DisasterMitigation

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User