Sep 16, 2026
Hukum

WN Australia di Bali Diduga Bunuh Dua Anaknya Sebelum Bunuh Diri

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengungkap fakta baru di balik kasus kematian tragis satu keluarga di Bali. Seorang pria warga negara (WN) Austra

WN Australia di Bali Diduga Bunuh Dua Anaknya Sebelum Bunuh Diri

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengungkap fakta baru di balik kasus kematian tragis satu keluarga di Bali. Seorang pria warga negara (WN) Australia berinisial SD diduga kuat menghabisi nyawa kedua anak kandungnya sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Kesimpulan awal tersebut diperoleh penyidik usai melakukan analisis mendalam terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian serta memeriksa keterangan sejumlah saksi kunci.

"Memang diduga bahwa suaminya ini melakukan pembunuhan terhadap kedua anaknya, lalu mengakhiri hidup dengan bunuh diri," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang di ruang press room Polda Bali, Selasa (15/9/2026).

Kronologi Peristiwa Berdasarkan Rekaman CCTV

Berdasarkan petunjuk rekaman CCTV yang diamankan aparat kepolisian, detik-detik mencekam sempat terekam sebelum insiden berdarah itu disembunyikan oleh pelaku. Rangkaian peristiwa berlangsung cepat dan tragis:

  1. Jeritan Korban Pertama: Rekaman audio visual awalnya memperdengarkan suara jeritan anak laki-laki dari dalam rumah.
  2. Aksi Pengejaran: Selang beberapa saat, anak perempuan korban tampak berlari ketakutan keluar kamar dan langsung dikejar oleh SD.
  3. Korban Dibawa ke Kamar: Pelaku berhasil menangkap putrinya tersebut dan membawanya kembali masuk ke dalam kamar.
  4. Manipulasi Kamera Pengawas: SD kemudian terpantau berjalan menuju area gudang, lalu sengaja mengarahkan posisi kamera CCTV ke bawah agar aktivitas berikutnya tidak terpantau.
"Dari CCTV kelihatan anaknya yang perempuan itu dilakukan pengejaran," tambah Kombes Leonardo saat menjelaskan visualisasi bukti penyelidikan.

Riwayat Depresi dan Percobaan Bunuh Diri Pelaku

Dari hasil pemeriksaan pihak keluarga, khususnya istri pelaku, terungkap bahwa SD memiliki riwayat gangguan emosional dan tingkat kecemasan yang sangat tinggi. Kendati demikian, kondisi psikologis tersebut diketahui belum pernah dikonsultasikan atau diperiksakan secara medis ke psikiater.

Selain temperamental, pelaku tercatat pernah berupaya mengakhiri hidupnya sekitar satu bulan sebelum peristiwa pembunuhan ini terjadi.

  • Pelaku sempat mengurung dan mengunci diri di dalam kamar dalam upaya bunuh diri pertama.
  • Aksi tersebut digagalkan setelah SD akhirnya keluar sendiri dari kamar.
  • Pelaku diketahui kerap mengalami ledakan emosi tak terkontrol saat kecemasannya kambuh.

Keberadaan Istri dan Dinamika Rumah Tangga

Saat pembantaian berlangsung, istri SD dipastikan tidak berada di lokasi kejadian. Sang istri diketahui telah bertolak ke Jakarta sejak 10 September 2026 pukul 09.00 WITA untuk menjenguk orang tuanya yang sakit.

Pihak kepolisian menegaskan keberangkatan sang istri ke Jakarta bukan dilandasi oleh perselisihan domestik. Meskipun bahtera rumah tangga mereka sempat diwarnai cekcok hebat pada tahun 2022 silam, hubungan suami istri tersebut dilaporkan sudah kembali harmonis sebelum peristiwa kelam ini terjadi. Kini kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi guna menutup berkas penyelidikan secara komprehensif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User