Sep 17, 2026
Nasional

WASHINGTON — Menhan AS Pete Hegseth Terancam Pemakzulan Akibat Survei Anjlok

Koridor Pentagon dan Gedung Capitol di Washington D.C. kini diselimuti atmosfer ketegangan politik yang kian memuncak. Menteri Pertahanan Amerika Serikat (

WASHINGTON — Menhan AS Pete Hegseth Terancam Pemakzulan Akibat Survei Anjlok

Koridor Pentagon dan Gedung Capitol di Washington D.C. kini diselimuti atmosfer ketegangan politik yang kian memuncak. Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, mendapati dirinya berada dalam posisi yang sangat rentan setelah gelombang tekanan politik menghantam kepemimpinannya dari dua arah sekaligus. Kepemimpinan mantan pembawa acara berita tersebut di Departemen Pertahanan kini tidak hanya diguncang oleh ketidakpuasan publik yang meluas, tetapi juga ancaman nyata berupa upaya pemakzulan yang mulai digulirkan oleh para politisi di Kongres.

Krisis legitimasi ini dipicu oleh rilis hasil riset terbaru dari Marquette Law School, yang merekam anjloknya tingkat penerimaan publik (approval rate) terhadap kinerja Hegseth ke titik terendah sepanjang sejarah jabatannya. Penurunan drastis ini mencerminkan keresahan masyarakat AS atas serangkaian kebijakan kontroversial, perombakan internal Pentagon yang dinilai sarat kepentingan politik, serta tuduhan ketidakmampuan manajerial dalam mengelola institusi militer terbesar di dunia tersebut.

Badai Politik di Pentagon dan Tekanan Pemakzulan

Di Capitol Hill, fraksi oposisi dari Partai Demokrat mulai secara terbuka menggalang dukungan untuk mengajukan pasal-pasal pemakzulan (articles of impeachment) terhadap Hegseth. Langkah ini didukung oleh sejumlah politisi moderat yang merasa bahwa efektivitas kepemimpinan di Departemen Pertahanan telah merosot tajam akibat skandal kepemimpinan dan minimnya pengalaman birokrasi sang menteri.

"Gaya kepemimpinan dan rentetan kontroversi yang melingkupi Pete Hegseth tidak lagi sekadar menjadi beban politik partisan, melainkan sudah sampai pada tahap mengancam kestabilan operasional serta moral prajurit di Pentagon," tegas Marcus Vance, pengamat senior kebijakan pertahanan dari lembaga wadah pemikir di Washington.

Tekanan semakin berat karena kritik tidak hanya datang dari luar birokrasi. Beberapa sumber internal menyebutkan adanya ketegangan laten antara Hegseth dan para jenderal senior di Petinggi Militer Gabungan (Joint Chiefs of Staff). Kebijakan perombakan personil yang terkesan mendadak serta komunikasi internal yang buruk ditengarai menjadi pemicu utama keretakan tersebut.

Rincian Penurunan Kepuasan Publik

Berdasarkan data komparatif dari jajak pendapat nasional terkini, ketidakpuasan publik terhadap Hegseth memotong garis batas lintas partai. Angka kepuasan yang merosot tajam menjadi sinyal bahaya bagi pihak Gedung Putih yang menaunginya.

Indikator Survei Awal Masa Jabatan Survei Marquette Terbaru
Tingkat Kepuasan (Approval) 48% 31%
Tingkat Ketidakpuasan (Disapproval) 39% 58%
Tidak Menentukan Sikap 13% 11%

Penurunan dramatis sebesar 17 persen dalam tingkat kepuasan publik ini didorong oleh beberapa faktor kunci yang menjadi perhatian utama pemilih AS:

  • Kontroversi Penunjukan Pejabat Internal: Kebijakan mengganti pejabat karier militer dengan figur-figur yang dinilai kurang berpengalaman namun memiliki kedekatan loyalitas politik.
  • Isu Transparansi Anggaran: Penilaian bahwa pengawasan terhadap anggaran belanja alutsista dan operasional militer mengalami kekacauan tata kelola.
  • Keraguan Publik atas Kapabilitas Diplomasi Pertahanan: Retorika publik Hegseth yang kerap dianggap terlalu konfrontatif terhadap sekutu tradisional NATO.

Masa Depan Jabatan dan Masa Depan Politisi Muda

Situasi sulit ini menempatkan Gedung Putih dalam dilema politik yang rumit. Mengingat pemilu sela (midterm elections) yang kian mendekat, mempertahankan seorang menteri dengan tingkat kepuasan publik yang terpuruk parah dapat menjadi beban elektoral yang sangat berisiko bagi kubu pemerintah. Para penasihat politik presiden dilaporkan mulai mengkaji berbagai opsi, mulai dari perombakan kabinet (reshuffle) terbatas hingga dorongan agar Hegseth mengundurkan diri secara sukarela demi meredam gejolak.

Meski demikian, pihak Hegseth dan pendukung setianya menegaskan akan tetap bertahan dan melawan segala tuduhan serta proses pemakzulan yang dianggap berpijak pada motivasi politik semata. Masa-masa mendatang di Capitol Hill diprediksi akan menjadi penentu apakah sang Menteri Pertahanan mampu bertahan dari badai politik ini atau justru menjadi pejabat kabinet berikutnya yang lengser di tengah jalan.

Bagaimana nasib kepemimpinan Pentagon di tengah badai politik ini? Baca ulasan mendalamnya di Apaberita.com. Survei Marquette Law School merekam penurunan kepuasan publik terhadap Hegseth hingga tersisa 31%. Di saat bersamaan, dorongan pemakzulan di Kongres kian menguat akibat rentetan kontroversi di Pentagon. Baca berita selengkapnya hanya di Apaberita.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User