Warga Terdampak Gempa di Reo Manggarai NTT Ditampung di Pos Pengungsian
Warga terdampak gempa di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai ditampung di tempat pengungsian yang didirikan Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Badan Penan...
Warga terdampak gempa di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai ditampung di tempat pengungsian yang didirikan Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Lokasi pengungsian tersebut menjadi penampungan sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga berat, sekaligus pusat pelayanan dasar bagi para korban sejak pascagempa melanda wilayah itu.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, tempat pengungsian di Reo terus menerima kedatangan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Reo yang terdampak guncangan. Hingga saat ini, pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan secara bertahap oleh petugas BPBD bersama aparatur desa dan relawan. Para pengungsi menempati tenda-tenda pengungsian yang dipasang di area yang dinilai aman dan mudah diakses, baik oleh petugas maupun tim medis.
Kondisi Tempat Pengungsian di Reo
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa tempat pengungsian di Reo telah dilengkapi sejumlah fasilitas dasar, antara lain tenda keluarga, tenda komando, dapur umum, serta fasilitas sanitasi darurat. Penempatan lokasi pengungsian dilakukan berdasarkan hasil asesmen tim gabungan agar jauh dari potensi bahaya susulan, seperti tanah longsor dan bangunan yang berpotensi runtuh.
“Penempatan warga di tempat pengungsian ini diputuskan dalam rapat koordinasi bersama kecamatan dan desa, dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta kemudahan akses bagi warga,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita.
Menurut laporan petugas, sebagian besar warga yang mengungsi berasal dari permukiman padat di sekitar pesisir dan lereng yang terdampak guncangan. Warga lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, serta penyandang disabilitas menjadi prioritas penempatan di tenda yang paling dekat dengan pos layanan kesehatan.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban
Pemerintah Kabupaten Manggarai, melalui Dinas Sosial dan BPBD, menyalurkan bantuan logistik ke tempat pengungsian secara bertahap. Bantuan yang didistribusikan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, serta perlengkapan bayi dan lansia. Dapur umum di lokasi pengungsian dioperasikan dengan melibatkan warga setempat dan relawan agar kebutuhan makan para pengungsi terpenuhi setiap hari.
Dinas Sosial juga menindaklanjuti proses verifikasi dan validasi data warga terdampak, termasuk warga yang rumahnya rusak, guna memastikan bantuan tepat sasaran. Sementara itu, pihak kecamatan bersama TNI-Polri dan Badan SAR Nasional (Basarnas) membantu pengamanan serta pendampingan selama proses evakuasi dan penempatan pengungsi.
“Kami memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama berada di tempat pengungsian, dan pendataan terus kami perbarui setiap hari,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai.
Layanan Kesehatan dan Dukungan Psikososial
Puskesmas setempat bersama tim medis dari dinas kesehatan mendirikan pos kesehatan di dalam area pengungsian. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka ringan, serta distribusi obat-obatan bagi warga yang memiliki penyakit bawaan. Petugas kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi ibu hamil dan balita secara berkala.
Selain layanan kesehatan fisik, tim pendamping memberikan dukungan psikososial bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat guncangan. Kegiatan yang dilakukan antara lain pendampingan kelompok, permainan edukatif bagi anak-anak, serta layanan konseling bagi warga yang membutuhkan.
Langkah Lanjutan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di tempat pengungsian hingga situasi dinyatakan aman bagi warga untuk kembali ke rumah masing-masing. Berdasarkan hasil pendataan, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat, dan akan diverifikasi lebih lanjut untuk penetapan bantuan perbaikan.
“Setelah masa tanggap darurat berakhir, kami akan menindaklanjuti dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah warga yang rusak, berdasarkan hasil verifikasi tim teknis,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Tempat pengungsian di Reo akan tetap beroperasi selama dibutuhkan, dengan dukungan logistik dan personel dari berbagai unsur, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) dan organisasi relawan lainnya.
Koordinasi antarinstansi terus dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin pemerintah daerah guna memastikan penanganan pengungsi berjalan tertib, cepat, dan tepat sasaran hingga seluruh warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Comments (0)