Kreativitas warga kampung di Kabupaten Cianjur kembali mencuri perhatian. Endang Fiqi, pria berusia 32 tahun sekaligus Kepala Dusun di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, berhasil mengubah tumpukan kantong plastik bekas menjadi sebuah lukisan potret yang memukau. Karya seni tersebut menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM.
Pria yang akrab dipanggil Ipung ini membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan untuk menyelesaikan lukisan berukuran 70 x 90 sentimeter tersebut. Proses panjang itu bukan tanpa alasan. Ia harus mengolah material limbah menjadi tekstur yang bisa diterapkan layaknya cat pada kanvas, sebuah teknik yang menuntut ketelitian tinggi dan kesabaran ekstra.
Berawal dari Keprihatinan Limbah Plastik
Ide pembuatan lukisan berbahan dasar sampah ini muncul dari kegelisahan Ipung terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Ia menyadari bahwa kantong plastik atau kresek merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Jika hanya dibuang sembarangan, limbah ini justru akan memperparah pencemaran lingkungan.
Dari kegelisahan itulah, Ipung mulai melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Baginya, plastik bekas bukanlah sekadar barang sisa yang harus dimusnahkan, melainkan bahan baku potensial yang bisa diolah menjadi karya seni bernilai jual.
"Dari situ saya mencoba melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai bahan yang bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni. Saya kemudian mencoba menggunakan kantong plastik sebagai media untuk berkarya dan menjadikannya karya seni lukis," kata Ipung kepada Cianjur Update, Sabtu (26/9/2026).
Pemilihan kantong kresek sebagai media lukis bukanlah hal yang umum. Berbeda dengan cat minyak atau akrilik yang memiliki pigmen warna pekat dan mudah diaplikasikan, plastik memerlukan perlakuan khusus. Ipung harus memilah warna-warna plastik, memotongnya, lalu merekatkannya satu per satu untuk membentuk gradasi wajah dan bayangan pada lukisan.
Alasan Memilih Sosok Dedi Mulyadi
Dalam menentukan objek lukisan, Ipung sengaja memilih figur Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, KDM merupakan sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Barat. Popularitas tersebut dinilai akan memudahkan lukisan karyanya untuk menarik perhatian publik, baik secara visual maupun makna yang terkandung di dalamnya.
"Saya memilih wajah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai objek lukisan karena beliau merupakan sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Barat, sehingga secara visual maupun makna akan lebih mudah menarik perhatian ketika dituangkan dalam sebuah karya seni," ujarnya.
Selain sebagai bentuk ekspresi seni, karya ini juga menjadi kampanye lingkungan yang halus. Ipung ingin mengedukasi masyarakat bahwa limbah anorganik seperti plastik bisa memiliki nilai tambah jika diolah dengan kreatif. Lukisan tersebut menjadi bukti nyata bahwa seni tidak selalu membutuhkan bahan mahal, tetapi bisa lahir dari barang-barang yang dianggap tak berguna.
Poin Penting Karya Seni dari Sampah
- Inovasi Media: Menggunakan kantong plastik bekas sebagai pengganti cat untuk menciptakan lukisan potret.
- Durasi Pengerjaan: Menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan satu lukisan berukuran 70 x 90 cm.
- Pesan Lingkungan: Mengampanyekan pengurangan sampah plastik dengan cara mendaur ulang menjadi produk bernilai estetika tinggi.
- Figur Sentral: Menampilkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai ikon yang dekat dengan masyarakat.
Karya Ipung ini diharapkan dapat menginspirasi warga lainnya, khususnya di Desa Sukamanah, untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Dengan kreativitas, masalah lingkungan bisa disulap menjadi peluang karya yang mengagumkan.
Comments (0)