Warga Cikolelet Gelar Tradisi Ngagurah Dano di Sungai Cidanau

Ratusan warga Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menggelar tradisi Ngagurah Dano di aliran Sungai Cidanau pada Minggu (9/8/2026). Dalam gelaran tahunan tersebut, wa...

Warga Cikolelet Gelar Tradisi Ngagurah Dano di Sungai Cidanau

Ratusan warga Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menggelar tradisi Ngagurah Dano di aliran Sungai Cidanau pada Minggu (9/8/2026). Dalam gelaran tahunan tersebut, warga dari berbagai kalangan usia turun ke sungai untuk menangkap ikan secara bersama-sama dengan mengandalkan tangan kosong serta peralatan tangkap tradisional.

Kegiatan tersebut diikuti oleh kaum pria, wanita, hingga anak-anak. Mereka tampak memadati aliran sungai, sebagian berendam sambil meraba dasar sungai untuk menangkap ikan yang bersembunyi di antara bebatuan dan celah akar pohon. Suasana kebersamaan terlihat jelas sepanjang gelaran berlangsung.

Tradisi Tahunan yang Digelar Saat Musim Kemarau

Ngagurah Dano merupakan tradisi yang diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Desa Cikolelet dan lazim dilaksanakan pada musim kemarau. Pada musim tersebut, debit air Sungai Cidanau cenderung menurun sehingga memudahkan warga untuk menangkap ikan secara beramai-ramai di sepanjang aliran sungai.

Dalam pelaksanaannya, warga tidak menggunakan peralatan modern. Tradisi ini mengandalkan ketangkasan tangan kosong serta alat tangkap tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Cara tersebut diyakini tidak merusak ekosistem sungai sekaligus menjaga keberlanjutan habitat ikan di aliran Sungai Cidanau.

Sepanjang kegiatan, warga saling berbagi lokasi tangkapan dan bertukar pengalaman. Ikan yang berhasil ditangkap kemudian dibawa pulang untuk diolah dan disantap bersama keluarga di rumah masing-masing, menjadikan tradisi ini sekaligus sebagai ajang mempererat hubungan antarwarga.

Wujud Syukur atas Kelestarian Alam dan Ketersediaan Air

Lebih dari sekadar aktivitas menangkap ikan, Ngagurah Dano merupakan pesta rakyat yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas terjaganya kelestarian alam serta melimpahnya ketersediaan air di wilayah Desa Cikolelet. Sungai Cidanau bagi warga setempat bukan sekadar aliran air, melainkan sumber kehidupan yang menopang kebutuhan sehari-hari, mulai dari pengairan lahan pertanian hingga kebutuhan rumah tangga.

Melalui tradisi ini, masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian daerah aliran sungai. Nilai gotong royong yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bahwa keberlangsungan alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipelihara dari generasi ke generasi.

Daerah aliran Sungai Cidanau sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penting di Provinsi Banten karena fungsinya sebagai penyedia sumber air bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. Kondisi sungai yang terjaga menjadi modal utama agar tradisi seperti Ngagurah Dano dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

Kearifan Lokal yang Menarik Perhatian Wisatawan

Selain bernilai spiritual dan sosial, gelaran Ngagurah Dano juga berfungsi sebagai ajang pelestarian kearifan lokal. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat desa memanfaatkan sumber daya alam secara bijak tanpa merusak lingkungan, sekaligus mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda yang turut serta dalam kegiatan.

Keunikan tradisi ini turut menyedot perhatian masyarakat dari luar daerah. Sejumlah wisatawan tampak hadir untuk menyaksikan dan mengabadikan momen ketika ratusan warga memadati aliran sungai untuk menangkap ikan. Kehadiran para pengunjung tersebut menunjukkan potensi Ngagurah Dano sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Serang.

Dengan terus digelarnya tradisi ini setiap tahun, masyarakat Desa Cikolelet berharap Ngagurah Dano tetap lestari dan semakin dikenal luas. Tradisi yang lahir dari kedekatan manusia dengan alam ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu bertahan di tengah perkembangan zaman, sekaligus memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi warga sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User