Wali Kota Semarang Minta Pemantauan TPA Jatibarang Berlanjut

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pemantauan dan penyisiran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang harus terus dilanjutkan hingga dipastikan tidak ada lagi titi...

Oct 10, 2026 - 19:19
0 0
Wali Kota Semarang Minta Pemantauan TPA Jatibarang Berlanjut

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pemantauan dan penyisiran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang harus terus dilanjutkan hingga dipastikan tidak ada lagi titik asap yang muncul. Instruksi tersebut disampaikan menyusul proses pendinginan yang masih berlangsung di sejumlah zona bekas kebakaran, dengan prioritas utama menjamin keselamatan warga di kawasan sekitar.

"Pemantauan intensif dan penyisiran harus berlanjut sampai asap benar-benar padam. Proses pendinginan terus kami pantau demi keamanan warga," tegas Agustina dalam keterangan resminya di Semarang.

Menurutnya, penanganan pascakebakaran di TPA Jatibarang tidak boleh berhenti pada tahap pemadaman awal. Pemerintah Kota Semarang, lanjut dia, telah mengerahkan petugas gabungan yang dibagi ke dalam beberapa regu untuk melakukan pengecekan berkala di area yang dinilai masih berpotensi mengeluarkan asap.

Agustina menjelaskan, penyisiran dilakukan dengan mendatangi langsung titik-titik yang sebelumnya terbakar. Petugas juga melakukan pendinginan menggunakan air secara bertahap agar tidak menimbulkan genangan berlebih yang dapat mengganggu aktivitas pengangkutan sampah.

Pendinginan Bertahap di Zona Bekas Kebakaran

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kota Semarang, proses pendinginan difokuskan pada zona-zona yang masih memiliki suhu tinggi di bawah permukaan tumpukan sampah. Metode tersebut dinilai efektif untuk mencegah munculnya kembali titik api yang sempat dikhawatirkan menyebar ke area lain.

"Kami tidak ingin ada asap yang muncul kembali. Karena itu, penyisiran dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada bagian bawah tumpukan," ujar Agustina.

Ia menambahkan, petugas di lapangan dibekali peralatan pendukung, termasuk selang air dan pompa, untuk mempercepat proses pendinginan. Selain itu, personel keamanan dikerahkan guna memastikan tidak ada warga yang mendekati area berbahaya tanpa pengawasan.

Wali kota juga meminta Dinas Lingkungan Hidup bersama instansi terkait melakukan evaluasi harian. Evaluasi tersebut mencakup perkembangan suhu, kondisi udara, serta potensi dampak bagi kesehatan warga di permukiman yang berbatasan langsung dengan TPA.

Koordinasi Lintas Instansi dan Antisipasi Dampak Kesehatan

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota Semarang, Agustina menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, serta aparat kewilayahan. Koordinasi itu bertujuan memastikan penanganan berjalan cepat dan terukur.

"Setiap perkembangan harus dilaporkan secara berkala. Jangan ada informasi yang terputus antara petugas di lapangan dan pemerintah kota," tegasnya.

Dinas Kesehatan Kota Semarang diminta menyiapkan langkah antisipatif, termasuk pemantauan kualitas udara dan penyediaan layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan. Petugas juga diarahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan masker ketika berada di luar ruangan.

Agustina menyatakan, pihaknya akan menerjunkan tim tambahan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih intensif. Ia memastikan anggaran operasional penanganan darurat telah disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dukungan Teknologi Penginderaan untuk Deteksi Titik Panas

Selain penyisiran manual, Pemerintah Kota Semarang memanfaatkan pemantauan berbasis penginderaan untuk mendeteksi titik panas yang tidak terlihat secara kasatmata. Data tersebut digunakan sebagai acuan dalam menentukan lokasi prioritas pendinginan.

"Deteksi dini sangat penting. Dengan begitu, kami bisa bergerak lebih cepat sebelum kondisi memburuk," kata Agustina.

Ia menambahkan, hasil pemantauan akan dievaluasi bersama tim ahli lingkungan. Apabila dalam beberapa hari ke depan tidak ditemukan lagi titik panas, status siaga darurat akan ditinjau sesuai mekanisme yang berlaku.

Agustina juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kepastian informasi menjadi kunci agar penanganan berjalan kondusif.

"Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kondisi ini. Pemerintah kota akan terus hadir memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan," pungkasnya.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota Semarang menargetkan proses pemulihan di TPA Jatibarang dapat selesai sesuai jadwal, sekaligus memastikan tidak ada lagi sumber asap yang mengganggu aktivitas warga maupun operasional pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User