Tim SAR Gabungan Evakuasi 50 Warga Terjebak Banjir di Padang

PADANG — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi lebih dari 50 warga yang terjebak banjir di dua titik di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu. Proses evakuasi ...

Oct 10, 2026 - 19:32
0 0
Tim SAR Gabungan Evakuasi 50 Warga Terjebak Banjir di Padang

PADANG — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi lebih dari 50 warga yang terjebak banjir di dua titik di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu. Proses evakuasi dilakukan setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari hingga menyebabkan sejumlah kawasan permukiman terendam air dengan ketinggian bervariasi antara satu hingga dua meter.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari posko darurat, warga yang terjebak tersebar di dua lokasi utama yang terdampak paling parah. Tim gabungan yang terdiri dari personel SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan dikerahkan menggunakan perahu karet untuk menjangkau kawasan yang akses jalannya terputus akibat genangan air.

“Tim SAR gabungan bergerak sejak pagi untuk mengevakuasi warga. Prioritas kami adalah kelompok rentan, yaitu lansia, anak-anak, dan warga yang sakit,” menegaskan seorang petugas koordinator lapangan dalam keterangannya kepada awak media di lokasi kejadian.

Dua Titik Utama Proses Evakuasi

Evakuasi dipusatkan di dua titik yang menjadi konsentrasi warga terjebak. Titik pertama berada di kawasan permukiman padat penduduk yang berada dekat dengan bantaran sungai. Kawasan ini dilaporkan mengalami pendangkalan aliran air sehingga banjir dengan cepat merendam rumah-rumah warga. Titik kedua berada di area perumahan di bagian selatan kota yang terdampak luapan air dari saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.

Menurut data sementara, jumlah warga yang dievakuasi dari kedua lokasi tersebut melebihi 50 jiwa. Sebagian warga terpaksa bertahan di lantai atas rumah sejak dini hari karena air terus naik dan arusnya cukup deras. Tim harus menggunakan pelampung dan tali penyelamat untuk mengevakuasi warga dari rumah ke rumah, mengingat kondisi arus yang membahayakan.

“Air naik sangat cepat, sekitar pukul 04.00 WIB warga sudah mulai terjebak. Kami langsung membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelamatan,” menyatakan petugas BPBD yang berada di lokasi.

Warga Dievakuasi ke Titik Pengungsian Sementara

Warga yang berhasil dievakuasi selanjutnya diarahkan ke posko pengungsian sementara yang didirikan di balai pertemuan warga dan bangunan fasilitas umum terdekat. Posko tersebut dilengkapi dengan tenda darurat, dapur umum, serta layanan kesehatan dasar untuk menangani warga yang mengalami keluhan kesehatan pascabanjir.

Kepala pelaksana BPBD kota menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan pakaian layak pakai. “Kebutuhan dasar warga di pengungsian menjadi perhatian utama. Kami juga mendirikan posko kesehatan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir,” ujarnya menegaskan.

Selain mengevakuasi warga, tim gabungan juga melakukan pendataan terhadap kerugian material yang dialami masyarakat. Berdasarkan laporan awal, sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding dan perabotan akibat terendam air. Kendaraan bermotor milik warga juga dilaporkan tidak dapat diselamatkan karena terendam di halaman rumah.

Peringatan Dini dan Langkah Antisipasi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Sumatera Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, khususnya di kawasan rawan bencana.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah kota mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rendah untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Aparat kelurahan dan kecamatan juga dikerahkan untuk memantau ketinggian air secara berkala serta melaporkan perkembangan situasi kepada posko induk.

“Kami mengimbau warga untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas. Jangan memaksakan bertahan di rumah apabila ketinggian air terus meningkat,” menegaskan pejabat pemerintah kota dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dilaporkan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di lokasi terdampak. Tim SAR bersama instansi terkait tetap bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan seiring masih tingginya curah hujan di wilayah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User