Veddriq dan Desak Sabet Dua Emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing
Chamonix, Prancis — Dua pemanjat andalan Indonesia, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita, sukses mengawinkan medali emas pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing
Chamonix, Prancis — Dua pemanjat andalan Indonesia, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita, sukses mengawinkan medali emas pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026 di Chamonix, Prancis, Minggu (12/7). Prestasi ini menjadi penegasan dominasi Indonesia di nomor speed setelah keduanya tampil memukau sepanjang putaran final.
Veddriq Leonardo Pertahankan Gelar
Di nomor speed putra, Veddriq Leonardo menunjukkan performa yang nyaris tanpa cela. Mengandalkan start eksplosif dan transisi sempurna, pemuda asal Pontianak itu mencatatkan waktu 5,09 detik di final, mengalahkan lawannya dari China, Wu Jinming. Catatan itu sekaligus menandai rekor pribadi terbaiknya sepanjang musim ini.
Kemenangan ini menambah koleksi emas Veddriq di level dunia. Sebelumnya, ia sudah mengantongi medali serupa dari Kejuaraan Dunia 2023 di Bern dan 2025 di Seoul. Dengan raihan di Chamonix, Veddriq kini resmi menjadi pemanjat speed pertama yang tiga kali beruntun menjadi juara dunia di era format baru IFSC.
“Saya sangat bersyukur bisa mempertahankan gelar di sini. Persaingan sangat ketat, tetapi mental bertanding yang kami latih terus bersama pelatih membuahkan hasil,” ujar Veddriq usai upacara penyerahan medali.
Desak Made Rita Kuasai Final Wanita
Tidak kalah gemilang, Desak Made Rita tampil dominan di sektor putri. Peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 itu mencatatkan waktu 6,88 detik pada partai puncak, mengungguli pemanjat Polandia, Natalia Kalucka. Desak unggul hampir dua persepuluh detik dari lawan terdekatnya, menunjukkan konsistensi yang menjadi kunci kemenangan tim Indonesia.
Keberhasilan Desak di Chamonix semakin istimewa karena ia harus mengalahkan dua pemanjat papan atas dunia di semifinal dan final dalam satu sesi. Atlet asal Bali itu menilai pola recovery spesial yang diterapkan tim pelatih sangat membantu mempertahankan kecepatan puncak di tiap putaran.
“Dukungan tim sangat luar biasa. Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan detail, dari strategi jalur hingga pemulihan antar-babak. Hasil ini untuk Indonesia,” kata Desak Made Rita.
Dominasi Indonesia di Arena Speed
Raihan dua medali emas di Chamonix semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara unggulan di nomor speed panjat tebing. Dalam satu setengah dekade terakhir, Indonesia telah mengoleksi lima medali emas dari berbagai seri Kejuaraan Dunia dan Piala Dunia, sebuah catatan yang hanya bisa disamai oleh sedikit negara lain.
Prestasi ini tidak terlepas dari pembinaan sistematis yang dilakukan Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Program jangka panjang “Speed Climbing Excellence” yang dimulai sejak 2021 fokus pada pembibitan atlet muda, pemusatan latihan di berbagai daerah, serta menghadirkan kepala pelatih internasional untuk meningkatkan performa teknik dan mental atlet.
- Raihan Medali Emas Indonesia di Kejuaraan Dunia Speed Putra: 2023 (Bern), 2025 (Seoul), 2026 (Chamonix)
- Medali Emas Speed Putri: Pertama kali diraih di Chamonix 2026 oleh Desak Made Rita
- Total medali Indonesia di semua nomor sejak 2011: 11 emas, 14 perak, 9 perunggu
Jalan Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
Kejuaraan Dunia 2026 menjadi tolok ukur penting dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Sebagai ajang kualifikasi terbesar selain Piala Dunia, hasil di Chamonix memberikan poin dan pengalaman berharga. Veddriq dan Desak kini berada di peringkat atas klasemen kualifikasi Olimpiade, yang akan menentukan undangan langsung ke Los Angeles.
Direktur Teknik FPTI, Rudi Febriyanto, menyebut keberhasilan di Prancis sebagai batu loncatan strategis. “Kami akan segera mengevaluasi performa ini dan langsung bersiap untuk Piala Dunia 2027. Target kami mengamankan minimal dua tiket langsung Olimpiade dari nomor speed,” ujarnya di sela kejuaraan.
Semangat dari Tribun dan Pesan untuk Generasi Muda
Ratusan pendukung Indonesia yang hadir di Chamonix mewarnai arena dengan bendera Merah Putih dan sorakan khas. Kedua atlet mengaku atmosfer tersebut menjadi dorongan moral besar, terutama ketika bersaing ketat di babak semifinal yang sempat memanas karena false start beberapa kontestan lain.
Desak Made Rita berharap capaian ini menginspirasi lebih banyak anak muda terjun ke olahraga panjat tebing. “Mulai dari daerah saja, tebing buatan sudah banyak. Semoga ke depan regenerasi atlet kita makin kuat,” tutupnya.
Dengan keunggulan di dua nomor speed, Indonesia pulang dari Chamonix dengan dua emas, sebuah prestasi yang akan dikenang sebagai salah satu penampilan terbaik dalam sejarah panjat tebing Tanah Air.
[SOCIAL_TWEET]: Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita kawinkan emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026! Veddriq pecahkan rekor 5,09 detik, Desak kuasai nomor wanita. Indonesia terbukti sebagai raja speed dunia! 🇮🇩🧗♂️ #PanjatTebing #VeddriqLeonardo #DesakMadeRita [SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Dua emas panjat tebing dunia dari Chamonix! Veddriq 5,09 detik, Desak 6,88 detik. Indonesia juara!
Comments (0)