RSUD Kubu Raya Perkuat Akses Disabilitas Lewat Program Quick Win

Kubu Raya, Kalimantan Barat – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus yang terletak di daerah terpencil Kabupaten Kubu Raya kini menjadi sor

Jul 12, 2026 - 10:52
0 0
RSUD Kubu Raya Perkuat Akses Disabilitas Lewat Program Quick Win

Kubu Raya, Kalimantan Barat – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus yang terletak di daerah terpencil Kabupaten Kubu Raya kini menjadi sorotan nasional setelah berhasil memperkuat layanan akses disabilitas melalui program quick win Kementerian Kesehatan. Transformasi ini menjadikan rumah sakit rujukan di perbatasan tersebut sebagai model inklusivitas bagi fasilitas kesehatan di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Bertempat di Kecamatan Sungai Raya, RSUD Tuan Besar Syarif Idrus melayani lebih dari 120.000 penduduk yang tersebar di 9 kecamatan, banyak di antaranya harus menempuh perjalanan sungai hingga dua jam. Sebelum inisiatif ini bergulir pada awal 2025, rumah sakit dua lantai itu hanya memiliki satu ramp sempit dan tidak ada toilet ramah disabilitas. Kini, fasilitas itu bertransformasi dalam enam bulan pertama program quick win yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Kronologi Implementasi Program Quick Win

  1. Januari 2025 – RSUD Tuan Besar Syarif Idrus ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit sasaran program quick win nasional untuk daerah 3T. Tim assessment dari Kemenkes menemukan hanya 12% dari total area rumah sakit yang ramah disabilitas.
  2. Maret 2025 – Pembangunan infrastruktur dimulai: lima ramp baru, tiga toilet khusus disabilitas, pemasangan guiding block sepanjang 180 meter, dan papan informasi berhuruf Braille di 14 titik strategis.
  3. Juni 2025 – Seluruh staf medis dan administratif (total 87 orang) mengikuti pelatihan komunikasi inklusif, termasuk bahasa isyarat dasar dan etika pendampingan difabel.
  4. Agustus 2025 – Layanan unggulan disabilitas diresmikan: pendaftaran daring dengan antarmuka screen reader, prioritas antrean untuk pasien difabel, serta kemitraan dengan 12 puskesmas yang kini memiliki posko rujukan cepat.
  5. Desember 2025 – Audit aksesibilitas oleh Kemenkes menunjukkan skor 91 dari 100, meningkat dari sebelumnya 34.

Realita Lapangan dan Testimoni

Sri Wahyuni (42), seorang penyandang disabilitas daksa warga Desa Kuala Dua, menuturkan pengalamannya setelah perubahan ini. "Dulu ke sini harus dibopong sama keluarga karena nggak ada jalan buat kursi roda. Sekarang dari perahu langsung naik ramp, mandiri," tuturnya saat ditemui Liputan6.com, Jumat (6/2/2026).

Direktur RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, dr. Mariana Siregar, M.Kes., menegaskan bahwa efisiensi pelayanan meningkat 40% pada kasus pasien difabel. "Sebelum program, satu pasien difabel butuh minimal tiga orang pendamping untuk mobilitas di dalam RS. Sekarang, satu pendamping cukup, dan tenaga medis bisa lebih fokus," jelasnya.

"Pendekatan quick win ini bukti bahwa keterpencilan bukan alasan untuk menelantarkan hak kesehatan difabel. Justru di sinilah urgensi tertinggi karena ketiadaan akses bisa mengancam nyawa," ungkap Prof. Dr. Andi Surya, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Tanjungpura.

Selain efisiensi, data internal rumah sakit menunjukkan lonjakan kunjungan pasien difabel sebesar 67% dalam semester kedua 2025 (dari 214 menjadi 357 kunjungan per bulan), mencerminkan dampak langsung dari hilangnya hambatan fisik dan stigma.

Perbandingan Sebelum dan Sesudah Program

IndikatorSebelum (2024)Sesudah (2025)
Jumlah ramp aksesibel1 (sempit, tidak standar)6 (standard SNI)
Toilet ramah disabilitas04
Guiding block (m)0180
Papan Braille014 titik
Staf terlatih bahasa isyarat087 (100% staf)
Kunjungan difabel/bulan214357
Skor aksesibilitas Kemenkes3491

Keberhasilan ini mendorong enam rumah sakit lain di Kalimantan Barat untuk mengadopsi langkah serupa pada anggaran tahun 2026. Kemenkes juga menjadikan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus sebagai lokasi magang manajemen rumah sakit 3T dari seluruh Indonesia.

Akses disabilitas di rumah sakit terpencil bukan semata soal fasilitas, namun menyangkut prinsip keadilan sosial. Dengan anggaran kurang dari Rp1,2 miliar dari APBD dan dana alokasi khusus quick win, RSUD ini membuktikan bahwa perubahan sistemik bisa dimulai dari langkah kecil yang tepat sasaran.

[SOCIAL_TWEET]: Transformasi RSUD Kubu Raya dari 0 toilet disabilitas jadi 4 & skor aksesibilitas 91/100 dalam 6 bulan lewat Program Quick Win! Bukti fasilitas 3T bisa inklusif. #AksesDisabilitas #KesehatanInklusif #KubuRaya[SOCIAL_TG]: ♿ RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya berhasil naikkan skor akses disabilitas dari 34 ke 91 dalam 6 bulan lewat Program Quick Win. Kini 100% staf terlatih, ada 4 toilet, 6 ramp, & paduan Braille di 14 titik. Pasien difabel melonjak 67%!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User