Messi Cetak Assist, Argentina Sementara Ungguli Swiss 1-0

Kansas City, Amerika Serikat — Tim Tango Argentina memimpin 1-0 atas Swiss di babak pertama perempat final Piala Dunia 2026, berkat assist brilian kapten L

Jul 12, 2026 - 09:28
0 0

Kansas City, Amerika Serikat — Tim Tango Argentina memimpin 1-0 atas Swiss di babak pertama perempat final Piala Dunia 2026, berkat assist brilian kapten Lionel Messi. Pertandingan yang digelar di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7) waktu setempat, menyajikan permainan menyerang nan intens dari kedua kubu.

Jalannya Babak Pertama

Argentina langsung menggebrak menit awal dengan pressing tinggi. Duet lini depan Julian Alvarez dan Lautaro Martinez aktif melakukan rotasi posisi, memaksa lini belakang Swiss yang dikomandoi Manuel Akanji bekerja keras. Peluang pertama tercipta di menit ke-8 melalui tembakan jarak jauh Enzo Fernandez yang melambung tipis di atas mistar.

Swiss tidak tinggal diam. Melalui skema serangan balik cepat, Breel Embolo dua kali memenangi duel dengan bek tengah Cristian Romero. Satu peluang berbahayanya mampu diblok kiper Emiliano Martinez, sementara satu tembakan lain menyamping tipis dari tiang.

Gol yang dinanti tiba di menit ke-31. Lionel Messi menerima bola di sisi kanan, melewati dua pemain, lalu melepaskan umpan tarik terukur yang disambar Lautaro Martinez dengan sepakan voli dari tepi kotak penalti. Bola tak terbendung kiper Gregor Kobel dan bersarang di sudut kiri bawah gawang Swiss. Assist itu menjadi bukti bahwa meski telah berusia 39 tahun, La Pulga masih memiliki penglihatan dan eksekusi yang tak tertandingi.

“Saya coba menarik perhatian bek, lalu saya lihat Lautaro punya ruang. Assist-nya memang memanjakan, tinggal saya selesaikan,” kata Lautaro Martinez saat jeda.

Messi Berikan Magic di Arrowhead

Meski tidak mencetak gol, Messi menjadi pusat permainan Argentina. Pemenang Ballon d’Or delapan kali itu mencatatkan 92 persen umpan akurat, tiga umpan kunci, dan dua dribel sukses pada paruh pertama. Pressing Swiss yang berlapis gagal mematikan pergerakan Messi yang sering turun ke lini kedua untuk menjadi playmaker.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, tampak sudah mengantisipasi hal itu dengan menugaskan Remo Freuler dan Djibril Sow mengawal ketat Messi. Namun, pergerakan tanpa bola dan kecerdasannya mencari celah terus menyulitkan lini tengah. Assist yang ia lesakkan merupakan umpan keduanya yang berujung peluang bersih — sebelumnya tendangan Alexis Mac Allister masih bisa ditepis Kobel.

Strategi dan Statistik Babak Pertama

Di 45 menit pertama, Argentina mendominasi penguasaan bola dengan 58 persen. Mereka melepaskan 10 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran. Sementara Swiss mengandalkan efisiensi serangan balik dengan 6 percobaan dan 2 tembakan on target. Situasi bola mati beberapa kali nyaris membahayakan gawang Emiliano Martinez, namun kesigapan barisan belakang Argentina meredamnya.

  • Menit 8: Tembakan keras Enzo Fernandez membentur mistar setelah memantul dari blok pemain Swiss.
  • Menit 15: Breel Embolo lepas dari Romero, tapi penyelamatan Emiliano Martinez menggagalkan kesempatan emas Swiss.
  • Menit 24: Messi nyaris cetak gol dari tendangan bebas, bola melengkung tipis di atas mistar kanan atas.
  • Menit 31: Assist Messi ke Lautaro Martinez, gol 1-0.
  • Menit 40: Peluang sundulan Nico Otamendi dari sepak pojok, masih melebar.

Kunci Taktik: Rotasi dan Keberanian

Keputusan pelatih Lionel Scaloni memainkan formasi 4-3-1-2 dengan Messi sebagai trequartista murni terbukti efektif. Rotasi ketat antara Messi, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister membuat Swiss kesulitan menutup celah. Di sisi lain, full-back Nahuel Molina dan Marcos Acuna rajin melakukan overlapping, memaksa penyerang sayap Swiss turut bertahan.

Di kubu Swiss, strategi bertahan rapat dengan blok 5-3-2 saat kehilangan bola mampu meredam beberapa percobaan build-up Argentina. Namun, minimnya kreativitas di lini tengah ketika melakukan transisi menyerang menjadi pekerjaan rumah paruh kedua. Yakin diperkirakan akan memasukkan Xherdan Shaqiri atau Noah Okafor untuk menambah daya dobrak.

Sejarah Pertemuan dan Motivasi Juara

Ini merupakan pertemuan keempat Argentina dan Swiss di Piala Dunia. Argentina unggul di dua pertemuan sebelumnya (1966 dan 2014), sementara satu laga berakhir imbang. Pada 2014, Angel Di Maria mencetak gol kemenangan di babak 16 besar, juga melalui assist Messi, sebuah kisah yang seakan terulang malam ini.

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Ambisi mempertahankan gelar — dan memberikan trofi terakhir bagi Messi sebelum pensiun dari timnas — mendorong moral tim sangat tinggi. Lautaro menegaskan bahwa rekan-rekannya siap mengamankan laga meski Swiss patut diwaspadai karena rekor tak terkalahkan di babak grup.

Saat turun minum, keunggulan 1-0 membuat Argentina selangkah lebih dekat ke semifinal. Namun, dengan waktu 45 menit tersisa dan potensi kebangkitan Swiss, babak kedua diyakini akan semakin sengit. Mampukah Messi dan kolega mempertahankan laju juara mereka? Kita nantikan drama di Arrowhead Stadium.

[SOCIAL_TWEET]: Messi kembali menjadi arsitek serangan Argentina! Assist briliannya membuat Argentina unggul 1-0 atas Swiss di babak pertama perempat final Piala Dunia 2026. Magic Messi masih berbicara di Arrowhead Stadium. 🇦🇷⚽ #PialaDunia2026 #Messi #ArgentinaVsSwiss [SOCIAL_TG]: ⚽ Babak I: Argentina 1-0 Swiss. Lautaro Martinez cetak gol di menit 31 lewat assist Messi. Sisa 45 menit, Swiss belum menyerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User