Usai Dipanggil Prabowo, Bahlil Ungkap 3 Penyebab Listrik Mati Bergilir di Jawa
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya membuka suara mengenai penyebab utama terjadinya pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pu
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya membuka suara mengenai penyebab utama terjadinya pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Pengakuan tersebut disampaikan Bahlil seusai menjalani rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, Bahlil membeberkan tiga faktor utama yang menjadi pemicu terhambatnya pasokan listrik ke masyarakat. Meski detail dari ketiga penyebab tersebut tidak dirinci seluruhnya secara terbuka, satu faktor dominan yang dikonfirmasi langsung oleh sang menteri adalah adanya gangguan teknis pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
“Ada permasalahan teknis terhadap pembangkit listrik tenaga uap,” ujar Bahlil kepada awak media, mengulangi poin pertama yang disampaikannya kepada Presiden Prabowo.
“Berdasarkan laporan dari Dirut PLN, alhamdulillah per hari ini pembangkit listrik tersebut sudah tidak ada kendala,” tambahnya.
Pernyataan Bahlil tersebut sedikit memberikan angin segar di tengah keresahan publik yang terdampak padamnya aliran listrik secara tiba-tiba. Meskipun demikian, dua penyebab lainnya masih menjadi tanda tanya besar. Sumber internal Kementerian ESDM yang enggan disebutkan identitasnya mengisyaratkan bahwa dua faktor lainnya berkaitan erat dengan tingginya beban puncak konsumsi listrik harian serta terbatasnya pasokan energi primer akibat dinamika harga komoditas global. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh tim teknis PLN.
Rapat terbatas di Istana tersebut digelar secara mendadak menyusul meluasnya keluhan pemadaman listrik yang tak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga menghambat operasional sektor industri kecil dan menengah di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Presiden Prabowo, menurut Bahlil, memberikan penekanan agar seluruh jajaran terkait segera memulihkan pasokan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Hingga saat ini, PT PLN telah berhasil menormalkan kembali sistem kelistrikan di sebagian besar titik yang terdampak. Mesin-mesin pembangkit yang sempat mengalami kendala teknis kini telah beroperasi pada kapasitas normal. Bahlil menegaskan bahwa kementeriannya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap keandalan sistem transmisi dan distribusi nasional guna mencegah terulangnya pemadaman berskala luas di masa mendatang.
Comments (0)