Unpad Terapkan Hugelkultur Kelola 1,96 Ton Limbah Organik per Bulan

Tim peneliti Program Studi Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor menerapkan sistem Hugelkultur untuk mengolah sekitar 1,96 ton limbah organik yang dihasilkan kampus setiap bul...

Unpad Terapkan Hugelkultur Kelola 1,96 Ton Limbah Organik per Bulan

Tim peneliti Program Studi Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor menerapkan sistem Hugelkultur untuk mengolah sekitar 1,96 ton limbah organik yang dihasilkan kampus setiap bulan. Inovasi tersebut menindaklanjuti kebijakan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan memanfaatkan tumpukan ranting pohon, batang kayu lapuk, dan dedaunan kering sebagai media tanam alternatif tanpa pupuk kimia. Dari total limbah harian sebesar 65,4 kilogram yang berasal dari kegiatan pemangkasan pohon dan pembersihan taman, tim menyatakan bahwa pendekatan ini tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga meningkatkan kualitas lahan di lingkungan kampus.

Prinsip dan Mekanisme Teknis

Berdasarkan prinsip ekologi hutan, teknik Hugelkultur yang berasal dari Jerman secara harfiah berarti kebun gundukan. Boy Macklin Pareira Prawiranegara, dosen Teknik Pertanian Unpad, menegaskan bahwa metode ini meniru proses alam di mana kayu tumbang dan daun membusuk secara perlahan untuk menyerap air hujan layaknya spons alami. Dalam implementasinya, tim menetapkan spesifikasi bedengan berukuran 1 × 0,5 × 0,5 meter dengan susunan berlapis. Lapisan paling bawah terdiri dari potongan kayu lapuk seberat 88,25 kilogram dan ranting pohon seberat 21,5 kilogram yang berfungsi sebagai penyangga utama. Di atasnya disusun material organik lainnya hingga membentuk gundukan yang subur dan mampu menyimpan kelembapan jangka panjang.

"Sistem ini membuktikan bahwa limbah yang selama ini dianggap mengganggu estetika justru memiliki nilai ekonomis dan ekologis tinggi jika dikelola dengan keputusan teknis yang tepat," ujar Boy Macklin.

Mochammad Agung Trianto, rekan peneliti dari prodi yang sama, menyatakan bahwa proses dekomposisi alami dalam gundukan tersebut akan melepaskan nutrisi secara bertahap. Hasil pengamatan tim menunjukkan bahwa media tanam tersebut mampu mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura tanpa tambahan pupuk sintetis. Hal tersebut sejalan dengan komitmen kampus untuk menerapkan pertanian berkelanjutan di kawasan perkotaan.

Target dan Cakupan Implementasi

Dengan kapasitas olah mencapai 1,96 ton per bulan, program ini ditetapkan sebagai salah satu model pengelolaan limbah organik skala menengah di lingkungan perguruan tinggi. Deaby Febrianti Patiha, anggota tim riset, menegaskan bahwa target utama bukan sekadar mengurangi volume sampah, melainkan menciptakan siklus tertutup antara produksi limbah dan kebutuhan agronomi kampus. Agung Dyan Catur Pratama menambahkan bahwa keberhasilan pilot project di pekarangan gedung Teknik Pertanian menjadi acuan untuk perluasan zona pengolahan ke area kuliah lainnya.

Muhammad Rigel Lazuardi, peneliti muda dalam tim tersebut, menyatakan bahwa pemanfaatan limbah organik kampus merupakan respons konkret terhadap amanat pengelolaan sampah nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, setiap institusi berkewajiban mengelola sampah di sumbernya melalui pengurangan dan pemanfaatan ulang. Dalam rapat koordinasi internal yang digelar Program Studi Teknik Pertanian, tim riset menyampaikan rencana integrasi Hugelkultur ke dalam kurikulum praktikum berkelanjutan sebagai bentuk edukasi kepada mahasiswa.

Dampak Lingkungan dan Prospek Pengembangan

Penerapan Hugelkultur di Unpad telah mengubah paradigma penanganan limbah dari pola linier menjadi sirkular. Sebelumnya, tumpukan ranting dan dedaunan kerap dibakar atau dibiarkan membusuk di sudut kampus yang mengurangi nilai estetika dan berpotensi menimbulkan gas metana. Kini, dengan keputusan untuk mengonversi material tersebut menjadi media tanam, kampus tidak hanya menghemat anggaran pembelian pupuk, tetapi juga menekan emisi gas rumah kaca dari pembusukan anaerobik.

Tim peneliti menegaskan bahwa metode ini dapat direplikasi oleh institusi pendidikan lain yang memiliki lahan terbatas namun menghasilkan limbah vegetatif dalam jumlah signifikan. Dalam pleno evaluasi semesteran, Prodi Teknik Pertanian berencana menyusun standar operasional prosedur teknis Hugelkultur untuk ditetapkan sebagai pedoman resmi pengelolaan lahan hijau Unpad. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi kampus sebagai pusat inovasi pertanian perkotaan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User