Trump Serang Wasit yang Beri Kartu Merah Balogun, FIFA Pasang Badan
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap kepemimpinan wasit Raphael Claus usai laga pamungkas Grup C Piala Dunia antara Amerika Serikat melawan Bo
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap kepemimpinan wasit Raphael Claus usai laga pamungkas Grup C Piala Dunia antara Amerika Serikat melawan Bosnia. Kekalahan mengejutkan yang dialami tuan rumah pada 2 Juli lalu itu memicu reaksi emosional dari Trump, yang menyebut keputusan kontroversial sang pengadil sebagai aksi yang "sangat mencurigakan" dan merugikan tim nasional negaranya. Trump secara khusus menyoroti kartu merah yang diterima striker andalan AS, Folarin Balogun, yang dianggapnya terlalu berlebihan dan memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Kecaman Trump dan Kontroversi Kartu Merah
Dalam sebuah pernyataan yang viral di media sosial, Trump tidak hanya mengkritik keputusan di lapangan tetapi juga mempertanyakan integritas wasit asal Brasil tersebut. Menurut laporan dari media kami, Apaberita.com, Trump menyiratkan adanya kejanggalan dalam cara Claus memimpin duel yang berlangsung sengit itu. Kartu merah langsung yang diberikan kepada Balogun setelah insiden pelanggaran terhadap bek Bosnia di babak pertama menjadi titik balik yang membuat AS harus bermain dengan sepuluh pemain hingga akhirnya menyerah. Kekalahan itu nyaris menggoyahkan langkah AS di turnamen yang mereka gelar sendiri, memicu gelombang frustrasi di kalangan pendukung dan pejabat tinggi negara.
Komentar pedas dari tokoh nomor satu di Gedung Putih itu sontak menjadi sorotan media internasional. Pasalnya, serangan terhadap perangkat pertandingan bukan hanya tidak lazim dilakukan oleh kepala negara, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan diplomatis di dunia olahraga. Tekanan publik terhadap perangkat pertandingan pun meningkat tajam pasca-komentar tersebut, menempatkan Raphael Claus dalam pusaran perhatian yang tidak nyaman menjelang babak sistem gugur Piala Dunia.
FIFA dan Collina Berikan Pembelaan Tegas
Merespons gelombang kritik yang semakin liar, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tidak tinggal diam. Organisasi tertinggi sepak bola itu, sebagaimana dirilis dalam laporan AFP yang dikutip Apaberita.com pada Selasa (7/7/2026), secara resmi memasang badan untuk membela Raphael Claus. FIFA menegaskan bahwa Claus telah direview melalui berbagai parameter ketat dan dinyatakan "telah menunjukkan standar profesionalisme dan integritas tertinggi" sepanjang karier internasionalnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi tameng bagi sang wasit dari tuduhan bias atau ketidakmampuan yang dilontarkan oleh kubu Trump.
Kepala Bidang Perwasitan sekaligus Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, turut memberikan pernyataan langsung untuk meredakan situasi. Collina, yang dikenal sebagai legenda wasit dengan reputasi tak tercela, menegaskan bahwa Claus merupakan anggota kunci dalam daftar wasit elit Piala Dunia. "Kami memiliki sistem evaluasi yang sangat komprehensif. Raphael Claus memimpin pertandingan sesuai dengan Laws of the Game. Insiden Balogun telah kami kaji ulang secara detail, dan keputusan di lapangan sudah tepat berdasarkan interpretasi pelanggaran serius yang membahayakan keselamatan lawan," tegas Collina. Ia juga menyayangkan adanya intervensi verbal dari figur politik yang dinilai dapat merusak marwah independensi perwasitan.
Lebih lanjut, sumber internal FIFA yang dihubungi Apaberita.com menyebutkan bahwa meski mendapatkan tekanan politik yang luar biasa, posisi Claus untuk memimpin pertandingan di fase selanjutnya tidak akan diganggu gugat. FIFA berkepentingan menjaga jarak antara otoritas sepak bola dan intervensi negara, serta memastikan bahwa Sport Power tidak tunduk pada Political Power. Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan balasan atas pernyataan tegas yang dilayangkan oleh Pierluigi Collina dan jajaran komite eksekutif FIFA tersebut. Ketegangan antara otoritas politik AS dan badan sepak bola dunia ini menjadi babak baru yang panas dalam gelaran Piala Dunia 2026.
Comments (0)