Truk Muatan Kayu Terguling di Bojongsari, Depok, Lalin Padat

Depok – Sebuah truk pengangkut kayu gelondongan mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di ruas Jalan Raya Parung Ciputat, tepatnya di kawasan Bojongsari, Kota Depok, pada Rabu pagi (15/7). Aki...

Jul 17, 2026 - 07:45
0 0
Truk Muatan Kayu Terguling di Bojongsari, Depok, Lalin Padat

Depok – Sebuah truk pengangkut kayu gelondongan mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di ruas Jalan Raya Parung Ciputat, tepatnya di kawasan Bojongsari, Kota Depok, pada Rabu pagi (15/7). Akibat insiden ini, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Depok dengan Tangerang Selatan tersebut sempat mengalami kemacetan parah selama lebih dari dua jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk bernomor polisi B 9854 UQ itu terguling sekitar pukul 09.30 WIB. Kendaraan berat tersebut diketahui mengangkut puluhan batang kayu sengon yang hendak dibawa dari Parung menuju Ciputat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pengemudi truk mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kronologi dan Faktor Penyebab

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Komisaris Aryanto Bintoro, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil olah tempat perkara awal. “Kendaraan melaju dari arah Parung menuju Ciputat. Saat melewati tikungan menurun sebelum lampu merah Bojongsari, diduga sopir kehilangan kendali karena muatan bergeser,” ujarnya di lokasi.

Petugas menduga truk yang kelebihan muatan itu tidak mampu mempertahankan keseimbangan saat bermanuver di tikungan. Kayu-kayu gelondongan yang tidak terikat sempurna ikut bergerak liar dan membuat titik berat kendaraan bergeser drastis ke sisi kiri. Akibatnya, truk oleng dan akhirnya terbalik menutupi separuh badan jalan utama.

Selain faktor muatan, kondisi jalan yang licin akibat hujan ringan yang turun sejak dini hari turut memperburuk traksi ban. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa truk sempat beberapa kali terlihat limbung sebelum akhirnya jatuh. “Truknya dari tadi sudah oleng, kayaknya sopirnya panik karena di belakang banyak kendaraan,” kata Suwarno, seorang pengojek daring yang melintas sesaat sebelum kejadian.

Kemacetan Parah dan Rekayasa Lalu Lintas

Badan truk yang melintang menutup hampir dua lajur dari total tiga lajur yang tersedia, sehingga hanya menyisakan satu lajur sempit di sisi kanan untuk dilalui kendaraan kecil. Kondisi ini langsung memicu antrean kendaraan hingga lebih dari tiga kilometer ke arah Parung dan dua kilometer dari arah Ciputat.

“Kami langsung memberlakukan sistem contraflow buka tutup sekitar pukul 10.15 WIB untuk mengurai kemacetan,” jelas Komisaris Aryanto. Petugas menempatkan personel di empat titik simpul kemacetan: di Simpang Bojongsari, depan Pasar Cisalak, pertigaan Kedaung, dan putaran balik sebelum lokasi kejadian. Kendaraan dari arah Ciputat diarahkan mengambil jalur berlawanan secara bergantian dengan pengawalan ketat.

Meski demikian, upaya itu masih belum sepenuhnya bisa melancarkan arus karena terbatasnya lebar jalur contraflow dan tingginya volume kendaraan pada jam sibuk pagi. Pengendara sepeda motor dan mobil pribadi terpaksa merayap dengan kecepatan di bawah 10 kilometer per jam selama hampir dua jam.

Evakuasi dan Pembersihan Material

Proses evakuasi berlangsung menantang karena kayu gelondongan yang tumpah ke jalan memiliki bobot hingga puluhan kilogram per batang. Dua unit mobil derek besar dikerahkan, masing-masing berkekuatan 20 ton, untuk mengangkut kerangka truk yang ringsek. Sementara puluhan petugas dari Dinas Perhubungan, BPBD, dan warga sekitar bergotong-royong memindahkan kayu ke tepi jalan menggunakan alat berat crane mini.

“Evakuasi selesai sekitar pukul 12.40 WIB. Kemudian kami lakukan pembersihan material dan sisa serpihan kayu yang berhamburan,” terang Kepala BPBD Kota Depok, Gandara Budiana, yang turun langsung memantau proses penanganan. Pihaknya juga menyemprotkan cairan pengurai minyak untuk mencegah licinnya jalan akibat tumpahan pelumas dari mesin truk.

Imbauan Kepada Pengemudi Angkutan Berat

Insiden ini kembali menyoroti kepatuhan pengusaha angkutan kayu terhadap aturan dimensi dan tata cara pengikatan muatan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok menegaskan, setiap truk pengangkut material tambang, perkebunan, dan hasil hutan wajib memiliki sertifikat uji tipe serta dilakukan pengecekan rutin pada sistem pengikat muatan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Depok untuk meningkatkan inspeksi di titik asal pengiriman kayu, khususnya di sepanjang jalur Parung-Ciputat yang memang rawan kecelakaan truk kelebihan muatan,” kata Kepala Dishub. Pihaknya juga mengimbau para sopir untuk tidak memaksakan kendaraan apabila merasa muatan sudah tidak stabil, serta segera menepi di rest area atau bahu jalan yang cukup lebar.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi lalu lintas di Jalan Raya Parung Ciputat segmen Bojongsari sudah kembali normal dua arah. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sopir berinisial HS (42 tahun) untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian berat yang memicu kecelakaan tunggal ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User