Truk Crane Tabrak JPO Tendean, Kemacetan Panjang Hingga Kuningan

JAKARTA — Sebuah truk pengangkut alat berat, diduga crane, menabrak dan tersangkut pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang

Jul 14, 2026 - 09:57
0 0
Truk Crane Tabrak JPO Tendean, Kemacetan Panjang Hingga Kuningan

JAKARTA — Sebuah truk pengangkut alat berat, diduga crane, menabrak dan tersangkut pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi (14/7/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu langsung memicu kemacetan parah sepanjang koridor Tendean hingga ke kawasan Kuningan dan Warung Buncit. Kemacetan mengular lebih dari lima kilometer akibat badan jalan yang menyempit drastis.

Kronologi Kejadian

  1. Sopir truk bernomor polisi B 9723 TYU melaju dari arah Mampang menuju Rasuna Said membawa muatan ekskavator mini yang diangkut menggunakan crane kecil. Tinggi total kendaraan mencapai sekitar 5,2 meter.
  2. Sesampainya di depan Gedung Wisma Tendean 2, bagian lengan crane yang tidak tertutup sempurna membentur struktur bawah JPO. Benturan keras terjadi pukul 07.48 WIB, menyebabkan panel baja JPO penyok dan beton pengaman retak.
  3. Truk langsung berhenti mendadak, ban belakang terangkat, dan kendaraan tersangkut di kolong JPO. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerusakan pada JPO cukup signifikan, sementara truk mengalami kerusakan parah pada bagian atas crane.
  4. Petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian tiba di lokasi pada pukul 08.10 WIB dan langsung melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup lajur tengah dan kanan.
  5. Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga pukul 11.00 WIB menggunakan kendaraan derek berat dan alat pemotong, sehingga JPO akhirnya dibuka kembali untuk pejalan kaki, namun kendaraan berat dilarang melintas di bawahnya sementara waktu.

Dampak Lalu Lintas

Kemacetan langsung terasa sejak pukul 08.00 WIB. Kendaraan dari arah Mampang tersendat hingga ke perempatan Warung Buncit, sedangkan dari arah Kuningan antrean kendaraan merayap hingga kawasan Mega Kuningan. Waktu tempuh normal 15 menit berubah menjadi 1,5 jam. Sejumlah pengguna jalan memutar arah melalui Jalan Bangka, Kemang, dan Arteri Pondok Indah untuk menghindari titik macet.

“Saya sudah terjebak macet hampir satu jam. Biasanya dari Warung Buncit ke Kuningan cuma 10 menit. Hari ini luar biasa parah,” keluh Rina, seorang pengemudi ojek online yang melintas di lokasi.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta langsung mengimbau warga melalui akun media sosial resmi @DishubDK1 untuk menghindari Jalan Kapten Tendean dan mencari rute alternatif. Transjakarta koridor 6 (Ragunan – Kuningan) juga mengalami keterlambatan hingga 45 menit.

Respons Pihak Berwenang

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Sigit Nurcahyo, menyatakan bahwa sopir truk diduga lalai tidak memperhitungkan tinggi kendaraan yang melebihi batas maksimal di ruas jalan perkotaan. “Kami masih melakukan pemeriksaan. Sementara ini penyebabnya adalah human error. JPO memiliki tinggi standar 5 meter, namun kendaraan dengan muatan crane mencapai lebih dari itu,” ujarnya di lokasi.

Sopir truk berinisial AS (45) telah diamankan untuk dimintai keterangan. Polisi juga akan menyelidiki apakah kendaraan tersebut memiliki izin operasional rute dan muatan sesuai aturan. Sementara itu, petugas Sudin Perhubungan Jakarta Selatan berkoordinasi dengan kontraktor untuk memperbaiki kerusakan JPO sesegera mungkin.

Jalur Alternatif dan Imbauan

Berikut poin penting bagi warga yang biasa melintasi Jalan Kapten Tendean:

  • Gunakan jalur arteri melalui Jalan Bangka – Kemang Raya – Ampera Raya untuk menuju ke Mampang atau Kuningan.
  • Moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line dan MRT menjadi pilihan lebih cepat karena tidak terpengaruh kemacetan jalan raya.
  • Transjakarta koridor 13 (Ciledug – Tendean) sementara mengalihkan rute via Jalan Gatot Subroto – Jalan Rasuna Said.
  • Patuhi arahan petugas di lapangan dan pantau akun resmi @TMCPoldaMetro untuk informasi lalu lintas terkini.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pemeriksaan struktur JPO untuk memastikan keamanan sebelum dilalui kendaraan berat sepenuhnya. Polisi mengimbau agar pengemudi truk dan kendaraan bertinggi di atas 4 meter wajib mengetahui rute yang diizinkan dan tidak memaksakan melintas di bawah JPO perkotaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User