Oct 11, 2026
Politik

TNI Sita Barang Bukti Usai Baku Tembak dengan OPM di Maybrat

JAYAPURA — Satuan tugas TNI yang tergabung dalam operasi pengamanan wilayah di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, berhasil menyita sejumlah barang bukti usai terjadinya baku tembak dengan kelompok...

TNI Sita Barang Bukti Usai Baku Tembak dengan OPM di Maybrat

JAYAPURA — Satuan tugas TNI yang tergabung dalam operasi pengamanan wilayah di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, berhasil menyita sejumlah barang bukti usai terjadinya baku tembak dengan kelompok yang dikategorikan sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Insiden kontak senjata tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (13/3/2025) di kawasan hutan Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Kolonel Inf. Hendra Wijaya, menegaskan bahwa baku tembak berlangsung singkat setelah patroli rutin aparat keamanan mendeteksi keberadaan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. "Personel kami melakukan patroli territorial di sekitar Distrik Aifat. Saat mendekati titik yang diduga menjadi jalur perlintasan, kontak tembak tidak terhindarkan. Api dilancarkan dari arah semak oleh kelompok bersenjata," ujar Hendra dalam keterangan resmi yang diterima di Jayapura, Jumat (14/3/2025).

Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dari pihak TNI dalam peristiwa tersebut. Aparat berhasil memukul mundur kelompok bersenjata ke dalam hutan rawa. Dalam penyisiran pasca-baku tembak, personel gabungan mengamankan lima unit barang bukti yang ditinggalkan di lokasi kejadian.

Daftar Barang Bukti yang Disita

Hendra merincikan barang bukti yang berhasil disita meliputi satu pucuk senjata rakitan jenis laras panjang, dua butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu buah seragam loreng, serta sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut. Selain itu, aparat juga menemukan perlengkapan lapangan berupa tas ransel dan alat komunikasi sederhana.

"Seluruh barang bukti telah didata dan dibawa ke Pos TNI untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat berwenang. Barang bukti ini menjadi bahan penting untuk memetakan jaringan dan pergerakan kelompok tersebut di wilayah Maybrat," tegas Hendra.

Ia menambahkan bahwa dokumen yang disita sedang diteliti oleh tim intelijen untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan dengan kelompok lain di kabupaten tetangga. Menurutnya, penyelidikan dilakukan lintas satuan agar pemetaan tidak berhenti pada peristiwa tunggal.

Operasi Penyisiran Lanjutan

Menindaklanjuti kontak tembak tersebut, TNI bersama Kepolisian Resor Maybrat dan pemerintah daerah menggelar Rapat Koordinasi di Kantor Distrik Aifat untuk menentukan langkah pengamanan berikutnya. Dalam rapat itu disepakati perluasan operasi penyisiran ke radius lima kilometer dari titik kontak, khususnya pada jalur-jalur yang biasa dilintasi kelompok bersenjata.

Komandan Kodim setempat, Letkol Inf. Yusuf Maulana, menyatakan bahwa operasi tetap mengedepankan pendekatan teritorial dan menghindari dampak bagi warga sipil. "Kami tidak mengejar untuk mencari pertempuran. Prioritas kami adalah memulihkan rasa aman masyarakat dan memastikan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar dan pasar, berjalan tanpa gangguan," tutur Yusuf.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Sekretaris Daerah, Markus Salossa, mengonfirmasi bahwa situasi di permukiman warga berangsur kondusif. Ia menyebut pelayanan publik tetap dibuka dan aparat kampung dilibatkan untuk melaporkan setiap pergerakan mencurigakan.

Imbauan kepada Masyarakat

Kodam XVIII/Kasuari mengimbau masyarakat Maybrat agar tidak terprovokasi dan segera melaporkan keberadaan orang tak dikenal yang membawa senjata kepada aparat terdekat. Hendra menegaskan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat dan kerahasiaan pelapor dijamin.

Diketahui, wilayah Maybrat dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian aparat keamanan karena dugaan aktivitas kelompok bersenjata yang memanfaatkan medan hutan lebat dan akses jalan terbatas. Gangguan keamanan di kawasan tersebut turut berdampak pada distribusi logistik dan akses layanan dasar, sehingga pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur penghubung.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Distrik Aifat dilaporkan normal dan tidak terjadi kontak senjata susulan. Seluruh barang bukti yang disita telah diamankan, sementara penyelidikan terhadap dokumen dan identitas kelompok masih berlangsung. TNI menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan negara serta melindungi keselamatan warga di seluruh wilayah Papua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User