Titiek Soeharto Icip Anggur Rawatan Napi Nusakambangan: Enak, Manis
Cilacap — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedatangannya
Cilacap — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedatangannya kali ini menyoroti program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan vokasi, dan salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika ia menyusuri Balai Latihan Kerja (BLK) Hortikultura di tengah pulau yang dikenal sebagai benteng keamanan maksimum itu.
Di sela-sela agenda resmi, Titiek tampak berhenti cukup lama di area green house anggur yang memamerkan tanaman merambat dengan buah-buah mungil bergelantungan. Ia tak kuasa menahan kekagumannya saat melihat langsung hasil budi daya yang dikelola para narapidana. Suasana di dalam rumah kaca yang sejuk dan tertata rapi itu seolah melunturkan sejenak kesan keras tentang Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.
Takjub di Green House Anggur, Puji Rasa Manisnya
Saat memasuki green house, Titiek lantas berjalan mendekati deretan tanaman anggur yang sedang berbuah. Matanya menyorot tandan-tandan kecil berwarna merah keunguan. Tanpa ragu, ia memetik satu buah, membersihkannya sekilas, dan langsung mencicipi. Ekspresi gaduh seketika merekah di wajahnya.
"Oh, ini yang kecil-kecil ya? Enak ini, manis. Ini jenis apa?"
Pertanyaan itu langsung disambut hangat oleh petugas pembina dan para warga binaan yang mendampingi. Mereka menjelaskan bahwa anggur yang tengah dicicipi Titiek adalah varietas tertentu yang cocok dikembangkan di iklim tropis dan telah melalui perawatan intensif dari awal penanaman hingga masa panen. Titiek pun mengangguk-angguk puas. Ia mengaku tak menyangka bahwa di balik tembok penjara Nusakambangan, tumbuh buah anggur yang rasanya bisa menyamai produk kebun profesional.
Hasil Nyata Pembinaan Berbasis Pertanian
BLK Hortikultura Pulau Nusakambangan merupakan bagian dari program strategis pemasyarakatan untuk membekali narapidana dengan keterampilan di bidang pertanian modern. Selain anggur, beragam komoditas hortikultura lain seperti melon, semangka, cabai, dan sayuran hidroponik juga dikembangkan di sini. Keterlibatan warga binaan secara langsung di setiap tahap—penyemaian, pindah tanam, pemangkasan, hingga panen—diyakini efektif menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Dalam kunjungan itu, Titiek berdialog dengan beberapa narapidana yang sedang merawat tanaman. Ia mendengar cerita bahwa banyak di antara mereka yang awalnya buta soal pertanian, kini justru menemukan bakat dan harapan baru untuk bekal setelah bebas. Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, program semacam ini perlahan mengikis stigma bahwa lapas sekelas Nusakambangan hanya identik dengan hukuman dan pengasingan.
Apresiasi Luas Tak Hanya pada Hortikultura
Tak hanya area pertanian, rangkaian kunjungan Titiek di Nusakambangan juga menyentuh unit usaha lain. Sebelumnya, Apaberita.com telah memberitakan bahwa Titiek turut mengapresiasi produk konveksi buatan narapidana, bahkan memberikan semacam dukungan publik yang dapat diibaratkan sebagai endorsmen sederhana (baca: Titiek Soeharto Endorse Produk Konveksi Karya Napi Nusakambangan). Hal ini menunjukkan perhatian menyeluruh Titiek pada setiap lini pembinaan, dari pertanian hingga manufaktur ringan.
Di akhir sesi di green house, Titiek menyampaikan bahwa dirinya optimistis hasil hortikultura semacam ini layak menembus pasar yang lebih luas. “Ini sudah sangat bagus. Tinggal pengemasan dan distribusi yang harus diperkuat. Saya yakin ini bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi warga binaan, tapi juga bagi masyarakat umum,” ujarnya.
Kunjungan kerja Titiek Soeharto ke BLK Hortikultura Nusakambangan ini pun menjadi cerminan bahwa program pemasyarakatan berbasis keterampilan dapat menghasilkan sesuatu yang manis—secara harfiah dan kiasan—bagi siapa pun yang bersentuhan dengannya.
Comments (0)