Sep 16, 2026
Nasional

Tim SAR Banten Terjunkan Drone Cari Jurnalis Hilang di Krakatau

Cilegon, Apaberita.com — Tim Search and Rescue (SAR) Banten mengerahkan teknologi pesawat tanpa awak (drone) berkamera termal untuk melacak keberadaan dela

Tim SAR Banten Terjunkan Drone Cari Jurnalis Hilang di Krakatau

Cilegon, Apaberita.com — Tim Search and Rescue (SAR) Banten mengerahkan teknologi pesawat tanpa awak (drone) berkamera termal untuk melacak keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Delapan korban tersebut terdiri dari 5 jurnalis media nasional dan 3 warga lokal yang bertugas sebagai awak kapal serta pemandu lapangan.

Pencarian lewat udara ini menjadi opsi utama mengingat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih fluktuatif dan sangat membahayakan keselamatan personel jika melakukan penyisiran darat secara langsung. Radius pencarian kini diperluas hingga 10 mil laut dari zona bahaya utama erupsi.

Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis di Zona Bahaya

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun tim redaksi Apaberita.com, rombongan wartawan tersebut bermaksud melakukan dokumentasi dan peliputan eksklusif terkait peningkatan status Gunung Anak Krakatau. Berikut adalah urutan kejadian yang memicu operasi penyelamatan berskala besar ini:

  1. Selasa Pagi: Rombongan berangkat dari Pelabuhan Paku, Anyer, menggunakan perahu motor nelayan berkapasitas sedang menuju perairan terluar Anak Krakatau.
  2. Selasa Sore: Kontak terakhir tercatat pada pukul 16.30 WIB ketika salah satu jurnalis mengabarkan bahwa terjadi lontaran abu vulkanik tebal dan gelombang tinggi yang memukul perahu mereka.
  3. Rabu Pagi: Pihak kantor berita melapor ke Kantor SAR Banten setelah rombongan tidak kunjung kembali dan seluruh saluran komunikasi terputus total.
  4. Rabu Siang: Tim SAR Gabungan mendirikan Posko Darurat di Carita dan langsung menerjunkan tim penyisir serta unit drone thermal udara.

Analisis Operasi SAR: Pencarian Manual vs Teknologi Drone

Operasi penyelamatan di wilayah vulkanik aktif memiliki risiko ekstrem bagi keselamatan personel SAR. Oleh karena itu, penerapan teknologi udara menjadi instrumen vital dalam mempercepat proses lokalisasi korban di tengah cuaca buruk dan ancaman erupsi susulan.

Metode Pencarian Jangkauan Radius Tingkat Risiko Personel Keterbatasan Utama
Penyisiran Kapal SAR (Laut) 5 - 8 Mil Laut Sangat Tinggi (Gelombang & Gas Berbahaya) Terhalang abu vulkanik & jarak pandang minim
Drone Termal (Udara) 10 - 15 Mil Laut Rendah (Operasi Jarak Jauh) Tergantung daya baterai & gangguan sinyal magnetik

Kepala Kantor SAR Banten menegaskan pentingnya efisiensi teknologi ini dalam menyisir titik-titik yang sulit dijangkau manusia. "Penggunaan drone termal ini meminimalisir risiko bagi personel SAR dari paparan gas beracun dan awan panas. Kamera inframerah pada drone mampu menangkap radiasi panas tubuh meski lokasi tertutup abu tebal," ujar Kepala Kantor SAR Banten saat ditemui di posko pemantauan utama.

Tantangan Erupsi dan Kondisi Geografis Selat Sunda

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau agar masyarakat dan awak media tidak mendekati area dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.

"Kombinasi antara letupan material pijar, jarak pandang nol akibat hujan abu, serta arus kuat Selat Sunda membuat setiap detik operasi pencarian menjadi sangat krusial dan menantang," tegas tim analis keselamatan bahaya vulkanik PVMBG.

Hingga berita ini diturunkan, 1 unit drone spesifikasi khusus beserta 3 armada kapal penyelamat masih terus menyisir koordinat terakhir sinyal telepon seluler korban. Seluruh pihak berharap delapan korban yang terjebak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User