Tiga Perusahaan Singapura Resmi Jajaki Impor Listrik dari Indonesia

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengonfirmasi keterlibatan tiga perusahaan energi Negeri Singa dalam proyek impor listrik dari Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung dalam konferensi

Jul 08, 2026 - 08:37
0 0
Tiga Perusahaan Singapura Resmi Jajaki Impor Listrik dari Indonesia

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengonfirmasi keterlibatan tiga perusahaan energi Negeri Singa dalam proyek impor listrik dari Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (6/7/2026), menandai babak baru kerja sama energi lintas batas di kawasan Asia Tenggara.

Ketiga perusahaan yang dimaksud adalah Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), lembaga yang dibentuk pemerintah Indonesia untuk mengelola investasi strategis, termasuk di sektor energi terbarukan dan transisi hijau.

"Hari ini, kita juga telah menandatangani MoU antara Danantara dan Keppel Electric, Sembcorp Industries, serta Singapore Energy Interconnections," ungkap Wong di hadapan awak media.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dari komitmen kedua negara untuk memperkuat interkoneksi energi. Singapura selama ini aktif mencari sumber listrik bersih dari negara tetangga guna memenuhi kebutuhan domestiknya yang terus meningkat sekaligus mencapai target netralitas karbon. Sementara itu, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar, terutama dari tenaga surya, air, dan panas bumi, yang dapat diekspor setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Kerja sama serupa sebenarnya sudah mulai dijajaki sejak beberapa tahun terakhir. Sejumlah proyek percontohan dan studi kelayakan telah dilakukan untuk mengirim listrik dari Pulau Sumatra ke Singapura melalui kabel bawah laut. Dengan adanya kepastian dari sisi korporasi dan dukungan kelembagaan melalui Danantara, proyek ini diharapkan dapat memasuki tahap komersial dalam waktu dekat.

MoU dengan Danantara memberikan kerangka kerja bagi ketiga perusahaan untuk mengembangkan rantai pasok listrik lintas negara, mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi di sisi Singapura. Meski nilai investasi dan kapasitas listrik yang akan diperdagangkan belum diungkap secara rinci, langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa integrasi jaringan listrik ASEAN bukan lagi sekadar wacana.

Kehadiran tiga korporasi besar Singapura dalam proyek ini juga menunjukkan keyakinan investor terhadap iklim investasi energi Indonesia di bawah pemerintahan baru. Danantara sendiri diproyeksikan menjadi motor utama dalam mengonsolidasikan aset-aset BUMN serta menarik mitra global untuk proyek-proyek strategis nasional, termasuk di bidang ketenagalistrikan dan energi hijau.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia tidak hanya berpeluang menjadi eksportir listrik utama di Asia Tenggara, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan praktik terbaik dalam pengelolaan energi bersih. Informasi selengkapnya mengenai perkembangan kerja sama ini dapat diikuti melalui laporan Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User