Oct 08, 2026
Hukum

Thune: Tak Ada Jalur Jelas RUU Waktu Siang Sepanjang Tahun

Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune menyatakan tidak ada jalur yang jelas untuk meloloskan legislasi yang menjadikan daylight saving time (waktu musim p

Thune: Tak Ada Jalur Jelas RUU Waktu Siang Sepanjang Tahun

Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune menyatakan tidak ada jalur yang jelas untuk meloloskan legislasi yang menjadikan daylight saving time (waktu musim panas) berlaku sepanjang tahun, meskipun Presiden Donald Trump terus menekan para senator Partai Republik untuk segera mengesahkannya.

Thune, yang berasal dari Dakota Selatan, mengakui bahwa Trump memiliki perhatian besar terhadap isu jam yang berulang setiap tahun ini. Namun, ia menegaskan bahwa jalan menuju pengesahan di Senat masih tertutup. "Presiden merasa sangat kuat soal itu, seperti halnya dia merasa kuat pada banyak isu lainnya," ujar Thune kepada wartawan di kompleks Capitol, seperti dilaporkan The Hill dan Politico.

"The president feels strongly on it like he does a lot of other issues, but there's no clear path forward right now."

Latar Belakang: Perang Melawan Perubahan Jam

Kontroversi seputar daylight saving time telah berlangsung puluhan tahun di Amerika Serikat. Setiap musim semi, jam dimundurkan satu jam, dan setiap musim gugur, jam dimajukan kembali — sebuah tradisi yang kini dianggap usang dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

  1. 2022: Senat AS meloloskan RUU Sunshine Protection Act secara aklamasi tanpa keberatan, namun tidak pernah mencapai sidang di DPR.
  2. Maret 2025: Trump melalui media sosial menyerukan agar daylight saving time dijadikan permanen, bukan dikembalikan ke waktu standar.
  3. 2025: Senator Mike Lee (R-Utah) kembali mengajukan RUU serupa dan memenangkan dukungan vokal dari Gedung Putih.
  4. Sekarang: Thune mengakui belum ada komitmen pasti untuk memajukan pembahasan di lantai Senat.

Dukungan Trump Belum Cukup

Tekanan politik dari Trump sejauh ini belum berhasil mengubah perhitungan Thune. Pemimpin mayoritas Senat harus menyeimbangkan agenda legislasi yang padat, termasuk isu anggaran, pajak, dan keamanan nasional, dengan permintaan presiden yang terkesan mendesak namun belum mendapat dukungan luas di antara anggota fraksi sendiri.

Beberapa senator Republik dilaporkan masih ragu karena konstituen mereka terbelah: pelaku bisnis seperti restoran dan pusat perbelanjaan mendukung waktu siang yang lebih lama, sementara pertanian dan sektor kesehatan menolak karena gangguan siklus tidur.

Para Ahli Kesehatan Menolak

"Perubahan jam dua kali setahun meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kecelakaan lalu lintas," kata para peneliti tidur yang telah lama mendesak kongres menghentikan tradisi tersebut. Namun, pendapat mereka justru memicu perdebatan: apakah solusi terbaik adalah menetapkan waktu standar sepanjang tahun, atau waktu musim panas sepanjang tahun?

Thune tampaknya menyadari bahwa keputusan semacam ini bukan sekadar soal jam dinding. "Ini keputusan yang menyentuh kehidupan setiap warga negara," ujarnya secara implisit ketika ditanya mengapa Senat tampak buntu.

  • Keuntungan waktu siang permanen: sore lebih terang, potensi penghematan energi, dukungan industri pariwisata.
  • Keuntungan waktu standar permanen: pagi lebih terang untuk anak sekolah, sinkronisasi lebih baik dengan zona waktu global, kesehatan tidur lebih baik.

Prospek ke Depan

Dengan agenda Senat yang semakin padat menjelang akhir tahun fiskal, kemungkinan RUU ini disahkan sebelum pemilu menengah 2026 terbilang kecil. Thune tidak menutup kemungkinan, tetapi pesannya jelas: niat baik saja tidak cukup untuk mengubah cara Amerika mengatur waktunya.

Bagi jutaan warga AS yang masih harus memutar jam dua kali setahun, impian tentang satu perubahan jam terakhir harus menunggu lagi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User