Oct 08, 2026
Hukum

Newsom Kecam Trump soal Ancaman Iran Hancurkan Kota AS

Gubernur California Gavin Newsom menyalahkan keras Presiden Donald Trump setelah sang presiden menyatakan bahwa Iran berpotensi "menghancurkan" Los Angeles

Newsom Kecam Trump soal Ancaman Iran Hancurkan Kota AS

Gubernur California Gavin Newsom menyalahkan keras Presiden Donald Trump setelah sang presiden menyatakan bahwa Iran berpotensi "menghancurkan" Los Angeles dan San Diego jika negara tersebut mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan Trump itu disampaikan dalam pidato di sebuah rapat umum politik di Grand Island, Nebraska, pada Senin, dan langsung memicu gelombang kritik dari kalangan Demokrat maupun pengamat kebijakan luar negeri.

Kronologi Pernyataan Trump di Nebraska

Dalam acara kampanye di Grand Island itu, Trump membela strategi kebijakan luar negerinya sambil melontarkan ancaman hipotetis yang kontroversial. Menurutnya, kegagalan memblokir program nuklir Iran dapat berujung pada konsekuensi mengerikan bagi Amerika Serikat, termasuk dua kota terbesar di California.

  1. Trump menyampaikan pidato politik di Grand Island, Nebraska, pada Senin.
  2. Ia mengklaim Iran bisa "mengambil" atau "menghancurkan" Los Angeles dan San Diego jika memiliki senjata nuklir.
  3. Komentar itu sekaligus menjadi bagian dari pembelaannya terhadap pendekatan keras pemerintah terhadap Tehran.
  4. Gubernur Newsom merilis respons tegas pada Selasa, menyebut Trump sebagai "sakit jiwa dan berbahaya."

Reaksi Newsom tergolong blak-blakan. Gubernur dari Partai Demokrat itu menuduh Trump mempolitisasi ancaman keamanan nasional demi kepentingan elektoral, dan menganggap retorika semacam itu berpotensi menakut-nakuti warga California. "Pernyataan semacam ini tidak hanya tidak bertanggung jawab, tetapi juga mencerminkan pola pikir yang terus-menerus menempatkan kepentingan politik di atas keselamatan publik," ujar Newsom dalam respons yang dipublikasikan tim komunikasinya.

Konteks Hubungan AS-Iran yang Memanas

Pernyataan Trump tidak terjadi dalam ruang hampa. Ketegangan antara Washington dan Tehran memang telah lalu menjadi salah satu isu paling alot dalam politik luar negeri Amerika. Program nuklir Iran selalu menjadi titik sorot, dan setiap perkembangan kerap memicu reaksi keras dari berbagai kubu di Kongres maupun pemerintahan.

AspekPernyataan TrumpTanggapan Newsom
LokasiRapat umum, NebraskaRespons resmi, California
IntiIran bisa hancurkan LA & San DiegoTrump disebut "sakit jiwa dan berbahaya"
TujuanMembela kebijakan luar negeriMenolak politisasi ancaman keamanan

Para analis menilai bahwa momen pidato Trump di Nebraska adalah bagian dari upaya menggalang basis pendukung menjelang siklus politik berikutnya. Dengan mengangkat isu keamanan nasional secara dramatis, Trump berusaha menegaskan citra diri sebagai pemimpin tegas. Namun, pendekatan ini justru menuai kritik karena dianggap membangkitkan kepanikan yang tidak perlu.

"Retorika yang menyeret nama kota-kota Amerika sendiri sebagai target potensial adalah langkah berbahaya yang tidak mencerminkan kepemimpinan, melainkan kepanikan politik."

Dampak bagi Warga California

California selalu menjadi sasaran empuk dalam narasi politik Trump, dan kota-kota seperti Los Angeles serta San Diego kerap disebut dalam konteks kritik terhadap kebijakan Demokrat. Kali ini, keduanya justru dijadikan ilustrasi ancaman geopolitik, sebuah framing yang menurut pengamat berpotensi membingungkan publik.

Menurut seorang pengamat kebijakan luar negeri dari universitas di California, pemerintah seharusnya berhati-hati dalam memilih kata ketika berbicara tentang ancaman nuklir. "Pernyataan presiden selalu dibaca tidak hanya oleh warga AS, tetapi juga oleh pemerintah asing. Setiap frasa bisa menjadi sinyal yang disalahartikan," katanya.

  • Fakta kunci 1: Trump menyebut dua kota California sebagai target potensial serangan Iran.
  • Fakta kunci 2: Newsom menanggapinya dengan sebutan "deranged and dangerous" atau "sakit jiwa dan berbahaya."
  • Fakta kunci 3: Pidato asli disampaikan di Grand Island, Nebraska, pada Senin.

Sejauh ini, Gedung Putih belum merilis klarifikasi resmi terkait maksud pernyataan tersebut. Sementara itu, isu ini diperkirakan akan terus bergulir di ruang publik, terutama mengingat polarisasi politik yang semakin dalam antara dua kubu besar di Amerika Serikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User