Tepi Barat — Pemukim Israel Serang Desa Palestina, Bakar Puluhan Rumah

NABLUS, TEPI BARAT — Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pemukim Israel kembali mengguncang wilayah pendudukan Tepi Barat. Pada Senin, 23 Maret 202

Jul 11, 2026 - 13:58
0 0
Tepi Barat — Pemukim Israel Serang Desa Palestina, Bakar Puluhan Rumah

NABLUS, TEPI BARAT — Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pemukim Israel kembali mengguncang wilayah pendudukan Tepi Barat. Pada Senin, 23 Maret 2026, puluhan pemukim bersenjata menyerbu Desa Deir al-Hatab yang terletak di timur Kota Nablus. Mereka melakukan aksi vandalisme, membakar properti warga, serta melancarkan serangan fisik yang menewaskan sedikitnya satu warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Insiden ini menambah panjang daftar eskalasi kekerasan di kawasan yang sudah bertahun-tahun dilanda konflik.

Berdasarkan kesaksian warga setempat, serangan terjadi pada sore hari saat sebagian besar penduduk desa tengah beraktivitas di ladang dan rumah. Sekelompok pemukim yang diduga berasal dari permukiman ilegal di dekatnya memasuki desa dengan membawa senjata api, batu, dan botol molotov. Mereka langsung merusak kendaraan, memecahkan jendela rumah, serta menyulut api di beberapa bangunan. Dalam hitungan menit, asap hitam membumbung dari rumah-rumah yang hangus terbakar, sementara warga berhamburan menyelamatkan diri.

“Saya melihat mereka berlarian ke arah rumah-rumah sambil membawa obor. Mereka meneriakkan kata-kata kebencian dan menembaki siapa pun yang mencoba mendekat. Keponakan saya terkena peluru dan meninggal di tempat,” ujar Mahmoud Abu Salah, seorang saksi mata yang rumahnya ikut dibakar.

Sejumlah foto yang beredar di media internasional, termasuk potret yang diambil oleh fotografer AFP Jaafar Ashtiyeh, memperlihatkan seorang pria Palestina tengah memeriksa puing-puing rumah yang hangus. Ekspresi duka dan kemarahan tergambar jelas di wajahnya di tengah reruntuhan yang masih mengepulkan asap. Rumah tersebut dilaporkan milik keluarga petani yang telah tinggal di desa itu secara turun-temurun.

Korban Jiwa dan Kerusakan Properti

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi satu warga tewas akibat luka tembak di bagian dada. Korban diketahui bernama Yasser Adel (34), seorang buruh bangunan yang tengah berada di luar rumah saat serangan terjadi. Selain itu, tiga orang lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Rafidia di Nablus dengan luka bakar dan patah tulang akibat dipukuli oleh para penyerang.

Kerusakan properti yang ditimbulkan sangat signifikan. Data sementara yang dihimpun oleh Bulan Sabit Merah Palestina dan otoritas lokal menyebutkan:

  • 23 rumah rusak, 8 di antaranya hangus total;
  • 15 kendaraan dirusak atau dibakar;
  • Puluhan hektare lahan pertanian dan kebun zaitun yang menjadi sumber penghidupan warga ikut dibakar;
  • Satu sumur air dirusak, menyebabkan krisis air bersih bagi 50 keluarga.

Organisasi HAM internasional mengecam keras peristiwa ini dan menyebutnya sebagai bagian dari kekerasan sistematis yang dilakukan pemukim dengan dukungan diam-diam dari aparat keamanan Israel. “Kejadian ini bukan insiden terisolasi. Ini adalah pola yang berulang dan dirancang untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka,” kata Direktur Eksekutif B’Tselem, lembaga pemantau hak asasi manusia Israel.

Respons Otoritas dan Kecaman Internasional

Pihak berwenang Palestina mengecam serangan tersebut dan mendesak komunitas internasional untuk turun tangan. Sementara itu, militer Israel menyatakan telah menerjunkan pasukan ke lokasi dan membubarkan para pemukim, namun sejauh ini belum ada laporan penangkapan terhadap pelaku. Pola serupa acap kali terjadi: para pemukim menyerang, tentara datang setelah kerusakan terjadi, dan proses hukum jarang berjalan tuntas.

“Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menggelar sidang darurat. Darah warga Palestina bukanlah barang murah. Serangan ini terjadi di bawah pengawasan pendudukan dan harus dipertanggungjawabkan,” tegas Menteri Luar Negeri Palestina melalui akun resmi media sosialnya.

Di sisi lain, kelompok sayap kanan Israel kerap membenarkan aksi pemukim sebagai bagian dari “hak atas tanah leluhur”. Namun, kecaman juga datang dari dalam negeri Israel sendiri. Beberapa anggota parlemen Israel dari kubu oposisi menyebut insiden ini sebagai “terorisme Yahudi” yang mencoreng demokrasi Israel dan harus dihentikan segera. Namun, realita di lapangan menunjukkan minimnya efek jera karena pelaku sering kali bebas tanpa dakwaan.

Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat

Serangan di Deir al-Hatab bukanlah yang pertama. Sepanjang tahun 2025–2026, terjadi peningkatan 40% serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat dibanding tahun sebelumnya, menurut data Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA). Faktor pemicunya beragam, mulai dari ekspansi permukiman ilegal yang makin masif, retorika kebencian dari elite politik, hingga lemahnya penegakan hukum oleh otoritas pendudukan.

Desa-desa di sekitar Nablus, Hebron, dan Ramallah menjadi titik panas yang paling sering dilanda serangan. Para pemukim kerap bertindak dalam kelompok besar dan terorganisir, sehingga intimidasi yang mereka timbulkan menciptakan atmosfer ketakutan permanen di kalangan warga sipil Palestina. Lembaga PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut situasi ini sebagai “ancaman serius terhadap stabilitas kawasan” dan memperingatkan potensi pecahnya konflik berskala lebih luas jika tidak segera ditangani.

Harapan yang Kian Pudar

Bagi warga Deir al-Hatab, serangan ini meninggalkan trauma mendalam. Banyak keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat di desa tetangga karena khawatir akan serangan susulan. Anak-anak takut kembali bersekolah, dan para petani kehilangan mata pencaharian dalam semalam. Komunitas internasional terus mendesakkan solusi dua negara, namun perkembangan di lapangan justru menjauhkan harapan perdamaian.

Di balik foto rumah hangus yang menyebar di media sosial, tersimpan cerita ribuan warga Palestina yang hidup di bawah bayang-bayang kekerasan pemukim. Mereka bertanya-tanya, sampai kapan penderitaan ini akan berakhir dan siapa yang akan bertanggung jawab atas kehancuran yang terus berulang.


[SOCIAL_TWEET]: Pemukim Israel kembali serang Desa Deir al-Hatab di Nablus, Tepi Barat. Satu warga tewas, puluhan rumah dan kendaraan dibakar. Kecaman internasional mengalir deras. #TepiBarat #Nablus #Palestina [SOCIAL_TG]: 🔴 Breaking: Pemukim Israel serang Desa Deir al-Hatab di Nablus, Tepi Barat. 1 tewas, 23 rumah rusak, puluhan kendaraan dibakar. Warga mengungsi, kecaman PBB dan Palestina menguat. Detail: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User